
"Sylvia!!..." Teriak pelan Jin Mu saat melihat Sylvia yang sedang melakukan latihan fisik di lapangan.
Di sisi lain, Sylvia yang mendengar suara familiar di telinga-nya langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah sumber suara tersebut.
Sylvia dapat melihat guru-nya yang saat ini sedang melambai-kan tangan-nya ke arah diri-nya sambil tersenyum, Ia hanya bisa tersenyum melihat hal itu dan langsung berlari pelan ke arah Jin Mu.
"Guru!!..." Sapa Sylvia lalu menangkup-kan tangan-nya.
Jin Mu hanya tersenyum melihat Sylvia, Ia kemudian mengeluarkan sebuah pil kuning kecil dan mengulur-kan tangan-nya yang terdapat pil ke arah Sylvia, "Ambil-lah... Pil ini dapat memulihkan sebuah Qi, Meskipun berbeda dengan energi Mana tetapi tidak ada salah-nya untuk mencoba bukan?" Ucap Jin Mu sambil tersenyum.
Sylvia mengangguk-kan kepala-nya patuh, Ia lalu mengambil pil kuning tersebut dari tangan guru-nya dan langsung memakan-nya.
~HAP~
~Glek~
Sylvia langsung menelan pil kuning tersebut dan memposisikan diri-nya menjadi bermeditasi, Ia memejamkan mata-nya dan mencoba menenangkan pikiran-nya.
~Whooshhhh~
Energi Qi seketika mengumpul di sekitar Sylvia, Namun aneh-nya energi Qi yang mengelilingi tubuh Sylvia saat ini tidak dapat memasuki tubuh-nya seolah tubuh Sylvia menolak mentah-mentah keberadaan energi Qi.
Jin Mu yang melihat hal itu hanya bisa melebarkan mata-nya seperti tidak percaya dengan apa yang dilihat-nya sekarang, "Apa-apaan ini... Kenapa energi Qi tidak bisa memasuki tubuh Sylvia? Seolah tubuh-nya menolak keberadaan energi Qi" Gumam Jin Mu tidak percaya. Ia baru pertama kali melihat seorang manusia yang tubuh-nya dapat menolak energi asing yang masuk kepada-nya.
Tentu diri-nya terkejut akan hal itu, Karena biasa-nya energi Qi akan cocok pada tubuh manusia, Bahkan ke-seorang sampah sekalipun. Tetapi hal ini berbeda dari yang lain-nya, Ia baru pertama kali melihat kalau tubuh manusia menolak keberadaan energi Qi.
"Bukan Sylvia yang tidak dapat menyerap Qi, Akan tetapi tubuh-nya seakan punya kesadaran sendiri untuk menolak keberadaan energi Qi... Ini sungguh aneh, Aku baru pertama kali melihat kejadian ini" Gumam Jin Mu tidak percaya.
__ADS_1
Di Sisi Lain, Ke-14 anak berbakat pilihan Jin Mu saat ini sedang menonton Sylvia yang sedang bermeditasi, Mereka semua begitu takjub ketika rambut putih Sylvia saat ini sedang berkibar karena angin sekeliling-nya.
Mereka semua baru menyadari kalau Sylvia adalah wanita paling cantik yang pernah mereka temui, Ke-14 anak tersebut seakan melupakan kuping aneh yang Sylvia miliki.
Saat ini mereka terlalu takjub dengan rupa cantik yang dimiliki oleh Sylvia, Bahkan beberapa anak laki-laki disana mulai berpikir untuk menikahi Sylvia di masa depan nanti.
Jin Mu yang menyadari kalau 14 anak pilihan-nya kini sedang mengamati Sylvia hanya diam, Saat ini otak-nya sedang dipenuhi dengan rencana kedepan-nya mengenai Sylvia.
"Sial, Sial... Seseorang yang pandai akan sihir memang-lah langka, Akan tetapi anak ini tidak akan berguna di masa depan jika dia masih tidak mempunyai energi Mana" Batin Jin Mu mengumpat kesal. Ia sungguh menyayangkan kalau ingin membuang Sylvia.
"Jika memang kedepan-nya anak ini masih tidak berguna, Maka mau tak mau aku harus melelang-nya" Lanjut Jin Mu membantin.
Jin Mu menggelengkan kepala-nya pelan lalu mengatakan dengan nada tenang, "Berhenti Sylvia... Cara ini juga tidak berhasil" Ucap Jin Mu sambil memegang pundak Sylvia.
Sedangkan mata Sylvia langsung terbuka saat menyadari pundak-nya di sentuh oleh seseorang, Ia dapat melihat kalau guru-nya sedang memegang pundak-nya.
"Jangan menangis... Masih ada cara lain yang harus ku-coba" Ucap Jin Mu mencoba menghibur Sylvia. Ia melakukan itu karena tidak ingin pikiran Sylvia kacau dan membuat rencana-nya gagal.
Karena cara-nya yang satu ini setidaknya membutuhkan hati yang damai serta pikiran yang tenang.
Sylvia mengangguk-kan kepala-nya mendengar ucapan guru-nya, Ia mengusap kedua mata-nya untuk membersihkan air mata yang sudah membendung di mata-nya.
Selesai membersihkan air mata-nya, Sylvia langsung berdiri dari posisi meditasi-nya, "Baik-lah guru... Lalu apakah ada cara lain yang ingin guru lakukan?" Tanya Sylvia dengan nada penasaran.
Jin Mu yang mendengar pertanyaan Sylvia hanya mengangguk-kan kepala-nya untuk menanggapi hal itu, "Lakukan posisi sila seperti tadi, Aku ingin mencoba mentransfer Qi yang kumiliki ke tubuh-mu" Ucap Jin Mu dan diangguki patuh oleh Sylvia.
Sylvia segera melakukan posisi sila seperti tadi, Ia lalu menatap guru-nya dengan penuh harapan, "Semoga kali ini aku dapat menyerap energi Qi!" Batin Sylvia yang dipenuhi dengan semangat.
__ADS_1
Melihat Sylvia yang sudah melakukan posisi sila, Jin Mu segera ikut melakukan-nya namun diri-nya melakukan itu di belakang punggu Sylvia, "Tarik nafas yang panjang lalu keluarkan dengan perlahan, Setelah itu pejamkan mata-mu dan tenangkan seluruh pikiran-mu. Anggap saja saat ini kau tidak mendengar apapun seperti berada di ruang kekosongan" Ucap Jin Mu pelan dan diangguki kembali oleh Sylvia.
Sylvia sendiri langsung menarik nafas-nya dalam-dalam lalu mengeluarkan-nya secara perlahan, Ia menenangkan segala pikiran-nya dan membayangkan kalau diri-nya berada di sebuah tempat yang hanya terdapat diri-nya sendiri.
Jin Mu yang merasakan kalau Sylvia sudah melakukan fokus tingkat tinggi hanya tersenyum tipis, Ia lalu menaruh kedua tangan-nya ke dekat punggung Sylvia namun tidak sampai menyentuh-nya.
Jin Mu tidak melakukan hal tersebut karena diri-nya tidak ingin konsentrasi Sylvia terbuyar karena sentuhan fisik-nya.
~Siingggg~
Seketika cahaya kuning menyelimuti tangan Jin Mu dan sebuah energi perlahan melayang dari tangan Jin Mu menuju ke tubuh Sylvia.
Jin Mu menutup mata-nya perlahan dan meningkatkan konsentrasi hingga tingkat tertinggi. Ia melakukan-nya sampai sejauh ini karena tidak ingin Sylvia menjadi seorang sampah, Dia bukan peduli kepada Sylvia akan tetapi dia melakukan ini semua karena tidak ingin raja-nya kecewa pada diri-nya.
Sylvia saat ini seperti sedang berada di sebuah taman bunga tanpa ujung dan terdapat sebuah gazebo mewah yang terbuat dari batu berwarna putih indah.
Sylvia hanya bisa berdecak kagum ketika melihat taman bunga yang ada disekitar-nya, Ia lalu menatap ke arah gazebo yang berada di tengah-tengah taman bunga itu lalu menyipitkan mata-nya.
Sylvia seperti melihat sesuatu yang mirip di atas meja batu indah dan hewan tersebut kini sedang berdiri sambil menatap diri-nya.
Rasa penasaran-nya menjadi membesar dan membuat-ny berjalan pelan ke arah gazebo tersebut, Ia tidak berpikir lebih jauh karena diri-nya merasa kalau saat ini dia sedang bermimpi.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: Gak tau apa nama-nya, Sementara pondok dulu. Biasa kalo di anime kan ada kek pondok tuh di tengah-tengah taman bunga, Bagi yang tau tolong kasih tau.
__ADS_1
Tolong ini mah kasih tau, Soalnya ngerasa jelek kalau dinamain pondok wkwkwk