System Sang Immortal

System Sang Immortal
Perang Melawan Alam Dewa


__ADS_3

Fang Lin sudah cukup yakin untuk berperang melawan Alam Dewa, tetapi ia tidak tau harus memulai dari mana, "Baiklah, Yue. Pastikan terlebih dahulu kalau Absolute Universe tidak berada di Alam Dewa, setelah kau memastikannya baru kau menciptakan penghalang untuk menyegel Alam ini." Fang Lin melakukan telepati kepada Yue.


"Baiklah, tuan. Haruskah aku pergi sekarang?" Tanya Yue penasaran.


"Tahan dulu, aku ingin mengobrol dengan guru Shen Liang terlebih dahulu..." Jawab Fang Lin cepat.


"Baik tuan."


Obrolan keduanya berakhir sampai disitu. Fang Lin langsung menatap Shen Liang dengan tatapan serius, "Guru, sebenarnya aku ingin..." Fang Lin mulai menjelaskan tujuannya untuk berperang melawan Alam Dewa.


Shen Liang yang mendengarnya tidak bisa untuk tidak terkejut, "Kau hanya sendiri ingin berperang melawan Alam Dewa?! Apakah kau sudah gila!?" Tanya Shen Liang sembari menepuk kedua pundak Fang Lin.


Fang Lin sendiri menganggukkan kepalanya, "Aku yakin, hanya dengan cara ini agar aku bisa mendapatkan kunci portal yang guru maksud." Jawab Fang Lin dengan nada serius.


"Kau bisa menggunakan cara baik-baik! Kau haris berbicara dengannya!" Ucap Shen Liang cepat.


Fang Lin menggelengkan kepalanya, "Tidak akan ada ujungnya jika aku berbicara dengan Kaisar Dewa, apalagi ada Sun Wukong yang berada di belakangnya..."


Shen Liang tidak bisa berkata-kata ketika mendengarnya, ia berdecak pelan dan berpikir keras untuk menemukan solusi untuk muridnya.


"Aku akan meminta kakakku untuk membantumu, dia pasti akan melakukannya jika aku yang memintanya... Maukah kau menunggu? Setidaknya beberapa hari lagi." Pinta Shen Liang dengan raut wajah serius. Tahun lalu, Shen Xiong izin berkata kalau dirinya ingin pergi ke Alam Semesta yang lain, dia ingin mencari makhluk-makhluk berbakat dan akan kembali setahun lagi.


Tetapi Shen Liang tidak pernah percaya dengan alasan kakaknya itu, untuk apa seorang Absolute Universe semacamnya mencari makhluk berbakat di Alam Semesta lain? Sedangkan dia sendiri dapat menciptakan makhluk yang memiliki bakat tinggi.


Fang Lin sekali lagi menggelengkan kepalanya, "Maaf guru, tetapi meminta bantuan dengan Absolute Universe adalah pilihan yang buruk." Jawab Fang Lin cepat.


Shen Liang berdecak pelan mendengarnya, ia terdiam sejenak dan kemudian bertanya, "Lantas apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"


"Aku juga tidak tau, tetapi mungkin saja aku akan menunggu para Dewa yang mengejarku datang kemari..." Jawab Fang Lin.


Shen Liang menghela nafas panjang mendengarnya, ia berada di dalam kondisi bimbang antara membantu muridnya menyelematkan roh Yuan Zhong atau membantu Alam Dewa mengalahkan muridnya.


Fang Lin yang melihat raut wajah gurunya langsung tersenyum tipis, "Aku paham perasaan guru, tetapi aku akan melawan mereka sendiri, tidak maksudku bersama mereka...." Ucap Fang Lin dan dalam sekejap muncul puluhan juta pasukan bayangan.


Shen Liang melebarkan matanya ketika melihat seluruh pasukan bayangan itu, "Bagaimana mungkin kekuatan mereka meningkatkan dengan cepat? Bukankah kau menetap di Alam Biasa?" Tanya Shen Liang yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Fang Lin tersenyum tipis, "Aku menemukan cara agar tingkat kultivasi mereka meningkat dengan cepat, begitu pula dengan aku sendiri..." Jawab Fang Lin sembari mengeluarkan aura Dewa Tahta dari tubuhnya.


Shen Liang yang melihatnya langsung menahan nafasnya, "Bagaimana bisa..." Shen Liang tidak bisa berkata-kata lagi dengan mulut yang menganga. Selama hidupnya, ia tidak pernah melihat makhluk yang dapat berkembang secepat ini, bahkan kakaknya sekalipun!


Melihat raut wajah keterkejutan gurunya membuat Fang Lin tertawa pelan, "Guru pasti berpikir kalau ini mustahil, aku sendiri juga begitu. Aku bahkan tidak pernah berpikir kalau aku bisa naik ke Dewa Tahta dalam waktu kurang dari 15 tahun, tetapi inilah kenyataannya." Ucap Fang Lin dan kemudian menarik aura kultivasinya kembali sampai tak tersisa.


Shen Liang hanya diam setelah Fang Lin mengatakan itu, pikirannya kosong karena sudah larut dalam keterkejutan.


Fang Lin yang melihat gurunya langsung menyadarkannya, "Guru... Pergilah dari Alam Dewa untuk sementara waktu, aku tidak ingin kau mendapatkan perintah dari Kaisar Dewa untuk mengalahkanku." Fang Lin berkata dengan raut wajah serius.


Shen Liang tersentak, ia terdiam sejenak setelah mendengarnya lalu membalas ucapan muridnya, "Maafkan aku, Lin'er... Tetapi aku sama sekali tidak bisa pergi dari sini dan mengkhianati Alam Dewa, walaupun kau muridku sekalipun aku tidak dapat melakukannya..."


Shen Liang sudah terikat dengan kontrak yang dimana ia harus menjadi pilar untuk menjaga Alam Semesta ini, jika ia melanggar maka seluruh identitas miliknya akan lenyap, yang berarti dirinya akan menghilang dan tidak ada satupun dari orang-orang terdekatnya yang mengingatnya.


Mendengar jawaban Shen Liang membuat Fang Lin merasa sedih, itu artinya gurunya akan menjadi musuhnya nanti.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih karena anda telah mengajariku banyak jurus..." Fang Lin menundukkan badannya serendah mungkin sebagai tanda dirinya sangat menghormati gurunya, Shen Liang.


Shen Lian yang melihatnya hanya diam, tangannya mengepal dengan erat dan hatinya merasa marah dengan takdir ini.


Fang Lin kembali menegakkan badannya lalu menjentikkan jarinya.


Swoosh.


Seketika ruang yang di lapisi penghalang es menghilang dalam sekejap, dan di detik selanjutnya ribuan dewa muncul dengan persenjataan lengkap.


Li Zu Xing selaku Kaisar Dewa melayang maju paling depan di barisan ribuan dewa itu, wibawanya yang agung masih sama seperti 13 tahun yang lalu.

__ADS_1


Note: Di Alam Biasa cuma berlalu 13 Tahun doang setelah Fang Lin melawan Dewa Kera, untuk Alam Dewa author gak tau karna males hitung. Jadi kalau ada yang dari kalian rajin, tolong hitungin :v


"Shen Liang... Apa yang terjadi?" Tanya Li Zu Xing dengan suara yang sedikit berat.


Shen Liang menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak banyak... Dia hanya meminta maaf kepadaku karena telah membuatku kecewa." Shen Liang langsung menghilang dari sana usai mengatakan itu.


Shen Liang kembali muncul tidak jauh dari Kaisar Dewa, di belakangnya terdapat kelompok binatang primordial yang menjadi Pilar Semesta.


"Shen Liang, raut wajahmu terlihat sedih... Apakah karena sebentar lagi murid kesayanganmu itu akan mati?" Tanya Sun Wukong dengan nada mengejek.


Shen Liang tidak menghiraukan perkataan dari Dewa Kera dan memilih untuk mengamati situasi selanjutnya.


Di sisi lain, Fang Lin yang sedang berdiri di bukit batu langsung terbang ke langit untuk menyetarakan posisi dirinya dengan Kaisar Dewa.


Para pasukan bayangan juga mengikuti Fang Lin dari belakang, mereka langsung berbaris rapi di belakang tuan mereka itu.


"Kaisar Dewa... Aku ingin bertanya sesuatu. Bolehkah aku mengambil roh guruku dari tangan kalian, dan aku akan pergi dari sini tanpa adanya pertumpahan darah sedikitpun." Fang Lin berkata dengan suara lantang.


Li Zu Xing tidak mengatakan apapun tetapi tatapannya menuju ke arah Fang Lin, "Ramalan guru... Apakah akan terjadi sekarang?" Batinnya bertanya-tanya.


"Namun aku masih belum mendapati keberadaan cucuku..." Li Zu Xing kembali membatin.


Suasana menjadi hening selama beberapa saat.


"Fang Lin... Kejahatan gurumu tidak bisa diampuni. Dia adalah seorang Dewa Perang, tetapi melanggar perintah dari seorang Kaisar Dewa. Dirimu seharusnya tau, bahkan kematian tidak jauh lebih buruk daripada melanggar perintahku..." Li Zu Xing bersuara dengan nada penuh wibawa.


Fang Lin berdecak pelan mendengarnya, "Kau yakin ingin memilih jalur berperang? Bahkan setelah melihat ranah dari pasukan bayanganku?" Tanya Fang Lin memastikan.


"Bukan hanya dirimu saja yang sudah bersiap, tetapi aku selaku Kaisar Dewa juga sudah menyiapkan pasukan untuk melawanmu..." Li Zu Xing berkata dengan suara lantang dan dalam sekejap muncul 30 miliyar pasukan yang berada di ranah dewa.


30 miliyar pasukan tersebut berbaris rapi di belakang ribuan dewa inti.


Fang Lin yang mengetahuinya lewat kesadaran diam-diam tersenyum tipis, meskipun pasukan Alam Dewa sangatlah banyak tetapi dirinya memiliki job Necromancer, yang dimana dirinya akan terus diuntungkan jika peperangan berlangsung lama.


Fang Lin sedikit melebarkan matanya ketika mendengar ucapan dari Kaisar Dewa, "Sialan, kau sungguh tidak manusiawi... Mengorbankan roh bawahanmu agar aku tidak dapat membangkitkan mereka..." Fang Lin menggelengkan kepalanya saat mengatakan itu.


"Hmph, untuk apa aku bersikap manusiawi? Sedangkan aku sendiri adalah seorang Dewa, bahkan Kaisar Dewa." Balasnya santai.


Fang Lin tidak bisa berkata-kata mendengarnya, "Ah, benar juga..." Batinnya lalu menelepati seseorang, "Yue, aku ingin kau menyegel Alam Dewa... Apakah kau sudah siap?" Tanyanya penasaran.


"Saya siap kapanpun tuan..." Yue menjawab dengan cepat.


Fang Linn menganggukkan kepalanya pelan lalu mengeluarkan Yue dari Dunia Jiwanya.


Kemunculan wanita cantik bergaun merah muda di sebelah Fang Lin membuat Kaisar Dewa, bintang primordial dan Dewa Inti berwaspada.


"Lakukan sekarang, Yue..."


Yue mengangguk patuh, ia mengangkat tangan kanannya ke atas dan cahaya biru yang begitu terang keluar dari telapak tangannya.


Cahaya biru tersebut menyorot ke langit dan menciptakan aurora yang menutupi seluruh langit.


Li Zu Xing yang melihatnya terdiam sesaat sebelum berteriak dengan suara lantang, "Teleportasi pergi dari Alam Dewa!" Teriak Li Zu Xing dengan lantang.


Semua Dewa yang mendengar teriakan Li Zu Xing langsung mencoba teleportasi tetapi mereka tidak dapat melakukannya, begitu juga dengan robekan dimensi.


Salah satu Dewa Inti melesat ke atas langit untuk keluar dari Alam Dewa secara manual, tetapi betapa terkejutnya ketika dirinya terbentur sesuatu seperti ada sebuah penghalang tak kasat mata.


"Kaisar, kita sepertinya terjebak di tempat ini..." Ucap dewa inti yang baru saja menabrak dinding tak kasat mata.


Kaisar Dewa terdiam mendengarnya, ia menatap ke arah sosok wanita yang berada di sebelah Fang Lon dengan tatapan tajam.


Fang Lin sendiri langsung meminta Yue untuk kembali ke Dunia Jiwa.

__ADS_1


"Baik, tuan. Saya harap anda dapat memenangkan pertempuran ini..." Yue menghilang seketika setelah menyelesaikan kata-katanya.


Di sisi lain, Li Xiang Zi langsung terbang mendekati ayahnya, "Siapa perempuan tadi, ayah? Sepertinya dia sangat kuat sampai-sampai menciptakan penghalang yang membuat kita terjebak di sini.


Sun Wukong dan beberapa primordial yang lainnya juga mendekati Kaisar Dewa, mereka mempertanyakan identitas perempuan tadi.


"Entahlah... Aku tidak dapat melihat identitasnya, meskipun sudah menggunakan mata investigator." Jawab Li Zu Xing cepat. Otaknya saat ini sedang berpikir cepat untuk segala kemungkinan yang ada di masa depan.


Sedangkan Sun Wukong hanya diam mendengarnya, ia kemudian menatap Fang Lin dengan tatapan membunuh.


"Tidak usah berlama-lama lagi, ayo berperang sekarang..." Ucap Sun Wukong dengan nada serius, tubuhnya mengeluarkan cahaya hitam dan pakaiannya berubah menjadi zirah hitam dengan corak aneh.


Li Zu Xing menoleh ke arah Dewa Kera, "Pimpin perang ini, aku akan mencari cara untuk menghancurkan penghalang ini..." Ucapnya dengan nada tenang.


"Baiklah." Sun Wukong menganggukan kepalanya pelan.


Fang Lin yang melihat Dewa Kera sudah bersiap langsung mengeluarkan pedang Raja Surgawi dan pedang Totshuka.


Setelah itu, Fang Lin mengeluarkan komandan bayangan dari dimensi yang ia ciptakan beserta 999 boneka bayangannya.


"Sepertinya anda terlibat masalah lagi, tuan..." Xiao Chen tersenyum tipis ketika mengatakannya.


Fang Lin tertawa pelan mendengarnya, "Takdir memang kejam..." Balas Fang Lin santai.


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan peperangan ini..." Xiao Chen mengeluarkan senjatanya usai mengatakan itu.


Fang Lin menganggukan pelan dan menghunuskan pedang Raja Surgawi ke depan, "Kalian lihat mereka? Habisi mereka semampu kalian!" Fang Lin berkata dengan suara lantang dan membuat seluruh pasukan bayangannya melesat maju ke arah kubu Alam Dewa.


Di sisi lain, Sun Wukong menarik nafasnya dalam-dalam lalu berteriak dengan suara lantang, "Kalian lihat mereka? Serang dam habisi mereka sekarang juga!" Sun Wukong berkata dan ratusan dari ribuan Dewa inti melesat maju ke kubu Fang Lin.


10 Miliyar pasukan yang berada di ranah Dewa ikut melesat maju ke depan, mereka berteriak dan membuat suasana menjadi bergemuruh.


Sun Wukong sebenarnya ingin mengerahkan langsung seluruh kekuatan padukan Alam Dewa, tetapi ketika mengetahui kultivasi Fang Lin meningkat ke Dewa Tahta, membuatnya mau tak mau harus melakukannya secara bertahap.


"Aku harap Shen Liang tidak berbohong dengan kenaikan tingkat kultivasi bocah sialan itu, jika saja dia berbohong aku sendiri yang akan menghajarnya." Gumam Sun Wukong dengan raut wajah serius.


Shen Liang yang berada tidak jauh dari Sun Wukong langsung memutar bola matanya malas, ia tau kalau manusia setengah kera itu sengaja bergumam demikian untuk membuatnya gelisah.


"Aku tidak tau kekuatan bocah itu sekarang, tetapi jika benar dia sudah berada di ranah Dewa Tahta level 2... Aku harus berhati-hati." Batin Sun Wukong serius, "Bagi makhluk yang sudah berada di ranah Dewa Tahta ke atas, membunuh miliyaran makhluk hidup bukanlah perkara yang sulit, bahkan berlaku untuk pasukan Alam Dewa sekalipun."


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Numpang Promosi Novel! Mulai Update Januari Nanti!


Novel: Legenda Raja Kultivator.


Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.


Kekayaan dan Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.


Tujuanku yang sebenarnya adalah Kekuatan!


Menjadi yang terkuat hingga dijuluki Raja Kultivator adalah suatu kepuasan bagi seorang kultivator bernama Xiao Chen.


Namun kekuatannya yang sekarang bagaikan semut yang bahkan tidak pantas dipandang oleh kultivator-kultivator kuat dari berbagai macam Dunia.


Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.


Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi yang terkuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.


Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!

__ADS_1


Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?


__ADS_2