
Suara pintu terdengar di buka dengan kasar dari luar sehingga aku tersentak kaget saat berbicara bersama dengan Arga. Seorang wanita tua masuk ke dalam ruanganku dengan wajah yang terlihat marah. Dengan langkah lebarnya dia berjalan sehingga suara derap langkah kakinya yang menggunakan sandal teplek terdengar dengan jelas beradu dengan lantai. Ibu dan Budhe mengikuti wanita itu dari belakang dan melarang dia masuk, terlihat wanita tua itu menghempaskan tangan Budhe dari lengannya.
"Kamu!" Tunjuknya padaku dengan lantang, suaranya yang khas terdengar sangat merdu bagai seng yang dilempar batu. "Apa yang kamu lakukan kepada anak saya, huh!" Tatapannya sangat tajam dan juga nyalang bagai ular yang siap melilit dan melahap mangsanya. Tidak peduli dengan beberapa orang yang ada di ruangan ini dia tetap saja menunjukku dan menatapku dengan tatapan bengis. Bisa aku lihat penampilannya saat ini sangat berbeda sekali dengan dulu saat aku bersama dengan Mas Hilman.
Aku bingung, apa maksud dia?Apa yang sudah aku lakukan kepada anaknya sehingga mantan Ibu mertuaku datang dan menunjukku dengan murka seperti itu?
"Dasar wanita sund*al, wanita mandul. Apa sebabnya kamu seret Hilman ke penjara! Tidak puaskah kamu melihat anakku sudah menderita? Kamu membuat dia dipecat, kamu membawa pergi sertifikat tanah, kamu yang membuat pernikahannya berakhir dan sekarang kamu memasukkan dia ke penjara. Tidak bisakah kamu membiarkan kami hidup dengan tenang, Yu!" teriak dia dengan murka panjang lebar.
Aku ingat saat sebelum aku pingsan tadi, sopir Arga mengatakan untuk menguruskan Mas Hilman. Mungkinkah jika ini yang dia maksud? Akan tetapi, membuat dia menderita ... memangnya apa yang sudah aku lakukan terhadap dia? Jika perihal dia dipecat bukankah itu masalah dia karena dia memang tidak adil kepadaku? Bukan sebab aku juga dia dipecat! Dan mengenai perceraiannya dengan Hana, kenapa juga aku yang dia salahkan?
"Bu, memang anak Anda pantas untuk dipenjarakan! Apakah Anda tidak tahu apa yang anak Anda lakukan kepada calon istri saya?" Aku yang ingin berbicara terdiam saat Arga berdiri dan membelaku.
"Jika anak Ibu tidak melakukan hal yang memalukan seperti itu, tentu saya tidak akan membawa dia ke penjara. Apakah polisi dan anak Ibu tidak memberitahu perihal apa anak Anda saya jebloskan ke penjara?" tanya Arga dengan menatap Ibu ... maksudku mantan Ibu mertuaku. Dia membelalakkan matanya.
"Itu karena Ayu tidak mau rujuk dengan dia. Kalau saja Ayu mau rujuk dengan Hilman bukankah tidak akan terjadi hal yang seperti ini!"
Aku menatapnya tidak mengerti, dia sedang berbicara apa? Apa dia sedang membual? Siapa yang dulu gencar menyuruh Mas Hilman untuk menceraikanku?
__ADS_1
"Hah, aneh sekali ya Anda. Bukankah Anda yang dulu tidak mau dengan Ayu dan menyuruh Hilman untuk menceraikan Ayu karena Hilman sudah ada yang lain? Anda sudah menghina anak saya dan mengatakan anak saya mandul dan tidak pantas menjadi istri Hilman, tadi bukankah Anda juga sudah mengatakan hal itu? Belum ada satu menit Anda menyebut Ayu sund*al dan mandul, kan?" Ibu berbicara dengan nada yang sinis, tidak pernah aku melihatnya yang seperti ini.
"Ya itu karena salah Ayu yang tidak bisa memberikan Hilman anak."
"Lalu? Apa bisa berubah jika Ayu kembali dengan Hilman? Ayu yang Anda klaim mandul dan tidak bisa memberikan keuturunan kepada keluarga Anda, apa yang Anda harapkan dari wanita seperti Ayu? Ayu tertekan hidup dengan anak Anda dan juga mempunyai Ibu mertua seperti Anda. Apakah Ayu akan mau kembali dengan Hilman? Saya yang akan menentang dia dan menolak Anda, Ibu mertua yang baik hati!" Ibu menepuk dadanya dengan keras, menolak kehadiran dan ucapan dari mantan besan yang dulu Ibu sangka baik dan pengertian. Dulu. Itu dulu!
Mantan Ibu mertua hanya mendengkus sebal dengan wajah yang kini merah padam. Bibirnya bergerak-gerak tanpa mengatakan suatu apa pun.
"Sudah, lebih baik Ibu pergi dari sini, daripada saya memanggil keamanan dan mengusir Anda dari sini." Arga menggerakkan tangannya, menunjuk pintu yang jelas masih terbuka dengan lebar, beberapa orang terlihat di sana melongokkan kepalanya di ambang pintu.
"Saya tidak terima. Cabut laporan tentang Hilman di kantor polisi dan bebaskan anak saya segera!" jerit wanita itu.
"Jangan mentang-mentang kalian orang kaya, kalian bisa mudah menindas orang tidak punya seperti kami! Kalau kalian tidak mau mengeluarkan Hilman, saya juga akan melaporkan kalian balik dengan tuduhan pencemaran nama baik!" ancamnya.
Terdengar hembusan napas yang kasar dari Arga.
"Apa saya harus memberikan bukti yang valid kepada Anda, Bu? Ada banyak CCTV di tempat kejadian yang merekam adegan penculikan terhadap Ayu yang dilakukan oleh Hilman, dan pihak polisi juga sudah meyakini jika orang itu benar Hilman. Kalau Anda tidak percaya, maka pergilah lagi ke kantor polisi dan tanyakan apakah kami menuduh anak Anda dengan tanpa bukti? Jelas kami yang dirugikan di sini!"ucap Arga tidak terima.
__ADS_1
Bu Widia terdiam mendengar ucapan Arga, dia terlihat semakin kesal dan menatapku dengan tajam. Dadanya naik turun dengan napas yang terdengar sangat jelas.
"Pokoknya saya tidak terima! Saya akan usut kasus ini dan bawa ke pengadilan terutama kamu, Ayu!" tunjuk Bu Widia, lalu membalikkan tubuhnya dengan cepat dan melangkah meninggalkan ruangan ini.
Aku yang sedari tadi tegang dan merasakan sakit kepala karena kedatangan dia merasa lega setelah wanita itu pergi dari sini. Lemas tubuh ini, rasanya pandangan juga sedikit berputar.
Arga yang melihatku memegang kepala segera mendekat dan menahan tubuhku. "Ayu, kamu gak apa-apa?" tanya Arga khawatir. Ibu dan Budhe juga mendekat menanyakan hal yang sama.
"Aku gak apa-apa, hanya sedikit pusing," keluhku. Budhe segera berlari keluar dari ruangan, tidak lama dia kembali dengan dokter yang sigap memeriksa keadaanku.
"Tidak apa-apa. Pusing yang diderita Mbak Ayu, terjadi karena terkejut saja. Untuk sementara jaga emosinya, luka di kepala bisa saja membuat Mbak Ayu menjadi Syok," ucap dokter tersebut. Arga mengangguk mengerti dan mengucapkan terima kasih kepada dokter.
****
Hadeuh, Mamak mertua. Eh, mantan 🤭🤭
**Tiga bab. Ayo, Othor menuntut like dan komen, loh 😌 yang mau kasih bunga, vote dan tips apa lagi. Othor terima dengan sangat baik dan juga dengan senang hati, biar semangat buat up di jam sahur nanti.🤭🤭😁
__ADS_1
Loph, U full 😘😘**