
"Ka-kamu mau apa?" tanyaku terkejut menatap mata Arga yang terlihat tajam. Wajahnya sangat dekat sekali sehingga kami hanya berada dengan jarak yang sangat tipis. Bola matanya menatap lurus menusuk mataku, sorot mata lembut terlihat di depan sana. Senyum bibirnya ters ungging penuh maksud.
"Aku gak mau apa-apa. Hanya ingin memastikan sesuatu," ucapnya. Aku tidak tahu apa yang dia maksud dengan memastikan sesuatu, tapi aku pikir ada hal yang tidak baik yang bisa saja terjadi. Eh?
"Menjauh, Ga. Ini di tempat umum!" ucapku dengan nada suara yang jelas sekali bergetar.
Dia hanya menyeringai kecil, masih tidak mengalihkan tatapannya dariku. Juga tidak ingin menjauh sepertinya, mengungkung ku di antara kedua tangannya.
"Gak mau," ucapnya.
"Menjauh. Nanti bagaimana kalau ada yang lihat."
"Gak apa-apa, memangnya kenapa? Kita suami istri, tidak salah jika mereka lihat kita," ucapnya lagi. Aku melotot mendengar ucapannya yang seperti itu. Jika orang dewasa sih gak masalah, tapi jika yang melihat anak di bawah umur bukannya tidak baik juga?
__ADS_1
Aku semakin terkesiap saat Arga mulai mendekatkan dirinya kembali ke arahku. Dada ini berdebar, bukan masalah jika dia menciumku, tapi bukan di sini juga!
Ting!
Suara lift terdengar, Arga segera menjauhkan dirinya dariku saat pintu lift perlahan terbuka. Aku yang hampir kehabisan napas karena ulahnya kini menarik dalam udara di bawah hidungku. Dada yang tadi menyempit kini seakan kembali normal.
Syukurlah pintu lift segera terbuka, kalau tidak mungkin bisa saja akan ada hal lain yang terjadi di sini.
Pintu lift sudah terbuka dengan sempurna, dua orang laki-laki berdiri di depan lift, terlihat dari seragamnya salah satu dari mereka adalah petugas hotel ini.
"Tunggu!" ucap salah satu dari mereka, menghentikan laju langkah kaki kami berdua. Kami memutar tubuh bersamaan menatap laki-laki dengan setelah jas yang sangat rapi sekali dengan rambut kaku yang rapi.
"Apakah bisa Anda berdua ikut dengan saya ke ruangan?" tanya laki-laki tersebut pada kami. Aku menoleh kepada Arga, tidak tahu dengan maksud laki-laki dengan status manager di sini. Untuk apa?
__ADS_1
Kening Arga berkerut mendengar permintaan dari laki-laki tersebut. "Ada apa? Kenapa kami harus ikut dengan Anda ke ruangan?" tanya Arga dengan nada yang sama bingungnya seperti aku.
"Anda berdua ketahuan melakukan hal yang tidak senonoh di dalam sana, tidak tahukan Anda dengan apa yang Anda lakukan adalah hal yang tidak baik?" tanya laki-laki tersebut dengan menatap kami tajam. Arga tertawa malu dan menggaruk belakang telinganya, sedangkan aku mengalihkan tatapanku ke arah lain saat laki-laki tersebut mengalihkan pandangannya ke padaku. Aku malu sekali dengan pernyataan dari laki-laki ini.
"Bagaimana kalian akan menjelaskan hal ini, hem?" tanya laki-laki itu pada kami. "Bagaimana jika ada orang lain yang masuk ke dalam lift sedangkan Anda berdua sedang melakukan hal yang seperti tadi?" tanyanya lagi,
Aku malu, juga masih takut dengan laki-laki ini, memang salah Arga karena melakukan hal yang seperti tadi di dalam sana. Aku sudah mengingatkan Arga, tapi laki-laki itu tidak mengindahkan ucapanku sama sekali. Akan tetapi, bagaimana mereka tahu apa yang kami lakukan di dalam sana? Apakah di dalam lift tadi ada kamera CCTV? Ah, ya ampun, malu sekali aku.
"Hehe, maafkan kami. Kami janji tidak akan melakukan hal yang seperti itu lagi, Pak!" ucap Arga dengan cengengesan. "Lagi pula, kami ini kan bukan orang asing, kami ini pasangan suami istri dan juga di dalam sana juga tidak ada orang lain yang bersama dengan kami," ucapnya lagi masih dengan senyum meringis pada laki-laki tersebut.
Laki-laki itu menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Arga. "Jika Anda berdua ketahuan melakukan hal itu lagi, maka saya akan ambil tindakan tegas untuk Anda berdua. Dan ini akan jadi hal yang tidak akan menyenangkan seperti apa yang kalian lakukan di dalam sana!" tegas laki-laki yang ku perkirakan usianya tidak jauh dari kami.
Aku takut sekaligus malu.
__ADS_1
"Maafkan kami, Pak. Kami janji tidak akan melakukan hal itu lagi. Tadi ... kami hanya sedang bercanda. Itu bukan seperti yang Anda perkirakan sebelumnya," ucapku meminta maaf.