
Sebelum diajak pergi makan malam, Fang Lin diajak oleh Anna untuk berjalan-jalan.
Fang Lin sendiri tidak merasa keberatan karena memang dirinya juga senggang sampai waktu melatih Arthur.
"Omong-omong, apa kamu menyukai alkohol?" Anna bertanya setelah topik pembicaraan sebelumnya selesai.
"Ah, tidak juga. Ada apa memangnya?" sahut Fang Lin, lalu memasang ekspresi penasaran.
"Setelah makan malam, ayo kita minum alkohol." Anna mengajak sembari tersenyum.
Fang Lin jelas merasakan ada niat tersembunyi dibalik ajakan perempuan cantik itu, "Seharusnya tidak ada penjual yang menjual alkohol di wilayah Akademi, dan juga tidak aman jika harus meminum alkohol di tempat terbuka seperti ini."
"Tenang saja, aku mempunyai alkoholnya. Dan, kita bisa meminumnya di kamar asrama agar tidak ketahuan oleh pihak sekolah!" ucap Anna dengan semangat.
"Sepertinya itu bukan ide yang bagus, meminum alkohol di kamar apalagi hanya berduaan pasti akan berbahaya." ucap Fang Lin sembari menggelengkan kepalanya pelan.
Suasana hening usai Fang Lin berkata demikian, Anna kemudian tertawa seolah ucapan pemuda itu lucu.
"Hahahaha.... Kamu tidak perlu khawatir, aku membawa obat agar kita berdua tidak mabuk." ucap Anna menjelaskan.
Fang Lin sebenarnya ingin menolaknya, tetapi ia cukup penasaran dengan motif tersembunyi dari ajakan Anna, "Kalau begitu, aku tidak akan menolak."
Mendengar hal itu Anna langsung tersenyum senang, kemudian membicarakan topik yang lain sampai akhirnya makan malam.
***
Setelah makan malam selesai, Anna membawa Fang Lin ke kamarnya di nomor 307.
Kamar milik Anna sangat bersih dan cukup harum, Fang Lin tidak terlalu memperhatikan karena ia memang sudah mengetahuinya ketika pertama kali menyebarkan Kesadaran Spiritualnya yang mencangkup seluruh sisi gedung asrama.
"Duduk di tempat yang kamu suka, aku akan menyiapkan gelas untuk menaruk alkohol." ucap Anna kemudian pergi ke ruangan kecil yang tidak lain adalah Dapur.
Fang Lin duduk di lantai dan menunggu Anna kembali dalam diam.
Ketika Anna kembali dan duduk di hadapan Fang Lin, dia meletakkan dua gelas yang sudah diisi alkohol dan satu botol besar.
Setelah meletakkan itu, Anna mengeluarkan dua botol kaca berukuran sedang, "Tadaaaa~ Ini adalah obat yang dapat mengurangi rasa mabuk."
Fang Lin bisa menemukan kalau botol kaca tersebut diisi oleh cairan biru, ia mengambilnya dan langsung mengetahui kalau cairan itu memang bisa mengurangi rasa mabuk.
"Kalau begitu, ayo bersulang!" Anna mengambil satu gelas dan mengangkatnya ke depan.
__ADS_1
Fang Lin tentu melakukan hal serupa, mereka berdua kemudian bersulang lalu meminumnya pada saat yang bersama.
"Ah, enaknya..." Anna memasang ekspresi senang.
Fang Lin tidak mengatakan apa-apa, Anna sendiri langsung mengisi ulang alkohol mereka berdua yang sudah habis.
......................
Setelah satu batang dupa terbakar.
Alkohol yang ada di botol besar kini sudah habis, wajah Anna sekarang terlihat sangat merah sementara Fang Lin tidak berpengaruh pada kandung Alkohol tersebut.
Fang Lin mempunyai tubuh spesial, yaitu, tubuh Racun. Dengan begitu, semua racun yang ada di tubuhnya otomatis akan dinetralisir.
"Uh... Sepertinya kamu tidak mabuk... Ya?" Anna bertanya sembari merangkak mendekati pemuda tampan di depannya, "Fang Lin... Rupamu bak malaikat, aku... Tidak pernah melihat pria setampan dirimu..."
"Wajahmu terlalu dekat, lebih baik minum cairan yang bisa menetralkan sedikit rasa mabukmu." ucap Fang Lin dengan tatapan datar.
"Ah... Aku tidak mau..." Anna menggeleng pelan, ia kemudian mundur sedikit lalu hendak membuka bajunya.
"Apa yang kau lakukan?" Fang Lin bertanya setelah menahan pergerakan wanita cantik itu menggunakan Qi.
'Aku... Panas..." Anna mulai melantur, suaranya terdengar pelan, "Hei... Fang Lin..."
"Ayo kita melakukan itu... Aku sudah... Tidak tahan." ucap Anna, wajahnya yang sudah merah menjadi tambah merah.
"Sayang sekali kita tidak bisa melakukannya." Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan.
"Kenapa... Apa karena kekasihmu?! Ayolah, dia tidak akan tau... Dia sekarang pasti berada di tempat yang sangat jauh..." Anna berusaha untuk bergerak, tetapi ada energi yang berbeda dari Mana menahan pergerakannya, "Apakah kamu tidak tertarik padaku?"
"Sepertinya pembicaraan ini tidak ada habisnya, kau mengajakku minum alkohol hanya untuk bermalam denganku? Kau seorang pelacur ternyata." Fang Lin bangkit berdiri dan memperkuat aliran Qi-nya sehingga membuat wanita cantik itu pingsan dalam sekejap, "Motif tersembunyi yang kurasakan sebelumnya adalah ini? Haah... Sangat tidak penting."
Fang Lin langsung menggunakan teleportasi untuk kembali ke kamarnya.
***
Keesokan harinya, di kelas 1-D.
Fang Lin yang sedang menatap ke arah luar jendela sembari memikirkan beberapa hal diganggu oleh seseorang yang datang ke mejanya.
Dia tidak lain adalah Anna, yang kini sedang menampilkan senyum seperti biasanya.
__ADS_1
"Fang Lin, bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Anna dengan sopan.
"Kalau kau mau membicarakan masalah kemarin, lebih baik lupakan saja." sahut Fang Lin acuh tak acuh.
"Tapi sayangnya tidak bisa begitu, aku tidak mau adanya rumor buruk tentangku selama tinggal di Akademi ini."
"Aku tidak tertarik menyebarkan."
"Itu tetap saja beresiko, aku memerlukan jaminan agar kamu tutup mulut tentang masalah itu."
Fang Lin menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mengehembuskannya secara kasar, ia kemudian mengalihkan pandangannya dengan malas dan menatap Anna di sampingnya, "Dalam seminggu lagi, aku akan keluar dari Akademi. Apakah itu cukup?"
Anna tentu saja langsung terkejut mendengar itu, mulutnya sedikit terbuka karena ia tak menyaka kalau Fang Lin akan berkata demikian.
"Apa kau berpikir kalau aku melakukannya untukmu? Itu lelucon yang buruk." Fang Lin menggeleng pelan melihat Anna terdiam selama beberapa waktu.
Anna tersentak sebelum menggelengkan kepalanya, "Jadi, apakah itu adalah rencanamu?"
"Kenapa aku harus memberitahunya padamu?"
"Masuk ke Akademi ini dan keluar setelah satu bulan, apa yang sedang kau rencanakan? Apakah akan ada peristiwa yang terjadi ketika pertandingan antar tahun ajaran dimulai?" Anna bertanya karena merasa sangat penasaran.
"Tidak ada alasan bagiku untuk memberitahu hal itu padamu, jadi lebih baik kau pergi karena Guru akan masuk sebentar lagi." ucap Fang Lin, lalu matanya teralih ke pintu kelas.
Guru Rena masuk ke dalam kelas sesaat setelah Fang Lin berkata demikian.
Anna sendiri melihat Fang Lin sejenak sebelum kembali ke tempat duduknya.
"Setelah tidak bertemu dua minggu, ibu bisa merasakan perbedaan kalian." ucap Guru Rena sembari tersenyum ketika melihat semua muridnya sudah duduk di kursi masing-masing, "Karena minggu depan pertandingan antar tahun ajaran dimulai, ibu harap kalian bisa menjaga kesehatan."
"Kami mengerti, bu." ucap murid serempak.
"Bagus, kalau begitu ibu akan mengajarkan beberapa materi tentang Mana."
......................
Setelah pelajaran selesai, Guru Rena keluar dari kelas usai mengakhiri kata-katanya. Seperti biasanya, para murid langsung pulang ke asrama mereka masing-masing.
Fang Lin sendiri melakukan hal yang serupa, ia melirik ke arah Anna sesaat dan tidak menemukan perempuan itu memberikan tanda-tanda ingin mengikutinya.
Bersambung....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.