
Di sisi lain, kini Azzam dan Husna justru menikmati kencan mereka siang itu dengan memasak dan makan siang berdua di mobil Van yang terparkir di halaman kediaman utama.
Azzam dan Husna sudah belanja tadi dari kampus untuk bahan makanan yang akan mereka buat di mobil Van itu. Orang kediaman utama pun hanya membiarkan saja apa yanh di lakukan oleh sepasang suami istri itu. Mereka tidak mengganggu pasangan itu.
"Ayo mas coba cicipi apa sudah seperti itu atau belum?" tanya Husna.
Azzam pun segera mencicipi sup buatan istri nya itu, "Kurang garam sayang. Sedikit lagi." Jawab Azzam setelah mencicipi masakan buatan istri nya itu.
Husna pun mengangguk dan segera menambahkan garam sesuai dengan apa yang di katakan oleh suami nya. Setelah itu mereka kembali mencicipi nya dan semua pun telah pas.
Sementara Azzam segera menyelesaikan ayam yang sedang dia bakar.
__ADS_1
"Okay semua nya sudah siap." ucap Husna menata makanan di meja kecil yang ada di mobil Van itu. Meja yang memang sudah di sediakan untuk jadi tempat makan.
Azzam pun segera mengambil tempat untuk duduk begitu juga Husna segera duduk. Tidak lupa dia melepas celemek yang terpasang di tubuh nya, "Mas, celemek nya di lepas dong. Kan kita sedang kencan. Masa iya pakai celemek." ucap Husna saat melihat suami nya itu masih memakai celemek.
Azzam pun segera tersadar dan melepas celemek dari tubuh nya, "Mas lupa sayang." ucap Azzam tersenyum.
Husna pun tersenyum jengah, "Jangan di jadikan kebiasaan mas. Kamu masih muda. Ingat kita belum punya anak. Masa iya nanti saat punya anak kamu akan lupa mengajak nya atau meninggalkan nya jika kita pergi ke suatu tempat." ucap Husna.
Husna terkejut saat suami nya itu mengusap perut nya, "Ada apa mas?" tanya nya.
Azzam menggeleng, "Aku hanya membayangkan suatu hari nanti di sini akan ada buah cinta kita. Dia akan tumbuh di sana." ucap Azzam lembut.
__ADS_1
Husna pun tersenyum mendengar ucapan suami nya itu, "Aamiin ... Semoga dia sudah hadir." ucap Husna.
Kini Azzam yang terkejut atas jawaban istri nya itu, "Sayang apa maksudmu?" tanya Azzam kaget.
Husna yang melihat respon suami nya pun tertawa, "Kenapa kaget seperti itu mas? Bukan kah wajar jika saja aku hamil. Kita sudah sering melakukan nya. Sementara kita tidak memakai pengaman apapun. Jadi bisa saja bukan dia sudah tumbuh di rahimku." jawab Husna.
"Ck .. Sayang aku pikir kamu sudah hamil tapi kamu merahasiakan nya." ucap Azzam mengelus dada nya.
"Gak kok. Aku gak akan mungkin merasahasiakan hal seperti itu darimu. Sekarang lebih baik kita makan. Bukan kah kita sedang kencan. Lupakan itu dulu." ucap Husna yang di angguki oleh Azzam.
Mereka pun segera makan dan Husna sendiri di benak nya menghitung tanggal terakhir dia haid.
__ADS_1