System Sang Immortal

System Sang Immortal
Calon Istri Lagi


__ADS_3

Shui Ru terdiam sesaat lalu menyamakan posisinya agar sejajar dengan pemuda berjubah baru itu, "K-kenapa tuan ingin mengampuniku dan menjadikanku sebagai calon istri?" Tanya Shui Ru dengan nada yang mulai tenang.


"Entahlah... Tidak ada alasannya, Lagipula aku juga akan mengawasimu" Ucap Fang Lin kemudian memegang pundak Shui Ru.


Shui Ru terkejut ketika pemuda berjubah biru didepannya memegang pundaknya, Namun dia tidak mengekspresikan keterkejutannya.


Tak lama kemudian cahaya biru menyelimuti Shui Ru hingga menutupi seluruh tubuhnya, Shui Ru sendiri hanya diam dan tak panik sedikitpun karena menurutnya jika pemuda berjubah biru didepannya tidak berniat untuk membunuhnya.


.....


Setelah 2 menit, Cahaya biru yang menutupi Shui Ru mulai menghilang secara perlahan. Di sisi lain Fang Lin menyimpan pedangnya ke inventory lalu menatap Shui Ru dalam diam. Ia berpikir untuk membawa Shui Ru ke dalam dunia jiwanya.


Saat cahaya biru hilang sepenuhnya, Shui Ru seperti tersadar akan sesuatu lalu melihat ke sekitar seperti orang kebingungan, "Apa yang terjadi barusan?" Tanya Shui Ru tanpa sadar.


"Kau telah melewati array budakku, Untuk berjaga-jaga agar kau tidak mengkhianatiku" Ucap Fang Lin santai lalu menjelaskan tentang array kutukan beserta resiko jika mengkhianati tuannya.


Raut wajah Shui Ru berubah-ubah saat mendengar penjelas dari pemuda berjubah biru didepannya, Ia juga tau nama dari pemuda itu adalah Fang Lin.


Setelah menjelaskan itu Fang Lin mengajak Shui Ru keluar dari sana dan menemui Mue Lian, Fang Lin sempat bertanya-tanya tentang 'Tengkorak Kematian' agar suasananya menjadi tidak hening.


"Pantas saja kakek itu senjatanya adalah palu, Ternyata dia adalah seorang penempa, Sekarang aku mengetahui kalian mendapatkan artefak yang sangat banyak dari mana" Ucap Fang Lin lalu berhenti berjalan, Saat ini dirinya sudah berada di luar depan gedung berlantai 3.


"Lebih baik gedung ini ku hancurkan karena gedung ini menyimpan artefak yang banyak, Akan menjadi masalah jika ada orang lain menemukan tempat ini dan bukan hal yang mustahil peperangan terjadi untuk memperebutkan artefak yang melimpah di gedung ini" Ucap Fang Lin lalu mengangkat tangannya ke atas, Tiba-tiba gumpalan tanah menutupi gedung berlantai 3 tersebut.


Setelah menutupi gedung didepannya menggunakan elemen tanah, Fang Lin lalu menggunakan elemen apinya dan meledakkan gedung itu saat tertutupi oleh tanah yang Fang Lin buat.

__ADS_1


~BOOM~


Ledakan terjadi begitu saja dan membuat beberapa percikan api keluar dari gedung yang Fang Lin tutupi dengan gumpalan tanah, Melihat itu Fang Lin mengerutkan alisnya, Percikan api dari ledakan yang Fang Lin buat membuat hutannya terbakar, "Padahal sudah kututupi dengan elemen tanah yang lebih kuat dari elemen api, Tetapi ledakan dari elemen apiku bisa menembusnya" Gumam Fang Lin pelan lalu membuat hujan dari elemen airnya.


Perlahan hutan yang terbakar menjadi padam setelah hujan turun dari langit, Sebelumnya Fang Lin membuat perisai tak kasat mata untuk melindunginya dan Shui Ru dari air hujan.


Di sisi lain Mue Lian yang sedari menatap tuannya dengan seorang wanita hanya diam, Ia masih terus mengawasi tuannya dari atas pohon, Namun beberapa saat kemudian tuannya memanggil dirinya.


Dalam helaan nafas, Mue Lian sudah berada di depan Fang Lin dan ingin berlutut, Fang Lin yang melihat Mue Lian ingin berlutut segera menghentikannya, Karena dia tidak ingin gaun putih Mue Lian kotor karena tanah.


Fang Lin lalu memperkenalkan Mue Lian kepada Shui Ru, Begitupun dengan sebaliknya. Awalnya Shui Ru terkejut dengan kecantikan dari wanita bernama Mue Lian, Karena kecantikan dari Mue Lian sangat tidak terbatas menurutnya.


Shui Ru hanya menganggukkan kepalanya pelan saat mengetahui jika Mue Lian adalah salah satu calon istri dari Fang Lin, Karena menurutnya itu wajar.


Di sisi lain, Mue Lian menanggapi dengan baik walau mengetahui jika Shui Ru adalah salah satu petinggi pembunuh bayaran. Karena menurutnya, Apapun keputusan yang tuannya pilih maka dia akan menyetujuinya.


Shui Ru mendengar perintah dari Fang Lin hanya mengangguk kepalanya pelan, Dia juga sudah diberi sumberdaya oleh Fang Lin agar dapat menjadi kuat lebih cepat.


***


Di dunia Jiwa Fang Lin.


Fang Lin dan Shui Ru lalu berteleportasi ke tempat Naga Hitam, Ia lalu memperkenalkan satu sama lain dan menyuruh Naga Hitam untuk menjaga Shui Ru.


Naga Hitam yang mendengar perintah dari tuannya hanya menjawab tuannya, Ia lalu memberitahu lokasi yang bagus untuk berkultivasi kepada Shui Ru.

__ADS_1


Shui Ru hanya mengikuti Naga Hitam, Lalu mulai berkultivasi saat sudah mencapai lokasi yang disarankan oleh Naga Hitam.


Fang Lin sendiri tak ingin berlama-lama di dunia jiwa karena dia meninggalkan Mue Lian di dunia luar, Ia lalu teleportasi ke samping Mue Lian.


***


Di tempat Mue Lian.


Kini Mue Lian sedang bersandar di sebuah pohon hijau yang cukup rindang, Saat sedang memikirkan tentang tuannya, Ia sedikit terkejut ketika tuannya sudah berada disampingnya.


"Apakah kamu sudah menunggu lama?" Tanya Fang Lin sambil menatap Mue Lian dari samping kiri.


Mue Lian sedikit terkejut dengan suara tuannya, Namun dia tidak mengekspresikan keterkejutannya, "Tidak tuan..." Ucap Mue Lian sambil menatap tuannya yang berada disampingnya.


Fang Lin tersenyum saat mendengar itu, "Mulai saat ini, Kamu memanggilku 'Fang Gege', Karena kamu adalah salah satu calon istriku" Ucap Fang Lin lalu mengelus pipi Mue Lian yang mulus.


Wajah Mue Lian langsung memerah mendengar itu, Terlebih lagi tangan tuannya saat ini sedang mengelus pipinya, "B-baik T-tua~ Eh... Maksudku F-fang Gege" Ucap Mue Lian dengan gugup, Saat ini jantungnya berdetak begitu kencang.


Fang Lin mendengar itu hanya tersenyum, Lalu mengacak-acak rambut hitam Mue Lian, " Kamu tidak perlu malu hahaha" Tawa Fang Lin saat melihat wajah memerah Mue Lian.


Mue Lian tidak menjawab itu dan menundukkan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat, Ia tidak tau harus menjawab tuannya seperti apa.


Fang Lin lalu mengajak Mue Lian ke sebuah Gua, Ia ingin menyerap aura pembunuh dari seruling kematian, Karena jika dia menyerapnya dia luar maka aura pembunuh yang dikeluarkan seruling kematian akan membunuh hewan-hewan tingkat Fana, Walaupun menguntungkan agar dapat poin system secara gratis, Namun tidak hanya hewan-hewan saja, Pohon dan tumbuhan yang terkena aura pembunuh itu akan ikut mati.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Note: Kenapa alurnya sedikit ngebut? Karena menurut author, Kalau alurnya santai bakal makan satu chapter lagi, Jadi menurut gua lebih enak dipercepat.


__ADS_2