
Fang Lin membatalkan Segel Keempat Ashura, sesaat setelahnya Li Zu Xing dan Sun Wukong datang lalu menyerangnya secara brutal.
Setiap serangan yang mereka berdua lancarkan setidaknya dapat menghancurkan sebuah Bintang.
Fang Lin perlahan terpojok ketika menerima serangan mereka berdua, entah kenapa kekuatan serta kecepatan mereka meningkat banyak dari sebelumnya.
"Sepertinya mereka bertambah kuat berkat transformasi yang mereka lakukan..." Batin Fang Lin dengan raut wajah serius, ia sebenarnya sudah mengeluarkan seluruh kekuatan penuhnya tetapi mereka berdua nyatanya lebih kuat darinya yang sekarang.
Fang Lin kemudian melapisi tubuhnya dengan elemen petir dan membuat kecepatannya meningkat meskipun tidak terlalu pesat.
Li Zu Xing dan Sun Wukong mengeluarkan banyak jurus yang membuat Fang Lin semakin terpojok, tetapi dari semua serangan yang mereka lancarkan hanya sedikit yang dapat membuatnya terluka, sekalipun Fang Lin terluka dia akan terus beregenerasi tanpa henti.
"Wukong... Gunakan senjata yang dapat menghentikan atau setidaknya memperlambat regenerasinya." Li Zu Xing berkata lewat telepati, menurutnya tongkat yang Sun Wukong pakai tidak terlalu berpengaruh kepada Fang Lin.
Sun Wukong terdiam mendengarnya, ia mengingat-ingat apakah dirinya mempunyai senjata semacam itu atau tidak.
"Saya mempunyai pedang Naga Emas Surgawi, tetapi saya tidak terlalu menguasainya..." Balas Sun Wukong cepat.
"Gunakan saja, setidaknya kita dapat membuatnya semakin terpojok." Li Zu Xing berkata dengan cepat.
Sun Wukong menganggukkan kepalanya pelan, ia mau tak mau harus membuang tongkat emas di tangannya lalu mengeluarkan pedang Naga Emas Surgawi dari dunia jiwanya.
Fang Lin sedikit melebarkan ketika Sun Wukong mengganti senjatanya, ia jelas mengetahui pedang Naga Emas Surgawi yang dipegang olehnya karena pedang tersebut sebenarnya milik Yuan Zhong.
"Bajingan tidak tau diri, memakai senjata Guru yang jelas bukan hak milikmu!" Fang Lin berteriak marah di sela-sela pertempuran.
Sedangkan Sun Wukong yang mendengarnya langsung tertawa sinis, "Apa salahnya? Pedang ini sudah kuambil alih karena gurumu telah terbunuh, jadi secara tidak langsung tidak ada seorangpun yang mempunyai hak atas pedang ini." Ucap Sun Wukong santai.
Mendengarnya membuat Fang Lin semakin marah, ia menggunakan Mata Kehancuran dan membuat Sun Wukong terpental ke belakang dalam kondisi luka parah.
Li Zu Xing yang menyaksikannya tidak bisa untuk tidak terkejut, "Bagaimana mungkin dalam satu serangan membuat Wukong sekarat?!" Li Zu Xing tentu sulit untuk mempercayainya.
Tingkat tubuh Sun Wukong berada di tingkat Dewa Level 2, menurutnya hampir mustahil untuk membuatnya langsung sekarat dalam sekali serang, kecuali dia memiliki kekuatan setara Absolute Universe.
Sesaat setelah Fang Lin menggunakan mata kehancuran, kepalanya tiba-tiba saja berdengung dan membuatnya terpental oleh serangan Li Zu Xing.
Mendapatkan kesempatan semacam itu, Li Zu Xing tidak membiarkan Fang Lin untuk bergerak, ia menyerangnya dari berbagai arah tanpa berkedip sedikitpun.
Li Zu Xing akan mengulur waktu sebisa mungkin atau mungkin mengalahkannya, ia ingin memberi waktu untuknya (Sun Wukong) memulihkan diri.
"Sialan, menggunakan mata kehancuran sedikit mengguncang pikiranku... Aku jadi sedikit lengah barusan." Fang Lin membatin. Meskipun begitu mereka berada di dalam domainnya, yang dimana daerah kekuasaannya yang bisa ia lakukan sesukanya hanya dengan pikiran saja.
Bam!
Li Zu Xing terpental ke samping ketika mendapatkan serangan dari sebuah golem yang tercipta dari Elemen Es.
Groarghh!
Golem es tersebut berteriak dan melesat ke arah Li Zu Xing dengan sangat cepat.
__ADS_1
Li Zu Xing sendiri yang baru saja menyeimbangkan posisi tubuhnya spontan melakukan posisi bertahan ketika Golem es datang kepadanya dan menyerangnya.
Kecepatan serangan Golem es itu secepat cahaya dan tidak membuat Li Zu Xing kesulitan sedikitpun.
Li Zu Xing menyerangnya dengan sangat cepat dan membuat dia terpental jauh ke belakang, ketika ia ingin mengalihkan pandangannya ke arah Fang Lin, tiba-tiba saja sebuah penjara tertutup tercipta dan mengurungnya.
Fang Lin sendiri yang melihat Li Zu Xing sudah terkurung dalam kurungannya langsung meniadakan banyak hukum di kurungan tersebut.
Setelah itu, Fang Lin melesat ke arah Sun Wukong dan mendapatinya yang berada dalam keadaan pingsan, "Heh... Meskipun efek penggunaan Mata Kehancuran sedikit menyebalkan tetapi itu setimpal dengan sekaratnya Dewa Kera." Fang Lin berkata dengan nada senang.
Fang Lin kemudian melayangkan tubuh Sun Wukong yang terluka parah lalu mengikat kaki dan tangannya dengan rantai.
Sun Wukong sekarang melayang karena ikatan rantai yang mengikatnya, kondisinya sekarang sama persis dengan kondisi Yuan Zhong waktu itu.
Pupil mata Fang Lin yang tadinya berwarna merah dengan simbol aneh, kini kembali berubah menjadi biru safir.
Fang Lin menyimpan kedua pedangnya di inventory lalu berjalan mendekati tubuh Sun Wukong, ia kemudian menggeledah apa yang dibalik zirahnya dan mendapati sebuah botol coklat berukuran sedang.
"Sepertinya ini adalah botol yang menyegel roh Guru, desainnya tidak terlalu berbeda jauh dengan artefak botol penyegel dewa milikku." Ucap Fang Lin dalam hati.
Fang Lin tanpa banyak bicara lagi langsung membuka tutup botol tersebut, lalu memasukkan Kesadaran Spiritualnya ke dalam botol tersebut.
Dalam sekejap, Fang Lin menemukan roh Yuan Zhong yang sedang terduduk lemas di dinding, ia dengan segera mengeluarkannya dari sana.
"Guru..." Lirih Fang Lin sembari tersenyum.
Roh Yuan Zhong yang matanya terpejam perlahan membukanya, betapa terkejutnya ia ketika mendapati muridnya yang tidak lain adalah Fang Lin sedang tersenyum ke arahnya.
Fang Lin tersenyum senang, ia langsung memeluk roh Gurunya itu dan menjawab, "Tentu saja aku disini untuk menyelematkanmu, Guru. Memangnya apa lagi."
Yuan Zhong tidak bisa berkata-kata mendengarnya, "Memangnya kau mampu?" Tanyanya yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Fang Lin tersenyum kecut, "Kau Guru bodoh, tentu saja aku mampu... Jika saja aku tidak mampu, aku tidak akan berada disini dan memelukmu." Jawabnya cepat.
Yuan Zhong terdiam mendengarnya, ia membalas pelukan muridnya cukup erat, sudah lama dirinya tersiksa dan tidak merasakan kehangatan semacam ini.
Selang beberapa waktu, Fang Lin melepaskan pelukannya begitu juga dengan Yuan Zhong.
Yuan Zhong sendiri langsung mengedarkan pandangannya dan begitu terkejut mendapati Sun Wukong yang terikat dengan rantai es.
"Dia Dewa Kera?!" Tanya Yuan Zhong sambil menatap Fang Lin.
Fang Lin menganggukkan kepalanya, "Tentu saja. Kau tau guru? Aku sendiri yang mengalahkannya..." Fang Lin berkata dengan nada sombong.
Mulut Yuan Zhong menganga mendengarnya, "Kau serius?! Dia asli kan?" Yuan Zhong sulit untuk mempercayainya. Bagaimana mungkin Fang Lin yang seorang Demi-God bisa mengalahkan Binatang Primordial?! Bahkan dirinya sendiri saja mustahil mengalahkannya dalam kondisi prima sekalipun.
Fang Lin yang melihat keterkejutan Gurunya tertawa lantang, "Kita akan bahas ini nanti Guru... Lebih baik Guru beristirahat di dalam Dunia Jiwaku." Ucap Fang Lin dengan suara pelan.
Yuan Zhong tidak banyak bertanya dan hanya mengangguk saja, pikirannya saat ini sedang larut dalam keterkejutan.
__ADS_1
Fang Lin yang melihat anggukan gurunya langsung memindahkannya ke Dunia Jiwa, setelah itu ia menghubungi Yue lewat telepati untuk menuntun gurunya beristirahat.
Setelah menghubungi Yue, Fang Lin menatap ke arah Sun Wukong, ia tersenyum tipis lalu berkata, "Bangunlah, berhenti berpura-pura pingsan."
Usai menyelesaikan kata-katanya, mata Sun Wukong perlahan terbuka, ia langsung menatap Fang Lin dan menatapnya dengan tatapan rumit, "Bajingan... Aku tidak memiliki wajah untuk mengobrol dengannya (Yuan Zhong)." Sun Wukong berkata dengan suara serak.
Fang Lin tertawa mengejek mendengarnya, "Kau masih bersikap arogan, meskipun sudah berada di dalam kondisi seperti ini." Ucap Fang Lin dengan nada sinis.
Sun Wukong memutar bola matanya malas, "Lalu aku harus apa? Memohon padamu untuk membiarkanku hidup? Hahahaha... Bahkan jika ada pilihan untuk masuk ke dalam Neraka, aku lebih memilih berada di Neraka." Ucap Sun Wukong sinis. Tentu saja dirinya tidak ingin menjatuhkan harga dirinya untuk memohon kepada Fang Lin, agar ia bisa hidup lebih lama.
"Oh... Sungguh berani, aku suka dengan sifatmu..." Fang Lin berkata lalu menyembuhkannya dengan Api Putih.
Sun Wukong yang melihat Fang Lin menyembuhkan seluruh lukanya langsung mengerutkan alisnya, ia tentu merasa keanehan dengan apa yang dilakukan olehnya.
Setelah sembuh, Fang Lin tersenyum tipis dan dalam sekejap Api Putih tersebut berubah menjadi Api Hitam.
Sun Wukong melebarkan matanya, ia sebenarnya tidak ingin berteriak tetapi panas yang dirinya rasakan benar-benar membuatnya tidak menahan diri.
Ketika Api hitam tersebut hampir membakar habis seluruh tubuhnya, tiba-tiba saja Api Hitam yang membakar tubuhnya menghilang digantikan dengan Api Putih.
"Selamat datang di Neraka..." Fang Lin tersenyum lebar dengan wajah yang menyeramkan.
Sun Wukong menelan ludahnya dan berusaha meronta untuk melepaskan ikatan rantai yang mengikat kaki serta tangannya, tetapi mau sebanyak apapun usahanya ia tidak dapat melepaskannya.
Sun Wukong hanya bisa pasrah ketika Api Hitam membakar tubuhnya kembali.
Sedangkan Fang Lin menciptakan singgasana es di belakangnya lalu duduk dan menyaksikan Dewa Kera yang berteriak kesakitan.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Numpang Promosi Novel! Mulai Update Januari Nanti!
Novel: Legenda Raja Kultivator.
Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.
Kekayaan dan Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.
Tujuanku yang sebenarnya adalah Kekuatan!
Menjadi yang terkuat hingga dijuluki Raja Kultivator adalah suatu kepuasan bagi seorang kultivator bernama Xiao Chen.
Namun kekuatannya yang sekarang bagaikan semut yang bahkan tidak pantas dipandang oleh kultivator-kultivator kuat dari berbagai macam Dunia.
Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.
Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi yang terkuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.
__ADS_1
Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!
Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?