
"Dek, apa kau yakin tidak ingin membeli sesuatu dulu?" tawar Jalal.
Betty pun tersenyum mendengar ucapan Jalal yang sudah dia duga sebelum nya. Betty segera betbalik dan menatap Jalal yang berjalan di belakang nya.
"Kak, aku tidak butuh apapun. Aku sudah mengelilingi mal ini hingga mungkin semua pemilik di sini mengenal aku. Jadi jangan tawari aku untuk membeli sesuatu." ucap Betty.
Jalal pun tersenyum mendengar ucapan Betty, "Aku hanya--"
"Hanya apa kak? Apa kakak takut film dengan genre horor hingga harus mengikur waktu seperti ini?" potong Betty bertanya.
Jalal segera menggeleng dengan cepat hingga Betty yang melihat nya pun tertawa.
"Baiklah. Aku percaya dan aku menganggap bahwa kakak memang tidak masalah dengan film yang ku pilih." ucap Betty lalu segera melenggang menuju lift.
Jalal pun menarik nafas panjang dan segera menyusul Betty yang sudah masuk ke dalam lift. Betty segera menekan salah satu tombol angka di mana letak bioskop berada.
__ADS_1
Di dalam lift kedua nya hening dan larut dalam pikiran masing-masing.
Tidak lama mereka pun tiba di lantai gedung yang sudah di tuju. Kedua nya segera keluar dari lift.
Betty segera melihat-lihat jam penayangan film yang dia inginkan.
"Aku akan mengantri dulu ya kak." ucap Betty hendak melangkah tapi terhenyi karena di tahan oleh Jalal.
"Biar aku saja. Kau beli lah pop corn." ucap Jalal lalu segera berlalu mengantri pembelian tiket.
Setelah itu dia pun segera melangkah menuju tempat di mana pop corn berada. Dia pun segera mengantri di sana. Percaya lah dia tidak begitu menyukai pop corn. Itu hanya formalitas saja. Bukan kah menonton film di bioskop tanpa pop corn akan terasa kurang lengkap?
Sekitar kurang lebih setengah jam berlalu akhirnya mereka selesai mengantri. Jalal dan Betty pun segera duduk di tempat yang di sediakan untuk menunggu waktu pemutaran film di mulai.
Kedua nya memutuskan untuk menunggu di sana karena waktu pemutaran film yang akan kedua nya tonton akan tinggal lima belas menit lagi.
__ADS_1
"Kak, aku bisa tanya sesuatu?" tanya Betty melirik Jalal.
Jalal pun segera menatap Betty, "Katakan saja!" balas Jalal.
Betty yang mendengar itu pun tersenyum lalu dia menoleh ke arah lain karena jujur saja dia salting sendiri dengan Jalal yang memperlakukan nya dengan lembut. Ah biasa nya dia pecicilan tapi kini dia seperti harus hati-hati dalam bertingkah. Ternyata jatuh cinta itu ribet.
"Kak, apa kau sungguh tidak takut dengan film genre ini?" tanya Betty kembali sambil menunjukkan tiket di tangan nya.
Jujur saja dia akan merasa bersalah jika Jalal tidak nyaman dengan film yang akan dia tonton. Dia memang menyukai film ini tapi tidak akan tega juga harus mengorbankan orang lain dalam hal seperti ini.
Dia bisa menonton film ini sendiri atau mungkin meminta di temani oleh Ratna karena meminta Husna dan Andita menemani nya itu tak mungkin. Karena kedua teman nya itu sudah memiliki pawang nya masing-masing.
Jalal menggeleng, "Tidak masalah dek. Kita akan menonton nya. Tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Kita akan menonton nya." jawab Jalal.
Betty pun mengangguk percaya walaupun dia tetap ragu.
__ADS_1