
Satu tahun berlalu sangat cepat. Fang Lin masih melawan Dewa Kera dengan semua kemampuannya.
Hampir semua jurus telah Fang Lin keluarkan, namun hanya ada beberapa saja yang memberikan dampak pada Dewa Kera.
Kekalahan Fang Lin semakin terlihat jelas, sebab tingkat kultivasi serta ukuran tubuh mereka sangat berbeda jauh.
Perlahan beberapa jenis Energi Spiritual milik Fang Lin mulai habis. Selama ini ia hanya memakai Energi Dewa, Energi Langit dan Bumi, lalu Energi Alam. Ia sama sekali belum pernah memakai Energi Spiritual yang lainnya di lautan dantiannya.
Jadi jika pertarungan ini dilanjutkan sampai 100 tahun sekalipun, Fang Lin masih menyanggupinya karna memang ia memiliki puluhan ribu jenis Energi Spiritual dalam tubuhnya.
Di sela-sela pertarungan Sun Wukong mengeluarkan salah satu jurus terkuatnya, yaitu Siluet Sang Buddha.
Sebuah jurus yang memunculkan siluet Dewa Buddha, Leluhur Kaisar Dewa Yang Pertama.
Siluet Dewa Buddha muncul di belakang punggung Sun Wukong. Siluet tersebut mengeluarkan suara yang nyaring dan membuat telinga Fang Lin sedikit kesakitan.
Siluet Dewa Buddha mengeluarkan 6 tangannya dan masing-masing dari tangan tersebut mulai menyerang Fang Lin secara bersamaan dengan sangat cepat.
Kecepatan serangan dari siluet Dewa Buddha itu lebih cepat dari Fang Lin dan juga Sun Wukong.
Fang Lin perlahan terpojok karena dirinya semakin sulit menghindari serangan dari Sun Wukong dan Siluet Buddha itu.
Perlahan tubuh Fang Lin mulai terluka, ia tidak dapat beregenerasi secara otomatis karena domain ini meniadakan hukum keabadian.
Jadi satu-satunya cara bagi Fang Lin adalah menciptakan sebuah bola pelindung dari elemen es suci, agar hukum di domain ini lenyap.
Namun Fang Lin tidak bisa menciptakan bola es tersebut, karena Sun Wukong terus berada di dekatnya. Meski Fang Lin berteleportasi ke tempat yang lebih jauh, manusia setengah kera itu dapat menemukannya dalam waktu kurang dari satu detik.
Semakin lama pertarungan, semakin terpojok Fang Lin. Ia memutar otaknya dengan cepat dan baru teringat kalau dirinya mempunyai sihir Supreme Barrier.
__ADS_1
Ketika Fang Lin ingin memakai sihir Supreme Barrier, tiba-tiba saja dirinya terpental sangat jauh dan membuatnya mengeluarkan air mancur darah dari mulutnya.
Fang Lin mencoba untuk menciptakan bola es yang terbuat dari elemen es suci, namun ratusan ribu Laser Pembunuh datang dari berbagai arah dan membuatnya gagal menciptakan bola es tersebut.
Laser Pembunuh yang menyerangnya sangatlah kuat, tubuh Fang Lin perlahan terluka dan semakin parah, banyak tulangnya yang retak atau bahkan patah akibat serangan itu.
Fang Lin mengeluarkan para pasukan bayangannya, termasuk 1.000 boneka bayangannya. Mereka yang baru saja keluar dari bayangan tuan mereka dengan segera menciptakan puluhan juta pelindung yang tercipta dari berbagai Qi.
Fang Lin tentu memanfaatkan kesempatan itu dengan membuat bola es yang melindunginya, di dalam sana ia sekali lagi memuntahkan darah segar, namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena hukum keabadian miliknya telah kembali.
Ketika Fang Lin sudah selesai beregenerasi dan sembuh, ia langsung mengedarkan pandangannya, matanya melebar ketika melihat sosok Kaisar Dewa berjumlah lebih dari ratusan ribu sedang mengelilinginya dan para pasukan bayangannya.
Masing-masing dari ratusan ribu Kaisar Dewa itu mengeluarkan aura yang sangat kuat, bahkan lebih kuat dari Dewa Kera.
Fang Lin benar-benar tidak bisa berkata-kata ketika melihat itu semua.
Di sisi lain, Li Zu Xing yang melihat Fang Lin yang berada di dalam bola es hanya diam. Dengan Laser Pembunuh yang dilancarkan ratusan ribu klonnya, ia cukup terkejut melihat Fang Lin yang masih bisa bertahan hidup.
Dalam pengamatannya selama setahun ini, Li Zu Xing dapat mengetahui kalau elemen es milik Fang Lin sangatlah spesial, pasalnya jika Fang Lin berada di dalam es itu, hukum yang telah ditiadakan oleh domain ini akan kembali ada.
"Eksistensi dari elemen es itu lebih tinggi dari hukum domain, dan kemungkinan setara dengan Energi Semesta." Batinnya kembali dengan raut wajah serius.
Li Zu Xing kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Sun Wukong yang berada tidak jauh darinya, sedangkan manusia setengah kera itu menatapnya dengan tatapan sinis.
Li Zu Xing menghela nafas panjang, ia tentu mengetahui alasan kenapa Sun Wukong menatapnya dengan tatapan seperti itu, "Maafkan aku... Namun ini semua adalah kehendak Guru, sang Absolute Universe." Ucapnya dengan suara pelan tapi terdengar jelas di telinga Dewa Kera.
Sun Wukong yang mendengarnya langsung berdecak kesal, ia kemudian kembali menatap Fang Lin yang berada di dalam bola es, "Aku sang Dewa Kera tidak bisa membunuh seorang Demi-God yang berada di ranah Dewa Petarung Level 4, benar-benar memalukan!" Batinnya kesal dan tanpa sadar aura membunuh merembes keluar dari tubuhnya.
Melihat itu Li Zu Xing hanya diam, ia kemudian menghubungi gurunya tentang permasalahan ini, "Guru... Aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa pada anak itu. Elemen es misteriusnya memiliki eksistensi yang lebih tinggi dari kekuatanku."
__ADS_1
"Aku tau... Aku juga mencobanya, namun hasilnya sama sepertimu, nihil. Bahkan saat dia bertarung, aku sempat melakukan manipulasi kehendak, realita, waktu dan lain-lain. Namun itu semua tidak bekerja padanya, seolah dia sedang dilindungi oleh sesuatu yang tidak bisa kita lihat."
Jantung Li Zu Xing seakan berhenti berdetak ketika mendengarnya, ia mencoba untuk tidak percaya akan tetapi gurunya tidak mungkin berbohong.
Di sisi lain, Fang Lin saat ini sedang berpikir tentang kedepannya, "Haruskah aku mundur dari sini? Atau melawan mereka?" Fang Lin berpikir dengan kedua tangan yang mengepal erat. Ia tentu ingin balas dendam atas kematian gurunya, tetapi melawan mereka berdua sama saja mengantar nyawa.
Apalagi tadi ia tidak dapat bergerak sedikitpun disaat Kaisar Dewa menyerang dirinya.
Fang Lin terdiam selama beberapa saat lalu menghela nafas panjang, ia kemudian menyuruh para bayangannya kembali.
Disaat yang bersamaan Kaisar Dewa menghilangkan seluruh klon raksasanya.
Fang Lin menatap Kaisar Dewa dan Sun Wukong penuh dengan kebencian, dan beberapa saat kemudian keberadaannya menghilang dari sana.
Bola es yang diciptakan Fang Lin hancur berkeping-keping dan menghilang.
Sun Wukong yang melihat Fang Lin kabur di depan matanya merasa sangat kesal, akan tetapi ia tidak dapat melakukan apa-apa untuk saat ini.
***
Di sebuah kekosongan putih.
Terlihat seorang pria tampan sedang duduk di sebuah singgasana sederhana, kulitnya tidak terlalu putih namun wajahnya sangat memikat kaum wanita.
Sepasang sayap indah terpasang di belakang punggungnya, matanya tajam seperti taring dan. memiliki warna merah darah.
Tepat di depan pria itu terdapat sebuah meja berukuran besar, meja tersebut menampilkan sesuatu seperti layar film.
Dia tersenyum tipis lalu bangkit berdiri, "Fang Lin... Kau sungguh mengagumkan. Aku akan menemuimu secepat mungkin." Ucapnya dengan suara tenang.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.