System Sang Immortal

System Sang Immortal
Masa Lalu


__ADS_3

"Sepertinya kau memang tidak mengingatnya..." Yuan Zhong menghela nafas pendek setelah mengatakan itu, "Apa di masa depan nanti, aku memang terkena hukum penghapusan identitas?"


Yuan Zhong bergumam sambil memegang dagunya, ia berpikir keras mengenai itu.


Fang Lin sendiri juga sedang berpikir keras untuk mengenali pria bernama Yuan Zhong di depannya, namun cukup lama ia memikirkannya tapi masih tetap tidak bisa mengingatnya.


Beberapa saat kemudian, Yuan Zhong menghela nafas panjang lalu menatap roh Fang Lin yang melayang di udara, "Jadi, apa alasanmu ada di sini?"


Fang Lin tersentak dan menatap Yuan Zhong, ia terdiam sejenak sebelum memberitahu kalau dirinya kemari untuk mencari tau alasan doa berperang melawan Alam Dewa dan siapa sosok yang terkena hukum penghapusan identitas.


Beberapa menit kemudian, Yuan Zhong langsung tertawa kencang saat mendengar cerita dari Fang Lin, "Hahahaha... Kau menang melawan Alam Dewa? Itu luar biasa!" Puji Yuan Zhong sambil berdecak kagum, "Lalu, apa yang kau lakukan usai memenangkan perang itu?"


"Tentu saja kembali ke tempatku. Sejak awal, aku sudah lupa alasanku di sana..." Jawab Fang Lin, lalu menimpali, "Meski begitu, aku sudah tau kalau ada orang yang terkena penghapusan identitas, dan itu disebabkan oleh diriku..."


Yuan Zhong mengangguk paham, "Jadi benar ya, aku terkena hukum penghapus identitas. Ukh... Itu mengerikan..." Gumamnya dengan raut wajah rumit.


Fang Lin mengerutkan alisnya, "Kau... Apa benar dirimu bisa melihat masa depan?" Tanyanya memastikan.


Yuan Zhong mengangkat sudut bibirnya, "Apa kau ingin tau kenapa aku bisa mengetahui masa depan, dan juga bisa mengobrol denganmu saat ini?"


"Ya. Aku perlu mengetahuinya..." Fang Lin mengangguk dengan raut wajah serius.


Yuan Zhong tersenyum tipis, ia kemudian memberitahu kalau dirinya bisa melihat masa depan karena tubuhnya yang terikat dengan konsep waktu.


Yuan Zhong memang bisa melihat masa depan, tetapi itu hanya sebagian saja atau bahkan samar-samar. Bayaran setelah melihat masa depan juga cukup merugikan dirinya, karena Yuan Zhong harus merelakan sepuluh persen kekuatan sejatinya.


Kekuatan sejati yang telah hilang tidak mungkin bisa dipulihkan, untuk mendapatkannya kembali seseorang harus berlatih sampai mendapatkan kekuatan baru yang setara dengan kekuatan sejati yang sudah hilang.

__ADS_1


Itulah mengapa ada rumor yang beredar kalau Dewa Perang semakin melemah, alasannya karena memang kekuatan sejati Yuan Zhong sudah menjadi bayaran untuk melihat masa depan.


Fang Lin yang mendengar itu memegang dagunya. Seingat dia, Yue pernah bilang kalau masa depan tidak bisa dilihat oleh siapapun itu, bahkan untuk seorang Absolute. Jadi, bagaimana mungkin Yuan Zhong bisa melakukannya?


"Pasti kau bingung, kan. Tapi, percaya atau tidak itu adalah kenyataannya..." Ucap Yuan Zhong, lalu menimpali, "Dan, aku bisa mengobrol denganmu sekarang, itu karena penglihatan dari masa depanku..."


Fang Lin terdiam cukup lama mendengarnya, "Jadi, anak kecil yang ada di belakang itu adalah diriku di masa lalu?" Tanya Fang Lin untuk memastikan.


"Benar sekali." Jawab Yuan Zhong dan dengan segera melanjuti, "Kau memang tidak ingat tempat ini, tapi saat pertama kali datang kemari kau merasa familiar bukan?"


Yuan Zhong tersenyum, sedangkan Fang Lin menunjukkan raut wajah yang rumit. Dia mulai percaya kalau pria tampan berjubah putih itu adalah sosok yang terkena hukum penghapusan identitas, sekaligus gurunya yang pertama.


Beberapa menit terdiam, Fang Lin akhirnya membuka mulut dan berbicara, "Aku percaya... Dan, maafkan aku..."


Fang Lin terbang mendekati Yuan Zhong, ia menundukkan badannya serendah mungkin dan meminta maaf setulus mungkin.


"Ah, benar juga..." Fang Lin menegakkan badannya, "Kenapa guru menjadikanku sebagai murid, padahal kau tau masa depan yang buruk akan menanti jika melakukannya..." Tanyanya keheranan.


Yuan Zhong tersenyum, lalu menepuk kepala Fang Lin dengan tangan kanannya, "Kau spesial, Fang'er. Meskipun aku sudah tau resikonya, tapi mengembangkan murid sepertimu adalah pilihan yang tepat. Toh, jika aku tidak ikut campur, cepat atau lambat dirimu juga ke Alam Dewa..."


"Hm? Apa maksudnya?" Fang Lin penasaran dengan kalimat terakhir gurunya.


"Hahaha... Kau tidak perlu tau, aku tidak ingin masa depan berubah..." Yuan Zhong tertawa pelan, "Ngomong-ngomong, apa kau sudah berhasil mengalahkan musuhmu?"


Fang Lin sedikit melebarkan mata, "Apa guru mengetahuinya?"


Yuan Zhong mengangguk, "Tentu, tapi hanya sebagian kecil saja..."

__ADS_1


"Begitu, ya. Aku berhasil mengalahkannya, dia lawan yang kuat dan juga berbahaya..." Jawab Fang Lin dengan suara tenang.


"Hoo... Menarik. Lalu, berapa lama kau bisa bertahan di masa lalu? Aku tau kau membutuhkan banyak energi untuk melakukan ini..." Tanya Yuan Zhong santai.


Fang Lin tersenyum kecut, "Mungkin tidak sampai satu hari, guru..." Jawab Fang Lin, lalu menimpali, "Ngomong-ngomong, apa guru ingin ikut bersamaku ke masa depan? Aku pasti akan melindungimu dari bahaya apapun itu..."


Yuan Zhong menggeleng sambil tersenyum, "Aku tau kamu bukan orang yang bodoh. Masa depan akan berubah jika aku ikut bersamamu, dan kita berdua tidak tau perubahan apa yang terjadi nantinya..."


Fang Lin terdiam sejenak sebelum menghela nafas panjang, "Aku mengerti. Tapi, apa guru baik-baik saja menerima takdir semacam itu?" Tanya Fang Lin dengan perasaan yang sulit dijelaskan.


Yuan Zhong mengangguk, "Aku sudah hidup selama jutaan tahun lamanya. Hidupku sudah sangat membosankan dan aku tidak mempunyai seseorang yang bisa kupanggil keluarga, kecuali dirimu. Jadi, menghilang dengan cara seperti itu adalah hal yang keren bagiku." Jawab Yuan Zhong santai.


Fang Lin merapatkan giginya, "Bagaimana dengan orang-orang yang kau kenal dengan dekat?! Apa kau sama sekali tidak memikirkan perasaan mereka?!" Fang Lin bertanya dengan perasaan emosi, ia sangat kesal dengan jalan pikir gurunya itu.


"Aku memikirkannya, kok. Namun keputusanku sudah sangat matang, tolong hargai itu..." Yuan Zhong menjawab sambil tersenyum lembut.


Fang Lin menggenggam erat kedua tangannya dengan perasaan kesal. Beberapa saat kemudian, dia menghela nafas panjang dan memilih untuk menghargai keputusan gurunya.


"Baiklah, jika itu maumu, guru." Fang Lin meredam perasaan marahnya, lalu tersenyum, "Bisakah aku meminta ingatan masa depanmu, guru? Tidak perlu semuanya, aku hanya perlu ingatan saat kita bersama saja."


Yuan Zhong mengangguk pelan, "Boleh. Aku sudah menyiapkan jauh sebelum kau datang kemari..."


Yuan Zhong mengangkat tangan kanannya, cahaya putih kecil keluar dari ujung jari telunjuknya dan kemudian melayang di udara.


Cahaya putih tersebut menembus dahi Fang Lin, dan seketika itu juga kilasan-kilasan ingatan muncul di dalam pikirannya.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2