My Secret Love

My Secret Love
Jadian


__ADS_3

Uni masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Aro barusan. "Maksud kamu apa?"


"Kamu pasti tidak akan menyangka jika dulu mamaku pernah bekerja menjadi pelayan di rumah ayahku, suaminya sendiri.'


"Kamu serius?"


"Tentu saja, jadi kamu tidak perlu minder atau merasa tidak pantas karena kamu pantas untukku, hanya untukku."


Aro kemudian mendekatkan bibirnya pada Ara dan mengecupkan lembut bibirnya, sampai ciuman itu berubah menjadi agak liar. Aro bahkan menidurkan Uni di atas tempat tidur Uni dengan tidak melepaskan ciumannya.


Aro memegag kedua tangan Uni dan meletakkannya ke atas kepala Uni dan kembali menciumi Uni bahkan dia mencium leher Uni yang membuat Uni berteriak kecil.


"Aro, hentikan. Aku tidak mau kamu membuat tanda di sana, besok apa yang aku katakan jika mereka bertanya soal tanda itu? Lagipula kamu jangan kelewat batas Aro. Kita belum menikah."


Aro mengentikan gerakannya dan memandang Uni yang tepat di bawahnya. Uni mengerucutkan bibirnya kesal.


"Katakan dulu jika kamu bersedia menjadi kekasihku mulai hari ini?"


"Kenapa harus begitu?"


"Tentu saja harus begitu, aku tidak mau kalau kamu perlakukan aku seperti dulu, atau kamu menganggap aku memaksa kamu."

__ADS_1


"Iya, aku mau menjadi kekasih kamu dan sekarang kita pacaran. Apa kamu puas?"


"Belum," jawab Aro cepat.


"Kok belum? Apa lagi?"


"Katakan dulu kamu mencintaiku dan mau menjadi kekasihku tanpa paksaan dan kemudian kamu cium aku."


"Hah? Banyak sekali yang di suruh?"


"Terserah, mau tidak?"


Uni beranjak dari tempatnya dan berdiri di depan Aro. "Aro aku mencintai kamu, dan aku mau menjadi pacar kamu tanpa paksaan."


Uni menoleh ke sana ke mari mencari sesuatu. Lalu dia memilih naik ke atas ranjangnya dan dia membungkuk setelah itu mengecup bibi Aro.


Aro tersenyum melihat hal itu. Dia menggendong Uni ala bridal style dan menidurkan Uni dengan posisi yang tepat kali ini di atas ranjangnya kemudian menyelimutinya.


"Kamu tidur dulu, ini sudah malam Uniku."


"Aku besok kan mau pindah, aku belum membereskan baju-bajuku."

__ADS_1


"Kamu tidak boleh pergi dari rumah ini, Uni."


"Loh! Bagaimana dengan uang yang sudah aku bayar di tempat kost itu? Dan Nanti kalau di tanya oleh Via aku jawab apa?"


"Kalau soal uang aku akan menggantinya dan Via nanti aku yang bilang sama dia."


"Kamu mau bilang apa? Jangan bilang tentang hubungan kita, hal itu akan membuat Via sedih dan kecewa, Aro.


"Sampai kapan kita akan menyembunyikan hal ini pada dia. Dia harus tau semuanya dan menerimanya, Uni. Aku mencintai kamu dan tidak akan pernah bisa mencintai Via.


"Tapi kasihan nanti dia, Aro. Di pasti akan kecewa dan bersedih."


"Lebih baik dia tau secepatnya daripada dia tau nanti, apalagi orang lain yang memberitahunya. Hal itu akan sangat menyakitkan nantinya."


"Iya, tapi jangan secepat itu, Ya? Dan biarkan aku sendiri yang memberitahunya nanti, jadi bukan kamu."


"Terserah kamu saja. Sekarang kamu tidur dan aku akan kembali ke kamarku, besok aku antar kuliah."


Uni mengangguk dan Aro keluar dari dalam kamar Uni.


"Aro, kamu ada apa malam-malam dari kamar Uni?" Tiba-tiba Aro melihat ada mamanya di sana.

__ADS_1


"Mama? Ada apa Mama di sini?"


"Mama mau ambil minum. Aro, apa yang kamu lakukan di dalam kamar Uni tengah malam?" Nala melihat curiga pada putranya.


__ADS_2