System Sang Immortal

System Sang Immortal
Klan Mu Vs Sekte Matahari Merah


__ADS_3

Sekarang Fang Lin berada di kubu klan Mu, di kubu ini ada puluhan ribu kultivator ranah Profound Immortal, belasan ribu kultivator ranah Golden Soul dan ratusan ranah Saint.


Fang Lin menyamar sebagai kultivator ranah Profound Immortal karena itu tidak akan menarik orang lain.


Setelah berada di kubu klan Mu selama beberapa menit, Fang Lin mulai menyebarkan Kesadaran Spiritualnya dan memperluas indra pendengarannya menggunakan Qi Dewa.


Indra pendengaran Fang Lin yang meluas dengan sangat cepat mulai menangkap berbagai percakapan yang tak terhitung jumlahnya, ia meminimalisir percakapan yang tidak penting dan memfokuskan pada yang dibutuhkannya saja.


"Sekte Matahari Merah benar-benar bajingan gila, padahal Tetua mereka telah membunuh salah satu jenius klan kita akan tetapi tidak ada satupun permintaan maaf ataupun semacamnya."


"Aku sangat marah, Tuan muda Mu Jiang adalah idolaku. Dia sangat baik pada orang lain, dan dia adalah orang yang pernah membantuku di masa lalu. Aku akan membalaskan dendamnya, bahkan jika hidupku adalah taruhannya."


"Apakah kita bisa menang? Meskipun unggul dalam hal jumlah, tetapi rumornya sekte Matahari Merah mempunyai seorang leluhur monster yang dikatakan berada di ranah Supreme Being tingkat menengah."


"Shhht, jangan berbicara tentang keraguan semacam itu! Meskipun rumor tersebut benar tetapi Patriark Klan tidak akan kalah, beliau sudah mencapai ranah Supreme Being beberapa tahun yang lalu dan aku yakin beliau mempunyai kemampuan untuk mengalahkan leluhur sekte Matahari Merah."


"Berhenti berbicara! Perang akan dimulai sebentar lagi, fokus ke depan dan jangan sampai dirimu mati di awal pertempuran."


Mendengar percakapan itu di antara para Golden Soul dan Profound Immortal membuat Fang Lin mengangguk beberapa kali.


"Intinya permasalahan di antara kedua kubu ini adalah kematian, ya?" ucap Fang Lin dalam hati sembari memegang dagunya, "Untuk sekarang, aku akan mengamati peperangan ini terlebih dahulu. Kalau semakin menarik, aku baru ikut campur."


Fang Lin kemudian berbaur lalu mengobrol dengan beberapa orang di dekatnya, tentu saja mereka menanggapinya dengan baik dan tidak menyadari sama sekali bahwa dia adalah orang asing.


.......


Kurang lebih satu jam berlalu.


Suasana langit mulai gelap dan tidak ada satupun dari kedua kubu yang bergerak untuk menyerang.


Alasan adalah karena kedua pemimpin yang berasal dari dua kubu berbeda sedang bernegosiasi untuk yang terakhir kalinya, dikarenakan perang ini hanya akan ada satu pemenang saja.


Tidak lama setelah langit menjadi gelap, bunyi terompet terdengar dari seorang kultivator di kedua kubu masing-masing.


Whoooom!


Seketika seruan perang memenuhi langit malam diikuti dengan suara benturan benda tajam dan juga ledakan besar.

__ADS_1


Fang Lin mengikuti alur perang tersebut tanpa menarik perhatian siapapun, dia hanya membunuh orang-orang yang datang padanya saja.


Sementara itu, pertarungan sengit terjadi di antara orang-orang berpengaruh dari kedua kubu. Karena kebanyakan dari mereka berada di Heavenly God, mereka memilih untuk bertarung di tempat yang lebih sepi agar tidak memberikan resiko pada kultivator di bawah ranah mereka.


.....


Perang telah berlangsung selama tiga jam lamanya, Fang Lin yang masih menyamar menjadi Profound Immortal menghela nafasnya karena merasa sangat bosan.


"Terlalu lama... Ini membosankan." Fang Lin mulai merasa muak, lalu melanjutinya, "Haruskah aku menjalankan rencana itu?"


Fang Lin mempunyai rencana yang cukup brilian bagi dirinya sendiri, yaitu, ia akan menjadi musuh berbahaya bagi kedua kubu sehingga mengharuskan mereka untuk berdamai sementara waktu sampai akhirnya berhasil mengalahkan dirinya.


"Tapi, aku... Sedikit merasa kasihan jika harus membunuh mereka semua." Fang Lin juga ragu kalau Yue akan diam saja jika dirinya melakukan hal ini.


Fang Lin memikirkan kembali rencana dan memutuskan setelah menemukan cara yang tidak akan memakan banyak korban.


"Baiklah... Ayo pergi."


Pertama-tama Fang Lin akan menggunakan sihir Stealth agar keberadaan tidak bisa diketahui orang lain, kemudian dirinya menghilang dari tempatnya dan kembali muncul di atas langit.


Tujuan Fang Lin sekarang adalah mencari orang yang mempunyai basis kultivasi di ranah Heavenly God tingkat sepuluh ke atas, lalu membawa mereka ke Domain Penjara Es Suci miliknya.


Setelah Qi Dewa-nya mencapai ke setiap sisi yang sudah ditentukan, Fang Lin langsung melakukan teleportasi paksa pada kultivator-kultivator di ranah Heavenly God.


Tentu saja tindakan yang Fang Lin lakukan menciptakan kebingungan, tidak hanya kubu dari klan Mu saja akan tetapi kubu sekte Matahari Merah mengalami hal serupa.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin selesai memindahkan semua Heavenly God di atas tingkat sepuluh yang berasal dari kedua kubu.


Fang Lin sejenak menatap perang yang masih terus berlanjut kemudian menghilang dari sana dalam sekejap.


***


Domain Penjara Es Suci.


Kini ada 12 Heavenly God dari kubu klan Mu dan seorang Supreme Being tingkat awal, sementara dari sekte Matahari Merah terdapat sebelas Heavenly God dan seorang Supreme Being di tingkah menengah.


Dua kubu itu saling mewaspadai satu sama lain tetapi tidak ada di antara mereka yang mencoba untuk menyerang.

__ADS_1


"Bagaiman bisa kita ada di sini?"


"Tidak mungkin klan Mu yang melakukannya, bukan?"


"Teleportasi, itu adalah teknik yang sangat langka."


"Apa yang terjadi...?"


Semua orang yang ada di sana mulai berbicara satu sama lain, beberapa dari mereka menciptakan Array pertahanan untuk berjaga-jaga.


Kurang dari dua menit setelah mereka dipindahkan ke tempat asing ini, seorang pemuda tampan muncul di atas langit dengan kedua tangan yang melipat di belakang pinggang.


Kemunculan dia jelas menarik perhatian semua orang di sana, keterkejutan mulai terukir di wajah beberapa orang karena pemuda itu memperlihatkan basis kultivasi di ranah Supreme Being tingkat awal.


"Selamat datang di Domainku, wahai orang-orang bodoh." ucap Fang Lin sembari tersenyum mengejek.


Kerutan alis terukir di setiap kultivator ranah Heavenly God, jelas mereka tidak senang sama sekali setelah mendengar Fang Lin memanggil mereka dengan sebutan 'orang-orang bodoh'.


"Oi, bajingan! Apa kau yang melakukan ini pada kami?!" seorang Heavenly God bertanya pada Fang Lin dengan mata melotot, dia berada di kubu Klan Mu.


Fang Lin tersenyum tipis sebelum menunjuk ke arah Heavenly God tersebut lalu membunuhnya dalam sekejap mata menggunakan Laser Pembunuh yang keluar dari ujung jari telunjuknya.


"Ups, aku membunuhnya, ya?" Fang Lin memasang ekspresi yang seolah-olah itu adalah tindakan tidak sengaja.


Mata sebagian besar orang yang ada di sana melebar secara sempurna, itu lumayan mengejutkan mereka karena mengetahui Fang Lin bisa membunuh seorang Heavenly God tingkat sebelas semudah seperti memotong tahu.


"Array pertahanan hancur, ya?"


Di sisi lain, Supreme Being dari klan Mu memperhatikan sekitar dengan tenang tanpa sedikitpun memberikan reaksi setelah kematian satu orangnya.


Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya karena reaksi dari kakek tua itu sedikit menarik perhatiannya.


"Sepertinya ini akan menyenangkan."


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2