System Sang Immortal

System Sang Immortal
Gua Misterius


__ADS_3

Di Wilayah Inti Hutan Terlarang, Wilayah Raja Kera Api


Seekor kera api bertanduk merah besar dengan bulu berbalut api kini sedang duduk disebuah batu besar sambil memejamkan matanya. Dia adalah raja kera api, Go Men


Krrkk.


Crakkkk.


Sebuah bola kristal kecil berwana hijau yang tadinya bersinar terang kini menjadi retak dan perlahan mulai menggelap.


Go Men langsung membuka matanya dan menengok ke arah suara retakan yang didengarnya.


Betapa terkejutnya dia melihat sebuah kristal kehidupan milik anaknya yang sudah gelap.


DUARRR....


Tiba-tiba sebuah aura pembunuh pekat keluar dari raja kera api setelah melihat bola kristal yang sudah gelap.


Bola kristal tersebut adalah sebuah artefak yang memiliki fungsi mendeteksi kehidupan. Contoh, Jika seseorang meneteskan darahnya ke arah kristal maka kristal tersebut akan bersinar terang yang menandakan sebuah kehidupan dari pemilik darah, Dan sebaliknya jika kristal itu mulai menggelap maka kehidupan dari pemilik darah tersebut juga melemah hingga mati.


"B*jingan! Siapa yang berani membunuh anakku?!!" Teriak Go Men marah dan terus mengeluarkan aura pembunuh.


Go Men langsung melesat dengan cepat ke arah kediamannya yang tidak jauh dari sana.


Disisi lain para prajurit kera api yang melihat rajanya melesat dengan cepat dan mengeluarkan aura membunuh hanya bisa menundukkan kepala dan berkeringat dingin.


***


Dikediaman Raja Kera api


Kini para petinggi kera api sedang berbicara ringan disebuah kursi batu yang cukup besar.


"Sungguh menyebalkan penguasa hutan yang baru, Tidak boleh membunuh manusia? Apa-apaan itu" Ucap Go Chun kesal, Dia adalah petinggi kera api terkuat no 3.


"Hahahaha, Tenanglah saudaraku, Kau masih bisa membunuh manusia jika tidak ketahuan" Ucap Kera api yang tampak riang, Go Yeng seorang petinggi terkuat no 2.


"Kau benar saudaraku, Tapi tetap saja rapat hari ini sungguh tidak bermutu" Gerutu Go Chun namun membenarkan perkataan saudaranya.


"Ngomong-ngomong, Pangeran ada dimana?" Tanya Go Chun penasaran.


"Entahlah, Aku belum mel-" Ucapan Go Yeng terhenti ketika merasakan ada aura pembunuh yang mendekat ke arah mereka.


"Siaga!" Teriak Go Yeng lantang dan membuat para petinggi langsung bersiaga.


Para petinggi kera api bersiaga dan menatap tajam ke arah pintu masuk.


"Aura ini..." Gumam Go Yeng yang mengerutkan alisnya.

__ADS_1


Go Yeng langsung mengangkat tangan kanannya yang berisyarat untuk tenang.


"Berhenti! Ini adalah aura milik raja" Teriak Go Yeng.


"Raja? Kenapa dia mengeluarkan aura membunuh?" Tanya Go Chun penasaran.


"Entahlah" Jawab Go Yeng singkat dan kini raut wajahnya berubah serius


DUARRR...


Pintu besar yang terbuat dari batu besar tersebut hancur berkeping-keping, Disana memperlihatkan Raja kera api dengan raut wajah yang marah.


"Kalian! Siapkan pasukan sekarang! Cari mayat anakku dan bawa kemari!" Teriak Go Men dengan lantang.


"Mayat Pangeran!" Serempak mereka terkejut.


Mereka semua yang mendengar itu kaget sekaligus terkejut, Mereka ingin bertanya akan tetapi melihat rajanya terus-menerus mengeluarkan aura membunuh membuat mereka mengurungkan niat untuk bertanya.


"Baik raja!" Ucap mereka serempak lalu keluar dari kediaman dengan cepat.


***


Diwilayah dalam hutan terlarang


Kini Yang Jian dan Guo Ren masih mengeluarkan inti hewan dari kera api, Sedangkan Fang Lin hanya duduk didekat pohon sambil melihat bawahannya mengumpulkan inti hewan.


[Ding! Disekitar tuan terdapat sebuah goa yang memilik sedikit aura dewa namun dipintu masuk goa tersebut terdapat sebuah ilusi tingkat tinggi yang mustahil dimasuki oleh tingkat Fana dan To God]


"Aura dewa? Apa maksudmu?" Tanya Fang Lin kebingungan.


[Aura yang dimiliki oleh seseorang yang sudah mencapai tingkat dewa]


"Tingkat dewa?!" Batin Fang Lin terkejut.


[Benar, Setelah seorang kultivator mencapai tingkat To God maka orang tersebut akan menerima ujian dari surga untuk mencapai tingkat selanjutnya]


"Kupikir tingkat True God sudah termasuk tingkat tertinggi" Lanjutnya membatin sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Lalu apa yang didalam gua itu?" Tanya Fang Lin ke system.


[System tidak mengetahuinya]


"Apakah ada cara lain memasuki goa tersebut?" Tanyanya lagi.


[Ding! System bisa membantu tuan untuk memasuki goa tanpa kesulitan


"Bagus! Mari kesana" Gumam Fang Lin semangat.

__ADS_1


Disisi lain Yang Jian dan Guo Ren sudah selesai mengumpulkan inti hewan kera api dan menghampiri tuannya.


"Tuan kami sudah selesai" Ucap Yang Jian yang membawa cukup banyak inti kera api.


Fang Lin menganggukan kepala dan berkata "Taruh bawah"


Yang Jian dan Guo Ren segera menaruh ketanah.


"System, beli 2 cincin penyimpanan yang luas beserta sumber daya yang cukup"


[Ding! Membeli 2 penyimpanan dan sumber daya, Mengurangi 1.100.000 Poin]


[Sisa Poin \= 68 Juta poin]


Fang Lin lalu mengeluarkan cincin penyimpanan dari inventory dan melemparnya ke arah Yang Jian dan Guo Ren.


Yang Jian dan Guo Ren langsung menangkap apa yang dilempar tuannya, Mereka melihat sebuah cincin polos berwarna silver layaknya cincin biasa pada umumnya.


"Tuan ini..." Lirih Guo Ren.


"Itu untuk kalian, Akan lebih mudah jika kalian membawa bawaan seperti tadi" Ucap Fang Lin seraya memasukkan inti kera api ke dalam inventory.


"Ayo kita pergi dari sini" Ucap Fang Lin dan diangguki oleh bawahannya.


Mereka langsung pergi ke arah utara untuk melanjutkan perjalanan ke kerajaan zhou, Kebetulan arah goa yang system katakan juga berada diutara jadi Fang Lin tidak perlu repot-repot merubah arah perjalanan.


Fang Lin dan bawahannya melesat dengan cepat tanpa beristirahat sedikitpun selama berjam-jam. Wilayah dalam hutan memang cukup luas dan jarak antara wilayah dalam ke wilayah inti bisa ratusan kilometer.


...


"Akhirnya sampai" Ucap Fang Lin dengan nada senang.


"Sampai?" Ucap Guo Ren mengerutkan dahinya.


"Benar" Ucap Fang Lin tersenyum sambil menatap keatas.


Fang Lin dan bawahannya kinii berada didepan sebuah batu yang cukup besar dan dibelakangnya ada sebuah bukit, Batu tersebut memiliki besar seperti 2 ekor gajah dan memiliki tinggi setara leher jerapah.


"System bagaimana cara menghancurkan ilusi ini?" Tanya Fang Lin.


[Ding! Tuan hanya perlu menempelkan kedua tangan sambil menutup mata, Sisanya akan system urus]


"Baik, Tolong bantuannya" Ucap Fang Lin lalu menempelkan tangannya dan menutup mata.


Swingggg


Sebuah cahaya putih menyinari tubuh Fang Lin selama beberapa detik. Yang Jian dan Guo Ren yang berada didekat tuan muda mereka mau tak mau mereka harus menutup mata karena cahaya yang menyinari tubuh tuan mereka sangat terang.

__ADS_1


__ADS_2