System Sang Immortal

System Sang Immortal
Demi-Human Serigala Es


__ADS_3

Diablo menganggukkan kepalanya ketika mendengar perintah dari tuannya, di balik topengnya ia tersenyum tipis dan seketika keempat Demi-Human beruang terjatuh pingsan.


Bruughh.


Tentu jatuhnya para Demi-Human beruang itu membuat mereka bertiga menjadi pusat perhatian Demi-Human yang ada disekitar mereka.


Fang Lin sedikit mengangkat alisnya ketika keempat manusia beruang itu pingsan di tempat, "Hmm? Apa yang kau lakukan?" Fang Lin bertanya dengan alis yang terangkat.


"Aku membuat mereka tertidur tuan..." Diablo menjawab dengan cepat.


Fang Lin menganggukkan kepalanya paham lalu melirik ke arah anak kecil yang tidak jauh dari para Demi-Human beruang itu, "Hey, kau. Jika kau tertarik, aku akan memberikanmu makanan... Dan sebagai gantinya kau harus memberitahuku informasi tentang alam ini." Fang Lin memberi penawaran.


Anak kecil itu tersentak dari lamunannya, ia menatap ke arah Fang Lin dengan tatapan terkejut sekaligus tidak percaya. Bagaimana bisa dirinya untuk tidak terkejut? Ketika melihat keempat Spiritual God Perak dapat dibuat pingsan dalam sekejap.


"T-terima k-kasih penawarannya tuan... Tetapi sa-" Belum sempat melanjutkan kata-katanya, Fang Lin langsung memotongnya, "Apakah kau yakin? Dari penampilanmu, kau sepertinya seorang budak. Jika kau pergi tanpa tujuan yang jelas, cepat atau lambat mereka akan menemukan mu." Ucap Fang Lin dengan nada serius.


Mendengarnya tentu membuat anak perempuan itu menjadi takut hingga tubuhnya bergetar, ia terdiam sesaat lalu menganggukkan kepalanya, "B-baiklah tuan, s-saya menerima tawaran anda..." Anak kecil itu mau tak mau menerimanya karena ia tidak memiliki pilihan yang lain.


Fang Lin tersenyum tipis lalu mengulurkan tangannya. Di sisi lain, anak kecil itu yang melihatnya langsung mengerti dan meraih tangan pria berjubah hitam.


Fang Lin yang melihat anak kecil di dekatnya sudah menggandeng tangannya langsung berjalan dan diikut oleh Diablo dari belakang, mereka bertiga berjalan di kerumunan tanpa peduli tatapan dari berbagai jenis Demi-Human yang ada di sana.


Di perjalanan, Fang Lin sudah bertanya mengenai asal usul anak kecil yang ia gandeng. Namanya adalah Diao Chan, ia adalah anak perempuan yang berasal dari kaum serigala es.


Sejak umur 4 tahun Diao Chan telah menjadi anak yatim piatu karena semua keluarganya dibantai oleh kelompok Demi-Human dari kaum serigala api.


Kejadian tersebut terjadi di Daratan Terbuang, sebuah wilayah yang dimana hanya aturan rimba saja yang berlaku.


Saat ini mereka bertiga sudah berada di depan sebuah gedung restoran bertingkat tiga, aroma makanan yang begitu enak keluar dari restoran tersebut sampai membuat perut Diao Chan berbunyi.


Wajah Diao Chan memerah karena malu ketika perutnya berbunyi keras, sedangkan Fang Lin yang tidak sengaja mendengar itu hanya tertawa pelan.


Fang Lin, Diablo dan Diao Chan memasuki restoran tersebut, kedatangan mereka bertiga langsung disambut hangat oleh salah satu pelayan yang ada di sana.


"Selamat datang tuan... Apakah anda ingin makan disini?" Tanya pelayan yang seorang Demi-Human kelinci.


Fang Lin menganggukkan kepalanya pelan dan menjawab, "Ya... Bisakah kau mencarikan tempat yang tidak begitu ramai?" Fang Lin bertanya usai menjawab pertanyaan dari pelayan kelinci itu.


"Tentu tuan, tolong ikuti saya." Pelayan tersebut menjawab dan mulai menggiring mereka bertiga ke lantai 2.


Sesampainya di lantai 2, Fang Lin dapat melihat beberapa kelompok yang sedang memakan makanan, dan pelayan kelinci itu mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk di salah satu meja kosong.

__ADS_1


Fang Lin, Diablo dan Diao Chan langsung duduk di salah satu meja yang dekat dengan dinding.


"Silahkan tuan..." Pelayan kelinci itu memberikan 1 lembar menu makanan kepada Fang Lin.


Fang Lin sendiri langsung meraihnya dan memberikannya kepada Diao Chan, Ia menyuruh gadis setengah serigala itu untuk memilih makanan sepuasnya.


"Pilih lah makanan yang ingin kau makan, tak perlu ragu untuk memesannya." Ucap Fang Lin sambil mengelus pelan kepala Diao Chan.


"B-baik tuan..." Diao Chan menjawab dan ia meraih menu makanan tersebut.


Beberapa saat kemudian, Diao Chan memilih 2 makanan dan 1 minuman. Fang Lin yang melihatnya langsung bertanya, "Hanya itu saja? Apakah kau tidak ingin yang lain lagi?" Fang Lin mencoba memastikan, Ia pikir kalau Diao Chan masih malu-malu terhadapnya.


Diao Chan menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Y-ya tuan... S-saya hanya ingin memesan itu saja."


Mendengar jawaban Diao Chan membuat Fang Lin tersenyum tipis, "Siapkan ketiga pesanan itu." Fang Lin berkata sembari mengembalikan menu makanan kepada pelayan kelinci yang tidak jauh darinya.


"Baik tuan... Apakah ada yang ingin dipesan lagi?"


"Tidak ada, hanya itu saja."


"Baik." Pelayan kelinci itu langsung membalikkan badannya dan pergi menuju lantai 1.


Saat ini Fang Lin dan Diablo berada di kerajaan Qiyen, sebuah kerajaan netral yang menampung segala jenis Demi-Human dari kasta rendah hingga tertinggi.


Kerajaan Qiyen adalah kerajaan yang paling kecil diantara kedua kerajaan lainnya. Sedangkan Kerajaan Xuhuan adalah kerjaan yang memiliki wilayah paling luas.


Daratan Terbuang memiliki wilayah tiga kali lipat lebih luas dari kerajaan Qiyen, meskipun begitu tidak ada satupun dari ketiga kerajaan yang berani merebut wilayah Daratan Terbuang.


Mereka semua mengetahui kalau ada makhluk yang sangat kuat menguasai daratan tersebut, dan Fang Lin yakin kalau yang menguasainya adalah salah satu dari Binatang Dewa Primordial.


"M-maaf tuan... Bukankah itu semua adalah pengetahuan umum? Kenapa anda tidak mengetahuinya?" Diao Chan memberanikan diri untuk bertanya.


Fang Lin yang mendengar itu langsung tersenyum, "Karena aku tidak berasal dari Alam ini..." Jawab Fang Lin tanpa berbohong.


Diao Chan yang mendengar itu tentu terkejut dan membuat nafasnya tertahan, jujur saja ini adalah pengalaman pertamanya bertemu dengan orang yang bukan berasal dari alam Para Monster Dewa.


"Lalu dari mana anda berasal, tuan?" Diao Chan tidak bisa untuk tidak bertanya namun ia langsung tersentak ketika menyadari pertanyaannya mengandung privasi.


"Ah, maafkan saya tuan... Saya tarik pertanyaan saya sebelumnya." Diao Chan mengatakan ini dengan raut wajah takut.


Fang Lin yang melihat itu langsung tertawa pelan, "Kau tidak perlu takut, aku tidak akan tersinggung dengan pertanyaan mu barusan." Ucap Fang Lin lalu menimpalinya, "Aku ini berasal dari alam rendah, yaitu alam Tanah Kultivator. Kebetulan aku kesini karena ingin melakukan sesuatu."

__ADS_1


Diao Chan yang mendengarnya langsung mengangguk paham, "Tanah Kultivator itu tempat yang seperti apa tuan?" Tanya Diao Chan penasaran.


Fang Lin tersenyum dan mulai menjelaskan sejarah alam Tanah Kultivator, Ia juga menceritakan sisi baik dan sisi keburukan dari alam itu.


Di sela-sela Fang Lin bercerita, dua orang pelayan wanita setengah kelinci datang sembari membawa makanan.


Fang Lin langsung menghentikan ceritanya dan menyuruh Diao Chan untuk makan terlebih dahulu, dalam sekali lihat ia dapat mengetahui kalau gadis setengah serigala itu belum makan selama berminggu-minggu, "Makanlah hingga kenyang." Batin Fang Lin dan ia diam-diam tersenyum tipis. Entah kenapa hatinya begitu tenang ketika melihat seorang anak kecil makan dengan lahap.


Diao Chan sendiri langsung memakan makanannya ketika dipersilahkan oleh Fang Lin, Ia makan secara perlahan karena sedikit malu diperhatikan.


15 menit berlalu, Diao Chan telah menghabiskan dua makanan dan satu minuman yang ia pesan, perutnya saat ini sudah benar-benar terisi penuh.


Diao Chan berdiri dari duduknya lalu menundukkan badannya ke arah Fang Lin, "Terima kasih tuan! Anda telah menyelamatkan hidup saya selama dua kali..." Diao Chan berterima kasih dengan perasaan yang tulus.


"Aku juga berterima kasih karena dirimu telah memberikan informasi alam ini kepadaku." Fang Lin tersenyum ketika mengatakan itu lalu menimpalinya, "Jadi kau akan kemana setelah ini?"


Raut wajah Diao Chan tiba-tiba berubah menjadi jelek, Ia tidak tau harus kemana dirinya sekarang karena ia tidak memiliki tempat untuk dituju.


Melihat raut wajah gadis setengah serigala itu berubah menjadi jelek, Fang Lin langsung mengelus kepala gadis itu secara lembut, "Bagaimana kalau ikut denganku? Kau bisa menjadi bagian dari pasukan ku, bahkan jika beruntung kau dapat menjadi bawahan inti ku." Ucap Fang Lin memberi penawaran.


"Bukankah saya akan menjadi beban tuan nantinya?" Diao Chan bertanya dengan nada sedih.


"Hmm? Beban? Tidak sama sekali! Kau baru berumur kurang dari 13 tahun dan sudah mencapai ranah Immortal tanda merah, kenapa aku harus berkata kalau dirimu beban?" Fang Lin menjawab dengan cepat. Ia malah akan merasa senang jika ras setengah serigala ini mau menjadi pengikutnya.


Perlu diketahui, meskipun di Alam ini banyak yang berada di ranah Spiritual God ke atas namun bukan berarti tidak ada yang berada di tingkat Fana dan To God.


Diao Chan yang mendengar jawaban Fang Lin tidak bisa untuk tidak senang, "Benarkah?" Tanya Diao Chan memastikan dengan senyum lebar yang terukir jelas di wajahnya.


"Tentu..." Fang Lin menjawab sembari mengelus kepala Diao Chan dengan lembut.


Diao Chan langsung tersenyum bahagia, matanya sedikit berkaca-kaca karena dirinya mempunyai orang yang dapat ia percaya.


Melihat Diao Chan ingin menangis karena terharu, Fang Lin langsung mengusap mata gadis kecil itu lalu menghiburnya, Ia sungguh paham dengan perasaan Diao Chan saat ini.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Kira-kira ini adalah ilustrasi dari peta Alam Para Monster Dewa:


__ADS_1


__ADS_2