
Kini Husna sedang perjalanan menuju kampus nya dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Dia akan melakukan bimbingan terakhir nya terkait penelitian yang dia lakukan sebelum dia maju untuk ujian hasil. Pendaftaran untuk ujian pun baru saja di buka jadi sebenar nya dia masih punya banyak waktu hanya saja Husna ingin semua urusan nya itu cepat selesai. Dia ingin segera lulus kuliah dan mulai bekerja karena pekerjaan sudah menuntut kehadiran diri nya. Apalagi setelah identitas nya terbongkar.
Saat ini status nya sebagai putri tunggal pewaris dari perusahaan kedua orang tua nya yang apabila dia berjalan kemana pun gerak gerik nya itu akan jadi perhatian. Begitu juga dengan kehidupan pribadi nya yang pasti tidak akan luput dari perhatian. Husna sebenar nya tidak menyukai hal yang seperti itu menjadi pusat perhatian karena memang karakter nya yang cenderung introvert tapi apa lah daya yang bisa dia lakukan jika takdir menuntut nya untuk jadi seperti itu.
Husna segera memarkirkan mobil nya di parkiran di mana di sana juga ada mobil-mobil teman seangkatan nya maupun mobil adik junior nya. Husna segera turun dan menuju gedung fakultas menemui sang suami yang juga dosen pembimbing nya yang sudah menunggu nya di sana.
__ADS_1
Husna menarik nafas panjang karena banyak nya tatapan yang tertuju pada nya. Sungguh dia tidak menyukai hal seperti itu. Bahkan ada yang menatap nya sungkan sampai ada yang menunduk hormat pada nya. Sungguh dia lebih nyaman dengan keadaan sebelum identitas nya terbongkar. Di mana semua orang menganggap nya tidak ada atau pun menganggap nya ada tapi hanya sebagai sesuatu yang membuat pandangan mereka terhalang atau apapun. Tetapi setidak nya dengan hal yang seperti itu dia bisa melihat orang mana yang tulus pada nya atau tidak. Jika sekarang dia hanya seperti melihat kemunafikkan saja. Mereka menghargai nya hanya karena status sosial nya yang tinggi.
“Menyebalkan. Aku tidak suka keadaan ini.” gumam Husna lirih.
Dia segera melenggang masuk ke ruangan suami nya itu dengan wajah cemberut nya. Wajah nya di pasang dengan ekspresi yang buruk. Entah kenapa hari ini mood nya itu sangat buruk.
__ADS_1
Azzam pun menyadari bahwa mood istri nya itu sedang tidak baik-baik saja saat ini dan dia tahu apa penyebab hal itu, “Sayang!” panggil Azzam.
Husna pun menatap suami nya, “Ada apa? Kenapa memasang ekspresi seperti itu sayang? Apa yang membuatmu kesal?” tanya Azzam.
Husna tidak menjawab dan memilih diam sana, “Sayang, mas bertanya loh.” Ucap Azzam kemudian dengan nada rendah nya.
__ADS_1
Husna yang mendengar itu pun kembali menatap suami nya itu lalu dia berdiri dan mendekati Azzam lalu menyalami tangan suami nya itu, “Maaf mas. Aku sedang bad mood hari ini. Entah kenapa aku tidak suka melihat orang-orang yang ketika berpapasan padaku menunduk menghormatiku. Aku lebih suka dengan apa yang mereka lakukan dulu padaku. Mereka yang tidak menganggapku ada. Dan jika pun ada mereka hanya menganggap aku upik abu. Maaf sudah melampiaskan hal ini padamu mas.” Ucap Husna.
Azzam pun diam saja dan memilih menarik tubuh istri nya itu agar duduk di pangkuan nya.