Berbagi Cinta: Suamiku Menikah Tanpa Izinku

Berbagi Cinta: Suamiku Menikah Tanpa Izinku
93. Pov Arga


__ADS_3

Wanita itu ada di belakangku. Wanita yang tidak terlalu cantik, tapi manis menurutku. Gigi gingsulnya membuat dia terlihat sangat manis jika dia tersenyum. Apalagi kini dengan tampilan barunya yang memakai hijab, meski bukan hijab besar yang sampai menutupi perut, tapi cukup menutupi bagian depan tubuhnya hingga tak menampakkan tonjolan.


Aku lega melihatnya seperti itu, itu artinya dia bisa melindungi dirinya sendiri dari tatapan mata lelaki yang bisa saja memiliki pemikiran buruk padanya.


Ayu, dia adalah orang yang berasal dari masa laluku. Tak aku sangka akan bertemu dengannya lagi. Padahal aku sudah tidak berharap banyak mengenai hal itu.


Pertemuan kami kemarin, setelah perpisahan yang lama di masa lalu, tak sengaja saat aku melihat dia ada di kantor pengadilan agama. Dia sedang mengambil sesuatu di dalam tasnya dan aku … ah, rasanya aku gila karena tak sadar jika kaki ini melangkah mendekat padanya dan akhirnya … tabrakan itu terjadi. Ya, itu adalah kesengajaan saat dia lengah. Katakan saja kalau aku gila karena melakukan hal itu.


Sempat terpaku karena senyuman manisnya, tapi aku sadar jika itu bukan hak ku. Sedari dulu Ayu memang bukan hakku!


Aku tak lantas pulang saat Ayu sudah masuk ke dalam ruangan itu, menunggu di dalam mobilku. Ayu yang sedikit canggung saat bertemu denganku membuat aku rasanya gemas ingin mencubit pipinya.


Tak sampai satu jam Ayu ada di salam sana, ku lihat dia keluar lagi dengan wajah yang sedikit lesu, berjalan menuju motor miliknya. Ayu mengendarai motor itu keluar dari area kantor, sedangkan aku memutuskan untuk menghubungi seseorang.


“Aku akan cari tahu!” ujar seseorang yang ada di seberang sana. Aku mematikan telepon dan menunggu sejenak. Dalam kepala, aku memikirkan apa yang Ayu lakukan di sini.

__ADS_1


Dering telepon terdengar kembali, dari seorang yang aku kenal di dalam sana.


“Wanita tadi ingin mengajukan layangan cerai pada suaminya, tapi tidak ada buku nikah,” ujar suara itu.


Aku terdiam mendengar kalimat yang diucapkannya. Apa yang terjadi pada Ayu hingga dia ingin bercerai?


“Apa dia bilang alasan ingin bercerai?” tanyaku lagi.


“Tidak.”


“Tidak bisa. Proses perceraian butuh dokumen negara, seperti buku nikah salah satunya.”


Aku menghela napas mendengarnya bicara seperti itu. Jika Ayu sudah memutuskan untuk berpisah itu artinya suaminya sudah tidak baik lagi untuknya.


“Tapi ada satu cara lain. Si penggugat bisa melaporkan pada polisi tentang dokumen yang hilang,” ujarnya lagi. Dia juga menjelaskan tentang bagaimana cara untuk mendapatkan buku nikah dengan jalan lain. Dari mulai ke kantor untuk melaporkan dokumen yang hilang hingga menunggu buku nikah baru dari kantor KUA.

__ADS_1


Sedikit senyum tiba-tiba aku tarik ke samping tanpa tahu mengapa.


“Baiklah, terima kasih atas infonya,” ucapku. Aku mematikan telepon dan kemudian melajukan mobil keluar dari area perkantoran itu.


Dalam perjalanan, aku terus saja berpikir dengan apa yang terjadi pada Ayu. Apa yang sudah Ayu alami hingga dia ingin mengajukan layangan cerai pada suaminya?


Tak jauh dari kantor tadi tempat kami bertemu, kulihat seorang wanita yang tadi ku temui di kantor sedang mendorong motornya. Aku menawarkan bantuan kepadanya dan sebelum dia menolak lebih lanjut lagi aku rebut motor itu dari tangannya.


Aku bertanya dan dia tidak menjawab yang seperti aku tahu. Dia menutupi apa yang terjadi terhadapnya.


Kami menemukan bengkel tambal motor, dan disana lah kami duduk sejenak, melepas lelah dari perjalanan yang lumayan jauh dan juga panas. Ku sodorkan air putih untuknya dan dia tidak menolak.


Aku meninggalkannya saat mendapatkan telepon dari seseorang. Ada rasa hati tak ingin pergi, tapi panggilan itu sangat penting juga buatku. Akhirnya aku pergi dengan menaiki angkot untuk kembali ke mobilku yang tadi aku tinggalkan.


Setelah pertemuan itu, jujur saja aku jadi sering merasa terganggu. Bayangan wajah manis nan teduh terus saja menari di pelupuk mata. Aku pikir setelah perpisahan itu aku akan bisa melupakannya, ternyata tidak bisa.

__ADS_1


__ADS_2