System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pergi Ke Kubah Lain


__ADS_3

Fang Lin bersama cucunya pergi ke berbagai macam tempat di Dunia Abyss, mereka berdua bertemu dengan binatang-binatang yang tinggal di setiap wilayah dan pergi ke angkasa yang isinya hanya kekosongan gelap tak berujung.


Seharian penuh mereka terus berjalan-jalan sampai akhirnya Fang Lu Shen meminta kakeknya untuk kembali karena sudah kelelahan.


Fang Lin sebenarnya bisa saja membuat cucunya itu bugar kembali, tetapi ia tidak berniat melakukannya karena dirinya mempunyai suatu hal untuk diselesaikan.


Fang Lin mengantar Fang Lu Shen pulang ke rumahnya, kemudian pergi ke portal yang menuju kubah lain.


"Sayang, aku sudah berada di sini." Fang Lin mengabari Yue lewat telepati.


"Apa kamu yakin ingin menjelajahi kubah itu? Bagaimana kalau portal itu tidak bisa membawamu kembali?" Yue bertanya untuk memastikan.


Fang Lin sendiri berencana untuk pergi ke kubah yang dulunya dikuasai oleh Yun Shandes, dia sebenarnya tidak mempunyai tujuan yang kuat untuk itu dan hanya sekadar penasaran saja.


"Tidak masalah, kita hanya berpisah beberapa bulan jika itu terjadi. Lagipula aku sudah menempatkan belasan Absolute bayangan dan juga beberapa klon milikku di sini, jadi tidak akan ada masalah karena aku mampu merasakan keberadaan mereka mau sejauh apapun itu jarak antara aku dengan kubah ini..."


"Skill teleportasi tidak akan berguna setelah Turnamen Semesta dimulai. Kalau semisalnya kita dipisahkan dengan jarak yang sangat jauh, kamu akan membutuhkan waktu untuk kembali meskipun mempunyai kecepatan yang ratusan kali lebih cepat dari cahaya." Yue memberitahu resiko yang ada.


"Bukankah kamu sendiri yang menyarankan untuk membeli pil kecepatan? Dengan begitu, aku bisa meningkatkan kecepatanku berkali-kali lipat dari yang aslinya." balas Fang Lin, ia sedikit memiringkan kepalanya.


"Tapi ada resiko dalam pemakaiannya, kamu siap akan itu?" tanya Yue dengan serius.


"Ya, itu tidak masalah." Fang Lin mengangguk pelan saat menjawabnya.


"Baiklah, aku mengerti." Yue tidak lagi berusaha menghalangi suaminya, yang ia lakukan tadi hanya untuk melihat tekadnya supaya tidak terjadi kesalahan di masa depan nanti.


Fang Lin tersenyum tipis, dan berkata, "Kalau begitu, sampai bertemu lagi."


"Ya, berhati-hatilah..." Yue membalas, dan telepati mereka berdua saling terputus.


***


Setelah melewati portal, Fang Lin bisa menemukan dirinya berada di puncak menara batu. Matanya perlahan sedikit melebar karena menara batu tersebut terletak di tengah-tengah kota yang dihidupi oleh manusia dan binatang.

__ADS_1


Namun Fang Lin bisa menemukan pemandangan aneh di pemukiman ini, ada banyak sekali gedung berkaca dan kendaraan aneh seperti kuda.


Dunia ini adalah Dunia modern yang sama sekali tak Fang Lin mengerti, dunia tersebut ada yang namanya Kultivator tetapi basis kultivasi mereka terlihat sangat menyedihkan.


Fang Lin tentu saja langsung melihat ingatan beberapa orang yang tinggal di kubah ini untuk mengetahui strukturnya, dan itu hanya berlangsung selama beberapa saat saja sampai akhirnya dia memahaminya dengan jelas.


"Aneh dan hebat..."


Itu adalah kata-kata yang bisa Fang Lin utarakan untuk sekarang, ia perlahan sedikit mengangkat alisnya saat merasakan kehadiran Absolute dari kejauhan.


Absolute tersebut tampaknya berusaha menghubungi Fang Lin lewat telepati tetapi pemuda tampan itu mempunyai penghalang yang memblokir energi asing masuk ke dalam dirinya.


"Yah, ternyata masih ada satu makhluk kuat yang menjaga kubah ini." Fang Lin bergumam kecil, lalu melakukan teleportasi ke tempat Absolute itu berada.


Kemunculan Fang Lin secara tiba-tiba sedikit mengejutkan Absolute itu, dia berusaha mengendalikan keterkejutan itu dan bersikap tenang namun juga waspada.


"Yun Shandes, apa dia telah musnah?" tanya Absolute yang mempunyai wujud perempuan cantik dengan pakaian seperti pekerja kantoran modern.


"Menurutmu?" Fang Lin sedikit mengangkat alisnya.


Fang Lin tidak langsung menjawab dan terdiam selama beberapa waktu, ia kemudian berbalik untuk melihat pemukiman yang jaraknya sangat jauh itu.


"Tidak, aku kemari hanya ingin melihat-lihat saja. Dan juga, aku menemukan sesuatu yang menarik di sini..." ucap Fang Lin, nadanya terdengar begitu tenang.


Perempuan cantik itu menyipitkan mata, dan menatapnya dengan tatapan curiga. Ia jelas tak mempercayainya, mengingat orang ini adalah Absolute yang jauh lebih kuat dari dirinya.


"Toh, untuk apa aku memusnahkan kalian. Sebentar lagi, Turnamen Semesta akan dimulai..." balas Fang Lin acuh tak acuh.


Mereka sudah menerima takdir setelah Yun Shandes terbunuh oleh Fang Lin, alasannya karena hanya peserta Turnamen Semesta saja yang bisa mengakses Dunia Abyss ke Alam Semesta berbeda.


Kalau peserta tidak ada maka makhluk hidup yang berada di dalam Dunia Abyss akan terjebak selamanya di sana. Kasusnya mirip seperti salah satu bawahan Fang Lin, Naga Putih atau namanya yang disebut sebagai Hua Ran, dia terjebak di Dunia Abyss setelah dibawa oleh salah satu dari dua peserta yang ada.


Fang Lin pernah menanyakan siapa dan kenapa sosok itu melakukannya, tetapi Hua Ran tidak mengetahuinya sama sekali karena ingatannya telah dihapus secara permanen.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Fang Lin membuat perempuan cantik itu kesal, namun dia tidak bisa membantahnya karena memang itu kenyataannya.


"Kau ini siapa? Peserta atau bawahannya?" tanya perempuan cantik itu penasaran.


"Aku peserta." Fang Lin menjawab, lalu berbalik dengan sudut bibir yang sudah terangkat, "Setelah mengetahui itu, apakah kau berpikir untuk memintaku mengeluarkan kalian semua dari Dunia ini?"


Perempuan cantik itu mengepalkan kedua tangannya dengan erat, "Apa kau tidak bisa membantuku menyelamatkan nyawa mereka?"


"Apa imbalannya?" Fang Lin langsung bertanya.


"Hidupku, aku akan menyerahkan hidupku padamu kalau kau mau membantuku mengeluarkan mereka dari Dunia terkutuk ini." jawab perempuan cantik itu dengan tegas dan tanpa ragu sedikitpun.


"Wah, kau ingin mengabdi padaku hanya untuk menyelamatkan mereka? Ini sedikit aneh, seorang Absolute sepertimu seharusnya tidak peduli dengan mereka yang lemah." Fang Lin merasa sedikit tertarik, karena Absolute bisa menciptakan kehidupan seharusnya dia tidak terlalu peduli pada mereka.


"Aku menghargai setiap nyawa yang ada, meskipun mereka selemah semut sekalipun aku akan tetap berusaha melindungi mereka." perempuan cantik itu menjawab, kata-katanya terdengar kuat.


"Luar biasa, aku sama sekali tidak menyangka kalau kata-kata itu akan keluar dari mulut seorang Absolute." Fang Lin mulai bertepuk tangan, lalu mengangguk kecil, "Baiklah, aku putuskan untuk menerima permintaanmu. Tapi, aku ingin memastikan satu hal darimu..."


Pupil mata Fang Lin yang tadinya berwarna biru safir mulai berubah menjadi emas terang, "Apakah tujuanmu benar-benar itu?"


Mata Dewa milik Fang Lin telah berevolusi ke tingkat Semesta tahap satu sehingga seorang Absolute tidak akan bisa berbohong dari matanya ini.


"Kau tidak sedang memakai suatu trik, bukan?" perempuan cantik itu bersikap waspada karena melihat perubah di pupil mata Fang Lin.


"Mata ini mampu melihat kebohongan maupun kebenaran yang dikatakan oleh makhluk hidup, kau bisa menjawabnya dan tidak akan terjadi selain aku mengetahui kebenaran atau tidaknya atas ucapanmu itu." Fang Lin menjelaskannya secara singkat.


Perempuan cantik itu jelas tidak percaya dengan penjelasan singkat tersebut, namun tidak ada pilihan lain baginya selain menjawabnya karena nyawa orang-orang di kubah ini ada di tangan orang itu.


Setelah mendengar jawaban dari perempuan cantik itu, Fang Lin mengangguk puas karena tidak menemukan sedikitpun kebohongan.


"Aku senang kau tidak berbohong..." Fang Lin tersenyum tipis, lalu melanjutinya, "Kalau begitu, mari kita buat kesepakatannya."


Bersambung......

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2