System Sang Immortal

System Sang Immortal
Sampai Di Alam Agung


__ADS_3

Usai mengalirkan Qi Dewa-nya, Fang Lin langsung membuat portal menggunakan kemampuan spesial kapal tersebut.


Kapal Terbang Star Universe milik Fang Lin dapat melakukan perpindahan alam dengan mudah, Selama Fang Lin mempunyai koordinat alam yang ingin di tuju maka ia dapat membuat portal menuju alam tersebut.


Setelah membuat portal menuju Alam Agung, Fang Lin langsung melesat masuk ke dalam portal hitam di depan-nya.


~Whoooopp~


Kapal Terbang Star Universe Fang Lin memasuki portal tersebut, Kini ia berada di sebuah lorong hampa yang sangat gelap.


Fang Lin terus melajukan kapal terbang-nya lurus dengan penuh percaya diri, Ia sama sekali tidak gugup meskipun melewati lorong portal adalah hal yang pertama bagi-nya.


***


Di Alam Agung, Benua Kristal, Istana Surgawi.


Saat ini Dian Qi, Kedua anak-nya, Para Petinggi Istana Surgawi serta para pengutus dari Alam Lain sedang melakukan rapat.


"Menghilang-nya Pi Yu tentu membuat turun-nya kekuatan Alam Agung, Meskipun begitu kita tetap akan melanjutkan perang yang akan terjadi dua minggu lagi..." Ucap Dian Qi yang kini wujud-nya telah berubah menjadi pria paruh baya.


Kabar mengenai hilang-nya Pi Yu tentu sebenar-nya membuat Dian Qi kesal, Bagaimana tidak? Pi Yu adalah salah satu dari 10 orang yang berada di ranah Spiritual God, Menghilang-nya dia tentu membuat kekuatan tempur milik Alam Agung berkurang drastis.


Tetapi Dian Qi memilih untuk menahan emosi-nya saat ini, Ia perlu tetap tenang karna perang akan terjadi dalam kurun waktu 2 minggu lagi.


Terlebih lagi disini masih terdapat utusan Zhou Yun dan Liu Bei. Dian Qi takut kalau mereka akan tersinggung jika diri-nya marah di depan mereka.


Dian Qi lalu melanjutkan perkatan-nya, "Satu minggu lagi kita akan pindah ke medan perang menggunakan Kapal Terbang milik-ku, Jadi ku-harap para petinggi disini untuk menyiapkan semua persiapan yang ada" Lanjut Dian Qi dengan nada tenang.


Para petinggi yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala patuh, "Baik Raja..." Ucap mereka secara serempak.


Dian Qi kemudian melanjutkan pembicaraan dan membicarakan seluruh hal yang bisa mereka bicarakan.

__ADS_1


***


Benua Perak, Wilayah Xuenai.


Sebuah portal hitam tiba-tiba saja muncul di atas langit dan tak kemudian memuntahkan sebuah kapal terbang yang mewah.


Di sisi lain, Fang Lin yang sedang berada di dalam Kapal Terbang tersebut langsung keluar dari area pengendalian kapal dan berjalan pintu keluar.


Saat berada di luar Kapal Terbang milik-nya, Fang Lin langsung menyebarkan kesadaran-nya untuk melihat benua yang ia tempati saat ini, "Hmm... Dimana wilayah Klan Xia?" Gumam Fang Lin sambil mengerutkan sedikit alis-nya. Di wilayah ini ia sama sekali tidak melihat papan reklame yang bertuliskan Klan Xia.


Biasanya sebuah Klan akan memajang papan reklame di atas sebuah gerbang sebagai tanda kalau wilayah tersebut sudah berada di area Klan tertentu.


Namun Fang Lin sama sekali tidak menemukan papan reklame milik Klan Xia, "Hmm... Apakah mungkin ada di wilayah yang lain?" Gumam Fang Lin menebak.


Beberapa saat berpikir, Fang mengangkat bahu-nya tidak tau dan melompat turun dari kapal terbang-nya, Ia memilih untuk menanyakan langsung kepada orang-orang yang ada di wilayah ini.


Saat berada di langit Fang Lin tidak lupa untuk menyimpan kapal terbang-nya ke dalam Inventory.


Antrian gerbang untuk memasuki kota tersebut sangat-lah panjang, Jadi Fang Lin memilih untuk memotong antrian karna memang diri-nya hanya berniat bertanya kepada penjaga sekitar saja.


Fang Lin yang melakukan potongan antrian tentu menjadi pusat perhatian orang-orang, Beberapa dari mereka langsung menatap Fang Lin dengan tatapan sinis sedangkan yang lain-nya hanya menatap-nya dengan tatapan biasa saja.


Saat sudah berada di dekat gerbang tersebut, Fang Lin tiba-tiba saja di hadang oleh seorang penjaga, "Bayar 500 Koin Emas untuk melewati potongan antrian" Ucap penjaga yang menghadang Fang Lin dengan nada acuh tak acuh.


Mendengar itu Fang Lin menaik-kan alis-nya, "Kau ingin merampok-ku?" Tanya Fang Lin sambil mengeluarkan aura naga-nya.


~Whoooshhh~


Dalam sekejap penjaga yang memalak Fang Lin langsung berlutut di hadapan-nya dan membuat sedikit kegaduhan ketika orang-orang melihat hal itu.


"Woahhh.... Apa yang terjadi pada penjaga itu?"

__ADS_1


"Lihat-lah raut wajah-nya yang berubah menjadi jelek, Sepertinya dia salah menyinggung orang"


"Hahahaha... Lagi pula dia meminta 500 koin emas? Apakah dia gila? Dia berpikir dapat memalak orang itu karena memakai pakaian yang mewah"


Berbagai bisikan mulai terdengar di telinga Fang Lin, Ia dapat mendengar jelas kalau mereka sedang membicarakan-nya dan juga penjaga di depan-nya.


Di sisi lain, Seorang penjaga gerbang yang lain berjalan mendekati Fang Lin, "Tuan... Maafkan teman saya jika anda tersinggung dengan perlakuan-nya, Bisakah anda melepaskan-nya untuk kali ini saja?" Pinta penjaga yang baru datang tersebut.


Fang Lin yang mendengar itu hanya menghela nafas-nya pelan, Ia sebenar-nya tidak tersinggung sama sekali karna memang ini adalah bagian dari rencana-nya, "Kalau begitu aku akan melepaskan-nya jika kalian memberikan sebuah informasi" Ucap Fang Lin memberi tawaran.


Penjaga yang mendengar itu langsung mengangguk-kan kepala-nya cepat, "Apapun informasi yang anda inginkan akan saya berikan jika anda melepaskan-nya" Ucap penjaga tersebut menerima tawaran Fang Lin.


Mendengar itu membuat Fang Lin tersenyum tipis, Ia menarik kembali aura naga-nya dan membuat penjaga yang tertimpa oleh tekanan-nya bersujud di hadapan-nya, "T-terima k-kasih tuan, Karna telah memberikan saya kesempatan untuk hidup" Ucap penjaga 1 terbata-bata dengan wajah yang dipenuhi keringat dingin.


Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan untuk menanggapi itu, Ia kemudian menatap penjaga 2 yang sedang membantu rekan-nya berdiri, "Kemana kita harus pergi?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.


Penjaga 2 yang mendengar-nya langsung menatap pria bertopeng hitam di dekat-nya, "Mari kita pergi ke gerbang tuan" Ucap penjaga 2 mempersilahkan Fang Lin sambil membantu penjaga 1 untuk berjalan.


Fang Lin hanya diam dan mengikuti kedua penjaga tersebut dari belakang. Di sisi lain, Orang-orang yang sedang mengantri di dekat Fang Lin langsung membicarakan-nya.


Sedangkan Fang Lin yang mendengar omongan mereka semua hanya menghela nafas-nya pelan, Ia sedikit membocorkan aura membunuh-nya untuk membuat mereka semua diam.


Benar saja, Orang-orang yang membicarakan Fang Lin langsung terdiam ketika mereka merasakan aura membunuh yang menakutkan keluar dari tubuh orang itu.


Orang-orang tersebut menyadari kalau Fang Lin sengaja mengeluarkan aura membunuh tersebut karna memang tidak suka di bicarakan oleh mereka.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Mau tanya, Kalian tau perbedaan Alam dan Dunia? Author gak ngerti ey :v

__ADS_1


__ADS_2