System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kematian Empat Manajer


__ADS_3

Saat Fang Lin sudah sampai di dekat Tian Wai, Ia mengulurkan tangan-nya yang membawa Shi Li, "Antar pemimpin kota ini ke kediaman-nya, Lakukan secara diam-diam dan jangan biarkan orang lain melihat-mu" Ucap Fang Lin memberi perintah.


Tian Wai yang mendengar perintah dari tuan-nya langsung tersadar dari lamunan-nya, "Ah, Baik Tuan..." Jawab Tian Wai sambil meraih Shi Li yang berada di tangan tuan-nya.


Setelah mengambil Shi Li dari tuan-nya, Ia dengan segera membopong-nya di belakang punggung.


"Kalau begitu, Pergi-lah..." Ucap Fang Lin seraya menghilang-kan domain es-nya.


Tian Wai yang mendengar itu langsung mengangguk-kan kepala-nya, Ia dengan segera keluar dari bar tersebut sambil menggendong Shi Li di belakang punggung-nya.


Melihat kepergian bawahan-nya, Fang Lin hanya diam, Ia kemudian menatap ke arah mayat-mayat yang berserakan di lantai dan berkata, "Bangkit-lah..."


~Whooooshhhh~


Dalam sekejap aura hitam menyelimuti bar dan tak lama kemudian 100 manusia bayangan manusia muncul di hadapan Fang Lin.


"Kami bawahan rendahan ini, Siap melayani raja kematian" Ucap mereka serempak dengan nada suara yang sama.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Kalau begitu masuk-lah" Ucap Fang Lin dan seketika para bayangan itu masuk ke dalam bayangan Fang Lin.


"100 ranah Tyrant? Tidak buruk..." Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.


Fang Lin kemudian membalik-kan badan-nya dan menatap pintu yang berada di bawah tangga, "Sepertinya mereka sedang mengadakan rapat, Sampai tidak menyadari lonjakan energi di atas mereka..." Gumam Fang Lin pelan kemudian berjalan memasuki pintu yang sudah terbuka itu.


***


Di Dalam Bawah Bar, Sebuah Ruangan Tertutup.


Terlihat 5 orang sedang duduk di kursi yang di depan-nya terdapat meja bundar. 4 dari mereka adalah Manajer dari tempat penjualan budak, Sedangkan 1 orang lain-nya adalah pemimpin dari semua Manajer.


Mereka semua saat ini sedang membicarakan masalah yang ada di kota Tang Zhuwan.


"Lalu apa solusi-nya jika orang itu mendatangi tempat ini dan mengambil semua budak yang ada?" Tanya Manajer B dengan nada heran.


Semua orang yang mendengar-nya langsung terdiam dan membuat ruangan itu menjadi hening.

__ADS_1


"Tidak ada solusi-nya" Ucap seorang pria bertopeng hitam polos yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah meja bundar.


Semua orang yang melihat kemunculan tiba-tiba pria bertopeng hitam itu menjadi begitu terkejut.


Dengan cepat semua Manajer yang ada disana mengeluarkan senjata mereka, Tak terkecuali Jin Mu, Pemimpin dari Organisasi Pasir Hitam.


"Siapa kau?!" Tanya Manajer C dengan nada tinggi.


Fang Lin yang sedang berdiri di tengah-tengah meja bundar tersebut hanya tersenyum tipis, "Bukan-kah sudah jelas? Aku adalah dalang dari menghilang-nya para budak di tempat perbudakan kota ini" Jawab Fang Lin santai.


Mereka semua yang mendengar-nya sedikit melebarkan mata, "Jadi kau orang-nya..." Ucap Jin Mu sambil mengepal-kan senjata-nya dengan erat.


Sebenarnya Jin Mu ingin sekali menyerang Fang Lin saat ini, Namun ia mengurungkan niat-nya ketika menyadari diri-nya tidak dapat melihat ranah Fang Lin.


"Ayolah... Jangan berdiam seperti itu, Apakah kalian tidak berniat menyerang-ku?" Tanya Fang Lin dengan nada santai.


Mendengar itu para Manajer langsung menolehkan kepala mereka ke arah Jin Mu, "Pemimpin, Tolong berikan perintah-mu" Ucap Manajer A yang sudah gemas untuk menyerang Fang Lin.


Jin Mu hanya terdiam ketika mendengar-nya. Jika ia menyuruh para Manajer menyerang Fang Lin, Maka kemungkinan hanya ada kematian saja yang menimpa mereka.


Beberapa saat kemudian, Jin Mu mendecak-kan lidah-nya dan membuka mulut-nya "Ck, Hei... Bisakah kita menyelesaikan masalah ini secara baik-baik?" Tanya Jin Mu memohon.


"Kau, Diam-lah..." Ucap Jin Mu dingin sambil melirik Manajer A.


~Glek~


Manajer A menelan ludah-nya secara kasar dan mengangguk-kan kepala-nya patuh.


Di sisi lain, Fang Lin hanya tersenyum tipis mendengar-nya, "Sayang-nya aku tidak suka menyelesaikan ini secara baik-baik" Ucap Fang Lin sambil membuat pedang Qi di tangan kiri-nya.


Jin Mu yang mendengar itu langsung menggertak-kan gigi-nya, "Baik-lah... Kalau itu mau-mu!" Ucap Jin Mu dengan nada tinggi lalu dengan segera menimpali-nya, "Kalian! serang orang itu secara bersamaan! Dan gunakan jurus terkuat yang kalian miliki!" Timpal Jin Mu dan membuat para Manajer mengangguk-kan kepala patuh.


Jin Mu dan para Manajer langsung melesat ke arah Fang Lin sambil melancarkan serangan terkuat mereka.


~BOOOOMMM~

__ADS_1


Seketika bunyi ledakan kencang terbuat dan membuat ruangan yang mereka tempati bergetar hebat. Setelah Jin Mu dan juga para Manajer melancarkan serangan, Mereka semua langsung mundur ke posisi semula.


"Apakah berhasil?" Tanya Manajer C sambil menatap gumpalan asap di sekitar tempat mereka menyerang Fang Lin.


"Entah-lah... Mungkin saja dia mati" Jawab Manajer D menebak-nebak.


"Belum... Dia belum mati" Ucap Jin Mu dan membuat para Manajer terdiam.


"Hahahaha... Inikah rasanya di serang oleh semut seperti kalian?" Ucap Fang Lin dan seketika debu yang mengelilingi-nya menghilang.


~Whoooshhh~


Mereka semua melebarkan mata ketika melihat Fang Lin yang tidak terluka sama sekali, "B-bagaimana mungkin..." Gumam Manajer A dengan nada tidak percaya. Sedangkan para manajer yang lain-nya langsung mematung karna terkejut.


Jin Mu menghela nafas-nya pelan ketika melihat kondisi Fang Lin yang masih baik-baik saja, "Ternyata benar kalau orang itu lebih kuat dari pada diri-ku" Ucap Jin Mu menggelengkan kepala-nya pasrah.


Para Manajer tidak bisa untuk tidak terkejut ketika mendengar ucapan pemimpin mereka. Mereka semua jelas tau kekuatan Jin Mu saat ini, Dia adalah kultivator To God yang berada di ranah Holy Moncarh bintang 4.


"B-bagaimana mungkin, Orang sekuat-nya berada di Alam ini?!" Gumam Manajer B yang mulai ketakutan.


"M-matilah k-kita..." Manajer D tidak bisa untuk tidak takut saat ini.


Nyali para Manajer seketika menciut ketika mengetahui Fang Lin lebih kuat dari pemimpin mereka, Sebenarnya kepercayaan mereka untuk melawan Fang Lin karna memang ada-nya pemimpin mereka.


Namun setelah mengetahui kalau Fang Lin lebih kuat dari Jin Mu, Kepercayaan diri mereka langsung hancur berkeping-keping.


Jin Mu yang melihat ketakutan mereka hanya bisa menggelengkan kepala-nya pasrah, Ia tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini.


Sedangkan Fang Lin hanya berdecak kecewa ketika melihat hal itu, "Sampah..." Gumam Fang Lin sambil mengayunkan padang-nya ke arah para Manajer itu.


~Slashhhh~


Dalam sekejap tubuh para Manajer tersebut terbelah menjadi dua.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Tanya, Emang chapter-nya ngebosenin? Kalai iya, Kasih saran ya biar kedepan-nya chapter-nya lebih menarik.


__ADS_2