System Sang Immortal

System Sang Immortal
Melaporkan Situasi Akhir Perang


__ADS_3

Dunia Jiwa, Istana Es.


Setelah Diablo menenangkan Lian Qianchen dari kemarahannya, ia bersama Fei Yulan dan yang lainnya kembali ke Dunia Jiwa. Mereka semua saat ini sedang berada di aula Istana, tepat di hadapan mereka terdapat Fang Lin yang sedang ditemani oleh Qiao Yu dan Xue Hua.


"Zhou Fan... Sudah lama kita tidak bertemu, apakah barang-barang yang dulu kuberikan berguna di medan perang?" tanya Fang Lin sambil tersenyum ramah.


Zhou Fan mengangguk dan menjawab, "Saya sudah menggunakan setengah dari semua barang yang anda berikan, Tuan. Dan semua itu sangatlah berguna bagi saya dan pasukan saya..."


"Bagus, bagus." Fang Lin menganggukkan kepala beberapa kali sebelum pandangannya teralih ke arah Lian Qianchen, "Siapa perempuan ini?"


Lian Qianchen sendiri menjadi sangat gugup saat dirinya di tatapan oleh Fang Lin, dalam seumur hidupnya ia baru pertama kali melihat seorang Pria setampan ini-- meskipun Diablo juga tampan, namun Fang Lin berada di level yang berbeda.


"Dia adalah perempuan yang kumaksud dari rumor itu, Tuan!" Bai Hu mengatakannya dengan antusias.


"Oh, benarkah?" Fang Lin cukup terkejut mendengarnya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Diablo, "Apakah rumor itu benar?"


Diablo menggeleng cepat dan menjawab, "Tidak, Tuan. Kami berdua bisa dibilang hanya teman, saya membawanya kemari karena saya ingin dia tinggal di sini."


Pernyataan yang dilakukan Diablo membuat beberapa orang di dalam ruangan itu terkejut, berbeda dengan Fang Lin yang memperlihatkan senyum tipisnya, "Bagaimana jika aku tidak mengizinkannya?"


"Saya akan membawanya kembali ke Alam Iblis."


"Lalu, bagaimana dengan hubungan kalian nanti?"


"Saya tidak tau, Tuan. Saya belum memikirkannya sampai sana."


"Begitu, ya." Fang Lin kembali menatap Lian Qianchen yang wajahnya kini dipenuhi keringat dingin, "Apakah kau mau tinggal di sini?"


"Selama saya bersama Diablo, saya mau." jawab Lian Qianchen cepat.


Suasana menjadi hening setelah Lian Qianchen menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa saat kemudian, Fang Lin tertawa kecil dan berkata, "Baiklah, aku akan mengizinkanmu tinggal di sini. Tapi itu tidak gratis, mengerti?"


"Saya siap menjadi pelayan atau apapun itu, Tuan."


"Tidak, bukan itu yang kumaksud. Kau harus berlatih giat selama tinggal di sini supaya menjadi kuat."


"Eh?" Lian Qianchen tertegun mendengarnya sebelum menganggukkan kepala, "Saya mengerti, Tuan."

__ADS_1


"Bagus, kau akan di latih oleh Fei Yulan. Dia akan memberikan banyak sumber daya yang kau butuhkan nantinya." ucap Fang Lin dengan suara tenang.


"Terima kasih, Tuan. Saya akan selalu mengingat ini."


Fang Lin hanya mengangguk pelan untuk menanggapi itu, lalu meminta Diablo untuk menjelaskan situasi perang dari awal sampai akhir.


Diablo sendiri terdiam sejenak untuk menyusun rangkaian kata sebelum memulai penjelasannya.


.....


Satu batang dupa terbakar berlalu.


Fang Lin menganggukkan kepalanya setelah mendengar semua penjelasan yang dikatakan oleh Diablo, "Dewa Kematian, ya." raut wajah Fang Lin tampak serius memikirkan itu, "Bagaimana dengan pendapatmu Yue?"


Sesaat setelah Fang Lin mengatakan itu, seorang wanita cantik berambut hitam panjang dengan pupil mata berwarna merah cerah muncul di samping Qiao Yu, "Selama tidak ada balas dendam atau semacamnya dari sosok Dewa Kematian itu, mungkin lebih baik kita tidak perlu memperpanjang masalah ini." jawab Yue dengan suara pelan.


"Ya, kau benar. Kalau Absolute ikut campur, itu akan menjadi sesuatu yang merepotkan..." Fang Lin beberapa kali menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu, Zhou Fan. Hukuman apa yang ingin kau berikan pada Diablo?"


Zhou Fan yang tiba-tiba saja diberikan pertanyaan seperti itu langsung terkejut, "Apa maksud anda, Tuan?"


"Em, saya rasa itu tidak diperlukan, Tuan." Zhou Fan menggelengkan kepalanya pelan, "Sudah menjadi hal yang umum kalau perang akan menelan banyak korban."


"Kau yakin? Mereka adalah orang-orang milikmu, kau berhak meminta pertanggungjawaban dari Diablo." Fang Lin bertanya untuk memastikan.


"Saya sangat yakin, Tuan. Jika Diablo tidak ada mungkin perang itu belum berakhir, dan pastinya akan menelan lebih banyak korban dari yang sekarang ini."


"Aku mengerti." ucap Fang Lin cepat, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Yue, "Sayang, apa kau tau alasan daya hancur dari serangan Diablo tiba-tiba menjadi kuat? Aku sudah mempunyai beberapa spekulasi, tapi aku ingin mendengar pendapatmu terlebih dahulu."


"Domain kegelapan tanpa batas. Badai Hitam itu tercipta dari Elemen Kegelapan, dan kemungkinan besar kegelapan tanpa batas Diablo memperkuat kekuatan dari badai hitam itu." jawab Yue, lalu melanjuti, "Domain kegelapan itu mempunyai sifat memperkuat Elemen Kegelapan yang ada di dalam sana, dan sifatnya itu mempunyai skala yang tidak terbatas. Bisa dibilang Domain Diablo adalah Domain Elit tingkat atas."


"Kalau begitu, bagaimana jika lawannya mempunyai Elemen Kegelapan juga? Bukankah hal itu menjadi tidak diuntungkan?" Fang Lin kembali bertanya dengan raut wajah penasaran.


"Begitulah, itu adalah kelemahan Diablo. Tapi, jika dia bisa mengendalikan elemen Kegelapan sampai sanggup melampaui hukum Alam Semesta... Dia akan menjadi sangat kuat." ucap Yue, dan dengan segera melanjutinya, "Meskipun lawannya mahir dalam elemen Kegelapan, di domain Kegelapan tanpa batas-- dia bisa mengendalikan semua kegelapan, bahkan jika itu adalah elemen milik lawannya."


Fang Lin tidak bisa berhenti berdecak kagum mendengarnya, "Bukankah Diablo bisa melampauiku nantinya?"


"Itu mustahil. Kamu mempunyai tiga Api Surgawi dan Es Suci, elemen kegelapan yang telah melampaui hukum Alam Semesta sekalipun tidak akan bisa menandinginya." jawab Yue santai.

__ADS_1


"Ah, begitu ya..." Fang Lin mengangguk paham, ia kemudian kembali menatap seluruh bawahan di depannya dan meminta mereka untuk pergi, kecuali Zhou Fan.


Setelah mereka semua pergi, Fang Lin juga meminta ketiga Istrinya untuk melakukan aktivitas lainnya. Sebab ia akan pergi ke Alam Iblis untuk menghidupkan kembali anaknya Zhou Fan.


"Berjanjilah untuk pulang cepat, ya." Qiao Yu mengingatkan.


"Tentu, aku tidak akan lama." Fang Lin mengusap kepala Qiao Yu sebelum ia dan Zhou Fan menghilang dari sana dalam sekejap.


***


Alam Iblis, suasana di Alam ini kembali menjadi tenang setelah perang sudah berakhir. Di atas langit malam, Fang Lin dan Zhou Fan tiba-tiba saja muncul di sana.


"Aku mendengar kalau ada Wyvern di Alam ini." suara Fang Lin pelan tetapi dapat di dengar jelas oleh Zhou Fan karena suasana yang sangat sunyi.


"Itu benar, Tuan. Namanya adalah Tian Mu..." sahut Zhou Fan cepat.


"Ah, kau berteman dengannya?" tanya Fang Lin penasaran.


"Pertemanan kami berakhir di masa lalu, Tuan." jawab Zhou Fan, lalu bertanya, "Apakah anda ingin mendengar ceritanya, Tuan?"


Alis Fang Lin sedikit terangkat sebelum menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak perlu, itu tidak penting." jawab Fang Lin, dan ia kembali bertanya, "Dimana Istana Dewa Iblis?"


Zhou Fan menggelengkan kepala tidak tau, ia menjelaskan kalau Istana Dewa Iblis ada di sebuah Dimensi berbeda, "Tapi dari informasi yang saya dapatkan, ada sebuah portal menuju Istana Dewa Iblis."


"Portal?"


"Ya, saya mengetahui jalan menuju portal tersebut, namun saya sendiri tidak yakin kalau portal itu akan menuju ke Istana Dewa Iblis."


"Antarkan aku."


"Baik, Tuan."


Zhou Fan langsung melesat dengan kecepatan tinggi karena tempat yang ia maksud tidak jauh dari lokasi mereka berdua berada, Fang Lin sendiri langsung mengikuti Iblis itu dari belakang.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2