Berbagi Cinta: Suamiku Menikah Tanpa Izinku

Berbagi Cinta: Suamiku Menikah Tanpa Izinku
153. Ke KUA, yuk!


__ADS_3

"Aku gak terima gara-gara kamu perhatian sama ibu dan juga Mamaku kamu abai terhadapku. Aku juga harus kamu perhatikan lebih, Yu."


Aku masih mendengarkan dengan dada yang berdebar. Takut jika Arga marah.


"Kamu boleh perhatian sama Ibu dan juga mama, tapi ada syaratnya ...."


Ku tatap Arga yang masih menatapku dengan tatapan dingin.


"Setiap pagi kamu harus membangunkan aku dengan ciuman di bibir, setiap pagi kamu juga harus menyiapkan aku air mandi dan mandikan aku sekalian, setiap pagi kamu juga harus memasakkan aku dan juga suapi aku makan. Dan malam harinya kamu harus ...." Arga terdiam, sementara aku malu mendengar hal itu.


"Kamu ... harus jadi bantal guling aku." Arga tertawa kecil, dia mencolek lenganku dengan ujung jarinya.


"Ih, kamu ini. Jangan mulai deh!" Aku marah, sedari tadi aku sudah mendengarkan dengan baik tapi dia malah menggombal.


"Aku mulai apa? Aku kan selama ini gak ada yang urus, wajar dong aku minta kamu yang urusin," ucapnya dengan nada yang manja.


"Kamu bukan Gara, kamu sudah besar. Bisa melakukannya sendiri," ucapku sambil tersipu malu. Mendengar dia mengatakan hal itu pikiranku jadi menjelajah kemana-mana. Dasar Arga, aku ini wanita dewasa!


"Apa salahnya? Aku mau jadi bayi kecil kamu aja deh!" wajahnya memelas dengan tatapan yang menyedihkan.


Ya ampun, Arga ini.


***


Pesta pernikahan akan di laksanakan satu minggu lagi. Aku sudah resign dari kantor beberapa hari yang lalu, tepat setelah ekspor barang ke Malaysia selesai. Semua orang sedih dengan keluarnya aku dari sana, tapi beberapa orang juga ada yang senang karena tidak suka denganku.


Arga menyuruhku untuk diam di rumah sebelum pesta pernikahan di laksanakan. Takut jika aku kelelahan saat waktunya tiba nanti. Pesta pernikahan Arga yang uruskan, karena pesta ini dilaksanakan tidak lama setelah acara lamaran kemarin. Aku tidak boleh lelah dengan ikut memikirkan pesta tersebut. Aku hanya berpesan kepada Arga untuk tidak membuat pesta yang berlebihan. Sederhana saja, dan mengenai biaya Arga yang akan tanggung semuanya.


Di rumah juga di sibukkan dengan beberapa kegiatan, pengajian dan santunan anak yatim. Arga tidak keberatan aku melakukan hal itu, toh untuk kebaikan juga. Dia juga ikut menyumbangkan uangnya untuk kegiatan ini.

__ADS_1


"Assalamualaikum," teriak suara dari luar .


"Waalaikum salam," jawabku. Pintu aku buka, sopir Arga ada di luar. Dia tersenyum padaku dengan lembut dan menundukkan kepalanya saat melihatku.


"Mbak Ayu sudah siap?" tanya Pak sopir.


"Iya."


"Mari."


"Sebentar, saya pamit dulu sama Ibu." Pria itu mengangguk, aku pergi ke dalam sebentar menemui Ibu di kamar dan pamit untuk pergi.


Kami pergi, menuju ke butik ternama, tempat gaun pengantin di pesan tiga minggu yang lalu. Hari ini aku dijemput untuk mencoba gaun tersebut mencocokkannya jika mungkin masih ada ukuran yang belum pas atau mungkin kesempitan.


Arga sudah menunggu di sana dengan senyumnya yang lebar. Sudah beberapa hari ini kami tidak bertemu, ku lihat dia semakin baik saja keadaannya. Bulu halus di rahangnya tidak ada lagi, kumis tipisnya juga sudah dia cukur, dan lagi rambut yang terlihat lebih pendek dari terakhir kami bertemu.


"Waalaikumsalam."


"Mbak Yeni, tolong bawakan pakaian Ayu, ya." Pinta Arga. Mbak Yeni mengangguk dan pergi ke tempat lain masih dengan tidak bisa menahan senyuman di bibirnya, tak lama dia kembali bersama dengan asistennya, membawa patung manekin dengan kebaya pengantin yang terpasang di sana.


Aku terpaku, kebaya tersebut sangat indah sekali dalam penglihatanku. Aku meminta dibuat sederhana, tapi tidak aku sangka jika akan menjadi sangat indah setelah berbentuk nyata seperti ini. Berbeda dengan sketsa gambar yang dibuat pada kertas waktu itu.


Mbak Yeni dan asistennya membantuku untuk mencoba kebaya tersebut. Aku jelas malu, meminta Mbak Yeni dan asistennya untuk keluar sementara aku melepas dan memakai kebaya tersebut.


Sejenak aku terpaku di cermin besar di ruang ganti ini. Mbak Yeni sedang membantu menaikkan resleting di belakang. Panjang kebaya ini hampir sejajar dengan lututku. Kebaya dengan bahan brokat berwarna putih ini sangat indah sekali, pas dengan tubuh ini.


"Cantik sekali," ucap Mbak Yeni sambil tersenyum dari bayangan cermin. Aku masih menatap diriku di sana dengan tidak percaya. Memang terlihat beda meski aku juga pernah memakai kebaya untuk akad sebuah pernikahan.


"Apakah ada bagian yang tidak nyaman?" tanya Mbak Yeni seraya memperhatikan aku dari atas sampai bawah. Aku menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Tidak, Mbak. Aku nyaman dengan memakai ini."


"Alhamdulillah."


Selain pakaian kebaya aku juga mencoba gaun pengantin yang telah dipesan. Gaun pengantin yang dibuat oleh Mbak Yeni tak kalah indahnya. Sungguh di luar dari ekspektasiku selama ini.


Aku tidak keluar setelah itu, hanya mencoba dua pakaian tersebut setelah itu kembali pulang ke rumah dengan Arga yang mengantarku.


Aku tidak memperlihatkan diriku dengan pakaian kebaya dan gaun pengantin kepada Arga, memang dia yang memintaku untuk mencoba saja. Soal dia melihat aku dengan pakaian tersebut, dia bilang untuk kejutan saja di hari pernikahan nanti. Syukurlah, aku juga gugup tadi saat mencobanya, apa lagi nanti saat hari H pernikahan tiba?


"Sayang sekali ya, aku tidak bisa lihat kamu tadi." Arga menolehkan kepalanya kepadaku, dia tersenyum kecut.


"Kemarin siapa yang pengen begitu?" tanyaku dengan tawa kecil. Dia tampak menyesal dengan ucapannya kemarin.


"Hehe. Aku takut, Yu."


"Takut kenapa?" tanyaku bingung.


"Takut kalau aku gak tahan bawa kamu langsung ke penghulu," ucap Arga dengan tawa kecil juga. Aku tidak bisa menahan rasaku, malu dan juga grogi dengan ucapannya barusan.


Ya, ampun. Ada apa denganku hingga aku gampang sekali baperan seperti ini? padahal dulu aku tidak seperti ini.


"Nikahnya besok saja, yuk! Seminggu terlalu lama, Yu." Pintanya. Aku terdiam tidak bisa berkata apa-apa karena bingung harus bicara apa.


"Habisnya, kamu terlalu cantik sih. Jadi aku sudah bayangin kamu pakai baju itu dan pengen aja gitu bawa kamu pergi ke KUA."


***


jangan lupa like dan komen di setiap bab ya 😘

__ADS_1


__ADS_2