
"Yang Jian menghancurkan kristal kelompok 1! Jadi pemenang di kompetisi ini adalah, Kelompok 2!" Suara Yue menggema di kubah penyembuhan.
Anggota yang berasal dari kelompok 2 langsung tersenyum senang ketika mendengarnya, berbeda dengan kelompok 1.
Di sisi lain, Pertempuran Bai Hu dengan Li Fan dengan segera dihentikan, mereka berdua langsung dipindahkan ke dalam kubah Penyembuhan.
Tak lama setelah Bai Hu dan Li Fan kembali, Yang Jian juga kembali.
Sylvia yang melihat Yang Jian langsung menghampirinya, ketika ia ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba saja Yue muncul di udara.
"Ayo berkumpul! Aku ingin memberikan hadiah kepada kalian..." Yue berkata dengan suara lantang.
Para bawahan inti yang mendengarnya langsung berbaris rapi, kecuali Khatz yang masih terbaring dalam keadaan pingsan.
"Pertama-tama, aku ingin mengucapkan selamat kepada kelompok 2. Kalian hebat, rencana kalian dalam mengulur waktu patut diberi apresiasi." Yue berkata dan membuat anggota dari kelompok 2 senang ketika mendengarnya.
"Sedangkan untuk kelompok 1. Rencana kalian sebenarnya sudah sangat hebat, tetapi beberapa dari kalian kurang beruntung karena bertemu lawan yang tidak tepat."
"Apa maksudnya, nona Yue?" Bai Hu bertanya karena ia tidak mengerti.
"Menurut pengamatanku, hampir dari kalian semua bertemu lawan yang lebih kuat. Maksudku, masing-masing dari kalian mendapatkan lawan yang bisa meng-counter elemen serta pengalaman bertarung kalian."
Bai Hu menganggukkan kepalanya paham ketika mendengar itu, memang apa yang dikatakan oleh Yue adalah kebenaran, contohnya disaat ia melawan Fang Ji.
Elemen Angin sangat tidak cocok melawan Elemen Api, karena dapat membuat Elemen Api menjadi lebih besar serta kuat.
Yue tersenyum tipis dan kemudian berkata "Baiklah. Tanpa basa-basi lagi, kita akan langsung adakan pembagian hadiah untuk kelompok pemenang dan juga yang kalah."
Kelompok 2 yang mendengarnya langsung merasa senang, begitu juga dengan kelompok 1 hanya saja tidak semeriah kelompok pemenang.
Yue tanpa banyak bicara langsung melambaikan tangannya ke samping dan dalam sekejap di depannya muncul berbagai jenis senjata, buku seni bela diri dan juga kantung pil.
"Ini adalah hadiah untuk kelompok pemenang! Kalian berdiskusilah agar hadiahnya dapat dibagi rata. Oh ya, kuharap kalian bijak dalam memilih barang karena jika kalian salah dan serakah, itu akan memengaruhi perfoma kalian di masa depan nanti." Ucap Yue mengingatkan.
Anggota yang berasal dari kelompok 2 langsung mengangguk paham ketika mendengarnya.
Yue sendiri langsung berjalan sedikit menjauh dan membiarkan mereka berdiskusi. Ia kemudian kembali melambaikan tangannya dan dalam sekejap muncul barang-barang yang sama seperti kelompok 2, tetapi bedanya barang-barang tersebut lebih rendah satu tingkat dari mereka.
Sama seperti kelompok 2, Yue mengatakan hal yang sama sebelum membiarkan mereka berdiskusi dan memilih.
Yue kemudian izin pamit pergi dari sana karena memiliki beberapa urusan.
Para bawahan inti kembali berdiskusi ketika Yue pergi dari sana, sedangkan Sylvia tidak terlalu tertarik melihat semua hadiah itu, ia pergi ke tempat Khatz dan menemaninya hingga siuman.
***
Waktu terus berlalu dan banyak iklim yang telah dilalui.
2 Tahun Kemudian.
Fang Lin yang masih berkultivasi di dalam kubah es dalam posisi bersila perlahan membuka matanya, senyum tipis terukir jelas di wajahnya.
Tingkat kultivasi Fang Lin memang masih berada di Dewa Petarung Level 6, tetapi saat ini ia bisa saja menerobos sampai Dewa Tahta Level 2.
"Kekuatanku telah meningkat banyak. Setelah ini, aku akan menerobos ke ranah Dewa Tahta lalu kembali ke Alam Dewa untuk menyelamatkan roh guru." Fang Lin bergumam dengan raut wajah serius, ia kemudian bangkit berdiri dan mengedarkan pandangannya.
Ketika Fang Lin mengedarkan pandangannya, ia cukup terkejut ketika mendapati wanita cantik mengenakan gaun putih sedang berdiri di luar kubah.
Sedangkan wanita cantik itu tersenyum lembut, "Selamat tuan... Anda berhasil menyelesaikan pelatihan anda."
Fang Lin mengerutkan alisnya ketika mendengar itu, suara yang barusan ia dengar terasa sangat familiar di telinganya, "Yue? Kaukah itu?" Tanyanya memastikan.
"Tega sekali... Apakah tuan sudah melupakanku?" Yue mengembungkan pipinya berusaha untuk terlihat marah.
Fang Lin tertawa pelan melihatnya, ia berjalan mendekatinya dan disaat yang bersamaan kubah es mulai mencair, "Bagaimana kabarmu? Dan apakah ada masalah yang terjadi saat aku berkultivasi?" Tanyanya ketika sudah berada tepat di hadapan Yue.
Yue langsung menggelengkan kepalanya pelan, Ada tuan, tetapi itu bukan masalah besar dan sudah aku selesaikan."
Fang Lin terdiam sejenak ketika mendengar jawaban Yue, ia kemudian berjalan dan bertanya-tanya mengenai perkembangan orang-orang yang ada di Dunia Jiwanya.
Yue sendiri langsung mengikuti tuannya dari belakang lalu menceritakan semua yang ia ketahui.
Setelah mendengar cerita Yue, Fang Lin terus berdecak kagum dengan perkembangan orang-orangnya, namun di sisi lain ia merasa sedih karena yang membuat mereka kuat bukanlah dirinya.
Seharusnya seorang pemimpin harus bisa membuat para bawahannya menjadi kuat, tetapi Fang Lin malah memperkuat dirinya sendiri dan melupakan para bawahannya.
Yue tersenyum tipis ketika melihat raut wajah tuannya dari samping, meskipun wajahnya terlihat datar tetapi Yue dapat mengetahui kesedihannya.
"Tuan, anda tidak perlu merasa kecewa menjadi seorang pemimpin dengan alasan bukan anda yang membuat mereka jadi kuat. Seharusnya anda merasa bangga karena mereka sudah berusaha keras untuk menjadi kuat demi anda." Yue mencoba menghibur tuannya.
__ADS_1
Fang Lin tersenyum ketika mendengarnya, ia menghentikan langkahnya lalu menghadap ke arah Yue, begitu juga dengan sebaliknya, "Terima Kasih... Kau adalah salah satu orang yang paling berharga dalam hidupku, Yue." Fang Lin langsung memeluknya dengan erat usai mengatakan itu.
Yue melebarkan matanya ketika Fang Lin memeluknya, ingatan-ingatan yang sudah lama ia lupakan kini kembali muncul.
Yue mengigit bibir bawahnya dan tanpa sadar air mata mulai mengalir ke pipinya, ia membalas pelukan tuannya dan tersenyum "Sama-sama, tuan. Anda juga adalah satu-satunya orang yang paling berharga dalam hidupku." Yue mencoba untuk tetap tenang ketika mengatakannya.
Mereka berdua berpelukan cukup lama di tengah-tengah daratan berhamparan salju.
***
Dunia Jiwa Fang Lin, padang rumput tanpa ujung.
Fang Lin dan Yue tiba-tiba saja muncul dibalik awan, tepat di bawah mereka terdapat puluhan bangunan-bangunan sederhana.
Fang Lin sedikit melebarkan matanya ketika melihat langsung tingkat kultivasi para bawahannya, "Yue, sebenarnya kau menggunakan metode apa? Sampai-sampai membuat mereka berkembang secepat ini dalam 11 tahun terakhir?" Fan Lin tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Yue tersenyum dan menjawab dengan nada santai, "Aku menggunakan banyak metode untuk meningkatkan kultivasi mereka, tuan. Bahkan pengalaman bertarung mereka juga sudah aku tingkatkan."
"Banyak metode? Kau benar-benar hebat." Puji Fang Lin sambil berdecak kagum.
"Hehehe... Terima kasih atas pujian anda, tuan."
Fang Lin tidak berbicara lagi dan turun ke daratan, sedangkan Yue langsung mengikuti tuannya dari belakang.
Ketika Fang Lin dan Yue turun dari langit, para bawahan inti langsung berbaris rapi dan menyambutnya, "Selamat tuan. Anda telah menyelesaikan pelatihan anda~!" Mereka semua berkata secara serempak dengan badan yang sedikit menunduk.
Fang Lin yang baru saja sampai dihadapan mereka langsung tersenyum mendengarnya, "Terima kasih..."
"Sudah lama kita tidak berjumpa, bagaimana kabar kalian?" Tanya Fang Lin penasaran.
"Kami semua baik-baik saja, tuan~"
Fang Lin mengangguk pelan ketika mendengar, ia kemudian tersenyum ketika mendapati Shui Ru yang sedang berjalan mendekatinya.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Fang Lin dengan suara pelan.
Shui Ru tersenyum tipis dan memeluknya dengan erat, "Aku baik-baik saja, Gege. Kabarmu bagaimana?"
"Sama sepertimu... Aku baik-baik saja. " Jawab Fang Lin sambil membalas pelukannya.
Sepasang kekasih itu berpelukan cukup lama, meskipun para bawahan mereka sedang melihatnya. Keduanya langsung melepaskan pelukan ketika orang tua Fang Lin datang.
"Kamu sepertinya baik-baik saja, anakku." Xia Mei tersenyum tipis.
Sedangkan Fang Lin hanya tersenyum dan langsung memeluk mereka berdua, "Kalian baik-baik saja disini? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanyanya dengan suara pelan.
Mereka berdua menggelengkan kepala secara bersamaan, "Tidak ada... Yue merawat dan melatih kami dengan baik."
Fang Lin yang mendengarnya tersenyum lembut, ia kemudian melepaskan pelukannya dan bertanya, "Bagaimana kalau kita adakan pesta daging? Aku akan memberikan kalian daging mentah yang enak."
Fang Qin dan Xia Mei saling menatap satu sama lain ketika mendengarnya, mereka kemudian menatap Fang Lin kembali, "Sepertinya ide bagus. Ibu, Shui Ru dan yang lainnya akan membantu membakar daging." Jawab Xia Mei sembari tersenyum.
"Baiklah. Karena jumlah kita sedikit, aku akan mengadakannya di dalam ruangan."
"Dalam ruangan? Tetapi disini kita tidak memiliki bangunan yang cukup menampung puluhan orang."
Fang Lin tersenyum tipis mendengar perkataan ibunya, "Aku akan menciptakan bangunan yang luas, ibu tenang saja..."
Xia Mei mengangguk paham, sedangkan Fang Lin langsung membeli daging raksasa mentah terenak di shop system lalu mengeluarkannya dari inventory.
Xia Mei sendiri langsung menerima puluhan daging raksasa itu dari anaknya lalu memasukkannya ke dalam Dunia Jiwanya.
Fang Lin sendiri langsung mengumumkan kepada para bawahan inti kalau nanti malam dirinya akan mengadakan pesta, setelah memberitahu mereka ia langsung membubarkannya.
Kini yang tersisa hanyalah Fang Lin, Yue, Li Fan, Shui Ru serta orang tuanya.
Fang Lin sendiri langsung menuntun mereka ke sebuah lahan kosong yang tidak jauh dari sana.
Ketika sampai, Fang Lin langsung menciptakan istana kecil yang memiliki desain mewah dari Elemen Es.
Li Fan yang melihat istana tersebut hanya bisa berdecak kagum, begitu juga dengan yang lainnya kecuali Yue.
Mereka kemudian berjalan memasuki istana tersebut.
Ketika mereka semua sudah sampai di salah satu ruangan yang ada di istana tersebut, Fang Lin langsung meminta mereka duduk dan kemudian menceritakan tentang apa yang ingin ia lakukan selanjutnya.
10 Menit Usai Menceritakannya.
Suasana di sana menjadi hening, hingga akhirnya Xia Mei berbicara, "Aku tidak akan melarangmu, nak. Dia gurumu dan kau memang wajib menyelamatkannya jika dia tertimpa masalah, tetapi ada satu hal yang pasti... Jangan memaksakan dirimu."
__ADS_1
"Benar apa yang dikatakan ibumu... Meskipun kau harus melawan Dewa sekalipun, selama kau mampu maka balaslah perbuatan mereka." Timpal Fang Qin cepat.
Li Fan dan Shui Ru juga mendukung Fang Lin, meskipun apa yang dilakukannya membahayakan semua orang, tetapi mereka tidak peduli.
Fang Lin tersenyum ketika mendengar mereka semua, "Terima kasih... Aku harap kita semua bisa bersama seperti ini sampai kapanpun itu."
Mereka tersenyum mendengarnya, begitu juga dengan Yue.
Mereka semua kemudian bercerita tentang topik yang lain untuk menunggu waktu malam.
***
Ketika malam tiba, Istana Es.
Seluruh bawahan inti sudah berada di dalam satu ruangan yang luas, mereka semua saling membantu satu sama lain untuk menyiapkan pesta.
Pesta dimulai ketika tengah malam tiba, semua orang yang di sana bersuka ria mulai dari bercerita bersama, bermain lalu menyantap hidangan enak yang sudah disiapkan.
Para bawahan inti pulang ke tempat tinggal masing-masing setelah merayakan pesta selama beberapa jam.
Saat ini yang tersisa hanyalah Fang Lin, Li Fan, Shui Ru, Yue dan juga kedua orang tuanya.
"Aku sudah menyiapkan tempat tidur yang empuk di semua kamar, kalian dapat menempati kamar yang kalian sukai." Ucap Fang Lin dan diangguki oleh Li Fan serta kedua orang tuanya.
Mereka bertiga langsung berjalan pergi dari sana dan meninggalkan Fang Lin, Shui Ru serta Yue.
"Aku akan istirahat... Bagaimana denganmu?" Tanya Fang Lin ke Shui Ru.
"Hehehe... Mari kita tidur bersama!" Jawabanya sambil tersenyum.
Fang Lin terdiam sejenak, lalu menoleh ke arah Yue dengan tatapan penuh arti.
"Hmph! Aku akan pergi..." Ucap Yue dengan suara kesal dan langsung menghilang dari sana.
Shui Ru memiringkan sedikit kepalanya melihat tingkah Yue dan tersenyum tipis, "Gege, sepertinya dia menyukaimu..."
Fang Lin mengangkat alisnya, "Yue yang kau maksud?" Tanyanya dan diangguki cepat oleh wanita bergaun hitam itu.
"Tidak mungkin... Meskipun kami bersama sejak aku hidup kembali, tetapi mustahil baginya untik menyukaiku, begitu juga dengan aku." Jawab Fang Lin sembari menggelengkan kepalanya.
Shui Ru langsung mengerutkan alisnya ketika mendengar itu, "Ha? Sejak Gege hidup kembali? Apa maksudnya?" Shui Ru bertanya dengan nada penasaran.
Fang Lin terdiam ketika mendengarnya, ia kebablasan dalam berbicara, "Tidak ada..."
Shui Ru sedikit curiga mendengarnya, namun ketika ia ingin mengatakan sesuatu, ia sudah berpindah ke suatu kamar bersama Fang Lin.
"Sudah lama kita tidak melakukannya... Aku rindu dengan tubuhmu." Fang Lin langsung mencium bibir Shui Ru dengan ganas.
Shui Ru sendiri sudah melupakan topik pembicaraan sebelumnya dan membalas ciuman kekasihnya itu.
Keduanya melakukannya cukup lama dan ketika ingin sampai ke tahap itu, Fang Lin melapisi ruangannya dengan Qi agar kedap suara.
Setelah itu, sepasang kekasih itu melepas rindu sampai waktu pagi tiba.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE:
Iblis 7 Dosa Besar:
1. Lucifer ( Keangkuhan )
2. Satan ( Kemarahan )
3. Beelzebub ( Kerakusan )
4. Leviathan ( Iri Hati )
5. Mammon ( Keserakahan )
6. Asmodeus ( Hawa Nafsu )
7. Belphegor ( Kemalasan )
Urutan Iblis 7 Dosa Besar, semakin rendah urutannya semakin kuat.
Berlaku sama Transformasi Yang Jian. Oh ya, setiap Transformasi punya skill masing-masing dan gak bisa make skill dari dosa besar yang lainnya.
__ADS_1
Contoh: Yang Jian pake perubahan Lucifer dan dia cuma bisa pakai skill Lucifer, gak bisa pakai skill si Mammon atau dosa besar yang lainnya.
Terus kalau Transformasinya udah selesai, Yang Jian gak akan bisa pakai skill 7 dosa besar meskipun dia udah menguasainya.