
"Aku adalah Bai Hu!!! Putra sulung dari Li Quan Shi dan Dewa Harimau Putih sebelumnya!!!" Suara Bai Hu begitu lantang dan suaranya menggema di langit maupun daratan.
Seluruh dewa yang ada di sana hanya bisa diam dengan nafas yang tertahan.
Beberapa saat setelah itu, Bai Hu tiba-tiba saja menghilang dan muncul di hadapan Li Xiang Zi, dia tanpa banyak bicara langsung mencengkram lehernya ke atas.
Li Xiang Zi sendiri sebenarnya ingin menghindar, namun ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali karena ada aura kuat yang menekannya.
"Tersangka utama dari pembunuhan kedua orang tuaku adalah anak-anak dari Kaisar Dewa!!!" Bai Hu kembali berkata dan niat membunuh keluar dari tubuhnya, "Aku disini akan memberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatan mereka! Jika ada yang keberatan, silahkan maju dan hadapi aku!"
Sebagian besar Dewa Inti sangat terkejut mendengarnya, mereka sebenarnya tidak ingin percaya namun melihat Kaisar Dewa dan anak-anaknya tidak menyangkal kata-kata yang dikeluarkan Bai Hu membuat mereka mau tak mau mempercayainya.
Beberapa Dewa Inti dan Binatang Primordial sudah menebak kalau anggota keluarga Kaisar Dewa terlibat dalam tragedi tersebut, namun mereka tidak menyuarakan apapun atau melakukan sesuatu karena tidak memiliki bukti kuat.
Bai Hu yang melihat mereka semua diam semakin mengeratkan cengkramannya dan membuat Li Xiang Zi sedikit memberontak, "Aku sebenarnya tidak tau harus melakukan apa karena aku tidak terbiasa dengan ini, tetapi menyiksanya adalah pilihan yang terbaik untuk saat ini."
Selesai mengatakannya, tiba-tiba saja aura putih keluar dari tubuh Bai Hu dan dalam sekejap ratusan sayatan benda tajam tercipta di tubuh Li Xiang Zi.
Li Xiang Zi sendiri tidak bereaksi cukup banyak, dia hanya melirih kesakitan dan tak lama kemudian luka-lukanya mulai sembuh.
Bai Hu terus menyiksa Li Xiang Zi tanpa ampun, semua orang yang ada disekitar sana hanya bisa diam dan menyaksikan.
Di sisi lain, Fang Lin tidak mengatakan apa-apa, dia saat ini sedang melakukan telepati dengan Yue dan menanyakan apa yang dilakukan gurunya sekarang.
Yue mengatakan kalau Yuan Zhong sekarang sedang bersantai di tepi danau, dia juga memberitahu kalau kondisi roh Yuan Zhong dalam keadaan tidak baik.
Tentu apa yang dikatakan oleh Yue membuat Fang Lin terkejut, "Apa yang terjadi?! Bisakah kau menjelaskannya?" Tanyanya penasaran sekaligus panik.
"Saya sendiri tidak mengetahui alasannya, beberapa menit setelah Yuan Zhong masuk ke dalam Dunia Jiwa anda, tiba-tiba saja hukum Alam Semesta akan melakukan penghapusan identitasnya. Dia bisa bertahan sampai sejauh ini berkat penghalang yang saya ciptakan." Jawab Yue dengan suara serius.
"Penghapusan identitas?! Apa maksudnya itu, kenapa juga harus guru?!!" Batinnya bertanya-tanya dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan.
Fang Lin kemudian menghilang dari sana tanpa berbicara sedikitpun, dan membuat perhatian mengarah ke tempat sebelum dia menghilang.
"Tuan pergi? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Gumam Bai Hu penasaran.
__ADS_1
Di sisi lain, Li Xiang Zi yang sudah tidak merasakan tekanan apapun di tubuhnya berniat untuk melakukan sesuatu, tetapi Li Zu Xing selaku Kaisar Dewa memberikan sebuah peringatan yang membuatnya membatalkan niat tersebut.
***
Dunia Jiwa, Dibalik Awan.
Fang Lin tiba-tiba saja muncul dihadapan Yue, "Bagaimana cara agar identitas guru tidak menghilang?" Tanyanya dengan raut wajah serius.
Yue menggelengkan kepalanya pelan dan membuat jantung Fang Lin sedikit berdegup lebih kencang, "Identitas sudah dipastikan terhapus, bahkan saya sendiri ragu busa menyelamatkannya."
Mendengar jawaban Yue membuat Fang Lin marah, namun ia tidak mengeluarkan niat membunuh sedikitpun karena tidak ada gunanya.
"Elemen Es Suciku memiliki eksistensi yang lebih tinggi dari Hukum Alam Semesta, seharusnya dengan itu guru bisa selamat bukan?" Tanya Fang Lin penasaran.
Yue menggelengkan kepalanya, "Hukum Alam Semesta ada berbagai macam jenis, tuan. Bahkan Absolute Universe yang menciptakan Alam Semesta itu sendiri tidak memiliki kendali penuh atas hukum Alam Semesta. Penghapusan Identitas ditetapkan oleh High Absolute, dia adalah keberadaan yang bahkan sebelum ketiadaan itu sendiri ada."
"Saya sebenarnya tidak ingin memberitahu ini, tetapi yang menciptakan dunia Abyss adalah dia. Raja dari seluruh Absolute Universe, perintah dan ketetapannya adalah suatu hal yang mutlak." Timpal Yue panjang lebar.
Fang Lin melebarkan matanya dan tangannya mengepal dengan erat, "Lalu apa yang terjadi jika identitas guruku hilang?" Tanyanya penasaran.
Fang Lin menggertakkan giginya lalu menghela nafas panjang, "Guru..." Ia menatap ke arah atas dengan perasaan yang tercampur aduk.
Yue yang melihat tuannya begitu sedih tidak bisa berbuat apa-apa karena hal ini benar-benar di luar pengetahuannya.
Beberapa menit setelah Fang Lin mendongakkan kepalanya ke atas, ia meminta Yue untuk terus mengawasi gurunya dan jangan menghilangkan penghalangnya.
Yue hanya mematuhi perintah dari tuannya yang sudah menghilang itu, ia menghela nafas pendek dan merasa sedih karena tidak bisa membantu tuannya.
***
Alam Dewa, lantai Dewa Naga Emas.
Fang Lin tiba-tiba saja muncul di sebelah Bai Hu, ia mengatakan kalau dirinya akan pergi untuk sementara waktu, "Lakukan apapun yang kau ingin lakukan, para komandan bayangan akan tetap disini untuk menjagamu jika ada sesuatu yang terjadi."
Setelah mengatakan itu, puluhan juta pasukan bayangan menghilang tanpa jejak dan menyisakan kubu Alam Dewa dan seluruh komandan Bayangan.
__ADS_1
"Tuan, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa anda terlihat tergesa-gesa?" Tanya Bai Hu penasaran.
Fang Lin tersenyum tipis, "Aku akan menjelaskan nanti..."
Fang Lin menghilang usai mengatakannya, sedangkan Bai Hu tidak terlalu memikirkan dan lanjut menyiksa Li Xiang Zi di hadapan para Dewa tanpa takut sedikitpun.
Li Zu Xing menghela nafas panjang, ia meminta untuk semua pasukan Alam Dewa kembali ke lantai masing-masing begitu juga dengan Dewa inti, kecuali para Binatang Primordial serta anak-anaknya.
***
Dunia Jiwa, tepi sungai.
"Aku merasa ada sesuatu yang terjadi dengan rohku, tetapi aku tidak tau darimana asalnya." Batin Yuan Zhong lalu menghela nafas panjang.
Yuan Zhong tersenyum ketika memikirkan muridnya, "Aku benar-benar tidak menyangka kalau dia akan tumbuh sekuat itu. Jika dipikir-pikir, dia seperti pemeran utama dalam sebuah cerita." Gumamnya sambil tertawa pelan.
"Guru, kau berbicara dengan siapa?" Tiba-tiba saja Fang Lin muncul di belakang Yuan Zhong yang sedang duduk bersila di tepi danau.
"Hahaha... Aku hanya berbicara sendiri. Bagaimana keadaan Alam Dewa?" Tanya Yuan Zhong penasaran.
Fang Lin duduk tepat di sebelah gurunya lalu menjawab, "Tidak buruk, mengalahkan Alam Dewa lumayan merepotkan bagiku."
Yuan Zhong mengangkat alisnya ketika mendengar itu, "Kau memenangkan peperangannya? Apa artinya kau sudah mengalahkan Shen Xiong?" Tanyanya sambil menoleh ke arah Fang Lin.
Fang Lin sendirj menggelengkan kepalanya, "Dia tidak datang. Kenalanku menyegel Alam Dewa, jadi dia tidak bisa masuk dengan cara apapun." Jawab Fang Lin santai.
Yuan Zhong terdiam sejenak mendengar jawaban muridnya itu, ia sebenarnya tidak ingin percaya dengan kata-katanya, tetapi Fang Lin tidak mungkin berbohong tentang ini.
"Bisakah kau memperkenalkannya padaku?" Pinta Yuan Zhong bertanya, ia benar-benar penasaran dengan sosok yang ada muridnya maksud itu.
Fang Lin tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya, "Baiklah. Aku akan memanggilnya..."
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1