My Secret Love

My Secret Love
Makan Bersama


__ADS_3

Mereka berempat duduk di satu meja dan sedang memilih menu makanan. “Kalian mau makan apa?” tanya Ara.


“Aku nasi goreng saja dengan telur mata sapi matang.”


“Kamu apa Sifa?”


“Aku sama saja dengan Aro. Aro, kamu mau makan apa?” Sifa malah bertanya manja pada Aro.


“Aku sama saja seperti Uni, aku sedang malas makan yang lainnya,” jawab Aro santai.


“Ya sudah kalau begitu kita pesan nasi goreng saja empat dan orange jus juga empat supaya tidak terlalu ribet.” Ara beranjak dari tempat


duduknya dan mengajak Sifa untuk memesankan nasi gorengnya.


“Sama aku?”


“Iya, sama kamu, lagian ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, Sifa.” Ara, menarik tangan Uni dan mengajaknya pergi dari sana.”


Aro dan Uni duduk berdua di sana dan mereka berdua terlihat saling diam. Uni juga diam saja dan mencoba mengalihkan perhatiannya. “Kenapa kamu diam saja? Seperti tidak kenal saja denganku?” tanya Aro.


“Em ... tidak apa-apa! Memangnya kita mau berbicara tentang apa?”


“Bagaimana hubungan kamu sama Rendy? Apa baik-baik saja? Atau malah putus?”


Kedua alis Uni langsung mengkerut. “Putus? Kenapa doa kamu begitu buruk? Aku saja tidak pernah mendoakan kamu yang buruk sama kekasih kamu.”


“Doakan saja aku putus, aku juga tidak masalah.”


“Aku tidak sejahat itu walaupun aku menyukai orang itu,” gerutunya pelan.


“Apa? Kamu bicara apa?”


“Tidak, aku tidak bicara apa-apa.”


Tidak lama dari kejauhan seseorang mendekat ke arah mereka. “Uni! Kalian ada di sini?”


Mereka berdua melihat siapa yang datang. Uni beranjak dari tempatnya dan agak terkejut melihat ada Via di sana. “Via, kamu kenapa bisa berada di sini? Bukannya kamu kalau jam segini masih di tempat kerja?”


“Aku sudah keluar dari pekerjaan aku, aku kesal dengan Pak Jono yang tambah lama tambah menjengkelkan.”


“Kamu keluar? Lalu kamu sekarang bekerja di mana?”


“Aku mau fokus kuliah dulu saja, dan nanti baru aku mau mencari pekerjaan. Hai, Aro! Kalian berdua saja di sini?”


“Tidak, kita tidak berdua, kita di sini berempat ada Ara dan Sifa,” jawab Uni.

__ADS_1


“Oh begitu!”


“Kamu sendiri apa sendirian di sini, Via?” tanya Aro.


“Aku sedang jalan-jalan sendiri mencari buku, memangnya aku harus sama siapa Aro? Uni aku kira sedang bekerja, dan aku juga tidak memiliki kekasih yang bisa aku ajak jalan-jalan, jadi terpaksa sendirian.


Tidak lama Ara adan Sifa datang  dengan membawa empat piring nasi goreng. “Loh!


Ada Via, sejak kapan kamu di sini?”


“Aku dari tadi di sini mencari buku dan saat aku mau mencari makan aku melihat Uni dan Aro ada di sini.”


“Hai, kita belum kenalan, Ya?” tanya Sifa.


“Iya, namaku Via.” Via mengulurkan tangannya dan mengajak Sifa berkenalan.


“Aku Sifa. Oh ya! Kamu mau ikut makan bersama dengan kita di sini? Tapi kita belum memesan untuk kamu.”


“Kamu pesan saja karena minuman kami juga belum siap, nanti akan kita ambil dan kamu bisa memesannya.”


“Via, kita pesan ke sana saja untuk kamu dan akan aku ambilkan minuman kita.”


Via dan Uni berjalan menuju tempat di mana mereka akan mengambil minuman dan Via juga akan memesan makanan. “Uni, apa itu kekasih Aro?”


“Iya, itu kekasih Aro. Via, apa kamu baik-baik saja?”


“Bagaimana lagi, Via? Aro sudah memilih gadis itu dan aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.”


Mereka berdua kembali dan membawa empat buah minuman untuk mereka dan Via juga ikut makan bersama dengan mereka.  Mereka mulai menikmati makanannya.


“Uhuk ... uhuk!” Aro tiba-tiba terbatuk.


“Aro, kamu kenapa?” tanya Ara.


“Kenapa nasi goreng ini rasanya pedas? Aku kan tidak suka pedas.”


“Kamu tidak suka pedas? Maaf, tadi aku yang memesankannya, aku kira kamu suka pedas seperti punya aku,” jelas Sifa.


“Aku juga lupa kalau kamu tidak mau makanan pedas, hanya punya Uni yang tidak pedas karena aku ingat jika Uni tadi memesan tidak pedas.”


“Kamu keterlaluan sekali Ara, masak sama saudara sendiri kamu tidak ingat dia suka pedas apa tidak. Aku kan tidak tau.”


“Aku juga minta maaf akan hal itu.”


Uni melihat ke arah Aro. “Kalau kamu mau, kamu boleh makan nasi goreng milikku, Aro, tapi tadi aku sudah memakannya satu sendok.”

__ADS_1


Aro tanpa bicara mengambil piring punya Uni. Uni menerima nasi goreng milik Aro. Uni ini tidak masalah makan makanan pedas atau tidak, hanya saja tadi dia memang memesan nasi gorengnya jangan pedas.


“Aro, aku minta maaf, Ya?” Sifa memegang tangan Aro.


“Tidak apa-apa, Sifa. Uni, kamu tidak apa makan nasi goreng itu?”


“Tidak apa-apa. Aku juga menyukainya.”


Mereka akhirnya mulai menikmati makanan nasi gorengnya. Uni ini sengaja memesan nasi goreng tidak pedas karena di tau jika nanti pasti milik Aro akan di pesankan pedas, dia tidak enal jika nanti mengingatkan jika Aro


tidak suka nasi goreng pedas. Uni tidak enak dengan Sifa.


“Aro, memang enak makan nasi goreng tidak pedas?”


“Enak, kenapa?”


“Kalau begitu coba suapi aku, aku juga mau mencoba nasi goreng itu.” Sifa malah membuka mulutnya dan mendekatkan pada Aro.


Aro benar-benar tidak menyangka jika Sifa akan meminta hal seperti itu. Dia tidak pernah melakukan hal seperti ini sama sekali, tapi gadis ini benar-benar membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa karena mungkin ini salah


satu rencana Sifa. Apalagi di sini ada Via.


Aro menyuapi Sifa dan Sifa tampak sangat senang. Mereka tidak melihat jika ada yang sangat marah dan dia mencoba menahan amarahnya sampai mengepalkan tangannya di bawah meja.


“Rasanya aneh kalau tidak pedas.”


“Rasanya enak, apanya yang aneh?”


Mereka kembali meneruskan makannya dan tidak lama makanan mereka sudah habis dan mereka akan beranjak pergi dari sana. “Biar aku yang membereskan supaya pelayan di sini tidak repot.” Via mencoba mengambil piring


dan gelas kotor.


“Eh! Bajuku.”


“Ma-maaf, Sifa. Aku tidak sengaja, aku akan membantu kamu membersihkannya.”  Via mencoba membersihkan baju Sifa.”


“Tidak apa-apa Via, kalau begitu aku akan pergi ke toilet sebentar, kalian bisa menunggu di sini, Kan?”


“Iya, kami akan menunggu di sini.”


Sifa berjalan pergi dari sana dan mereka berempat menunggu di tempat makan tadi. Tidak lama Via harus mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


“Maaf, ya teman-teman, aku harus pergi karena aku lupa sudah di tunggu oleh kedua orang tuaku di rumah, hari ini saudaraku akan datang.”


“Ya sudah kalau kamu ada perlu, kamu boleh pulang dulu, Via,” jawab Uni.

__ADS_1


“Maaf ya semua, tolong sampaikan maaf dan


salamku pada Via.” Via pergi dari sana.


__ADS_2