My Secret Love

My Secret Love
71


__ADS_3

“Apa?”


Andita yang mendapatkan pertanyaan dari Betty itu pun dengan refleks mengatakan itu, “Ck, kenapa kalian berpura-pura gak tahu maksud pertanyaanku sih? Aku yakin kalian pasti tahu dan aku yakin juga Husna bukan berasal dari keluarga biasa saja. Iya kan?” tanya Betty lagi menatap Husna dan Andita bergantian.


“Aku gak tahu Betty. Jangan menatapku begitu seolah aku tahu. Karena aku tak tahu sama sekali hal ini. Aku pun tak ada hubungan nya dengan ini sama sekali.” Jawab Andita cepat.


“Justru kau menjawab dengan cepat begitua aku semakin yakin kau tahu semua nya Dita.” Ucap Betty menatap Andita menyelidik.


“Na, kenapa jadi aku yang merasa di introgasi padahal ini adalah tentangmu.” Ucap Andita memelas lalu menatap Husna.


Husna pun hanya tertawa saja, “Betty, sudah. Aku akan katakan. Kau ingin tahu apa tentangku?” tanya Husna.


Betty yang mendengar ucapan Husna pun segera menatap gadis di samping nya itu dengan tatapan menyelidik, “Aku ingin tahu semua nya. Kau itu sangat misterius Na. Aku tidak tahu sama sekali tentangmu padahal aku ini di juluki sebagai ratu gosip tapi untuk mengetahui identitasmu saja aku harus mengaku kalah.” Ucap Betty.


“Dita, seperti nya ada yang mengakui bahwa dia adalah ratu gosip. Baiklah aku memberikanmu kesempatan memberi pertanyaan. Tanyakan saja yang ingin kau ketahui.” Ucap Husna.


“Apa kau berasal dari keluarga kaya?” tanya Betty untuk pertanyaan pertama.


Husna pun sedikit mengangguk, “Hum, aku rasa begitu.” Jawab Husna.


“Bukan hanya rasa saja. Tapi memang kaya Bet.” Timpal Andita dari belakang.


Betty yang mendengar itu pun kembali menatap Andita, “Apa kau tahu ASH Industries?” tanya Andita menatap Betty.


Betty pun dengan perlahan mengangguk lalu dia menatap Husna dan Andita itu pun bergantian, “Aku tahu ASH Industries. Jangan katakan bahwa itu adalah perusahaan keluargamu Na. Tunggu dulu ASH? Bukankah itu inisial namamu Na. Azarine Salsabila Husna. Iya benar. Kenapa aku baru ngeh sekarang ya?” ucap Betty menepuk kening nya.


“Benar Na? Apa itu milikmu?” tanya Betty kini menatap Husna penuh penasaran.

__ADS_1


Husna pun mengangguk, “Lebih tepat nya itu adalah milik orang tuaku. Kenapa nama perusahaan itu adalah inisial namaku. Itu di ganti saat aku lahir. Sebelum nya perusahaan itu di beri nama S&B Industries di mana itu adalah inisial nama kedua orang tuaku.” Ucap Husna.


Betty yang mendengar penjelasan Husna pun terkejut dan kaget padahal sebelum nya dia sudah menduga bahwa Husna memang bukan dari keluarga biasa. Tapi kini setelah dia tahu yang sebenar nya bahwa Husna memang bukan orang biasa dia kaget. Bagaimana juga tidak kaget coba jika perusahaan ASH Industries itu lah perusahaan yang saat ini merajai dunia bisnis. “Jadi kau putri tuan Syarif dan nyonya Balqis?” tanya Betty memastikan.


Husna pun mengangguk, “Dia adalah putri tunggal mereka Bet.” Jawab Andita.


“Wah, aku tidak menyangka hal ini. Kau sekaya itu dan kau datang ke kampus hanya dengan memakai vespa dan pakaianmu juga yang sering di jadikan bahan bully. Wah aku tidak menyangka hal ini. Aku yakin mereka pasti bakal kaget nanti jika mengetahui fakta ini. Pantas saja kau bisa menyembunyikan identitasmu dengan sebaik itu karena dari yang ku dengar perusahaan itu punya system keamanan yang kuat. Tidak tahu nya kau adalah pewaris perusahaan itu. Kau sangat kaya Na. Bisa-bisa nya kau menyembunyikan nya hingga membuatmu sering di hina.” Ucap Betty sambil menggelengkan kepala nya tanda dia masih kurang percaya dengan apa yang dia dengar.


“Untuk apa juga harus menunjukkan kekayaan Bet. Itu hanya titipan saja. Lagi pula itu adalah milik orang tuaku. Bukan milikku.” Ujar Husna.


“Yah, setidak nya kita sebagai anak mereka harus menikmati nya kan Na. Seperti aku yang menikmati keindahan mobil ini. Ehh tunggu … jadi mobil yang kau pakai saat datang ke ulang tahun Gilang waktu itu adalah mobil milikmu?” tanya Betty lagi.


Husna pun mengangguk, “Hum, itu adalah hadiah ulang tahunku saat aku berusia 17 tahun.” Jawab Husna.


“Wah, aku masih tidak bisa berkata-kata mendengar pengakuanmu ini Na. Aku akan menawarkan diri jadi seksi acara dan seksi persiapan untuk ulang tahunmu Na. Aku akan membuat teman-teman kita tahu bahwa kau itu sangat kaya dan aku akan merekam ekspresi kaget mereka itu nanti. Pasti sangat lucu.” Ujar Betty membayangkan apa yang dia katakan itu.


Husna dan Andita itu pun hanya bisa saling memandang satu sama lain lalu tertawa, “Kau ini ada-ada saja Bet.” Ucap Husna.


“Ke pantai tentu saja. Aku ingin melihat pantai bersama kalian.” jawab Husna.


“Ouh okay. Aku juga suka pantai.” Timpal Betty.


Mereka pun segera meluncur menuju pantai terdekat. Begitu tiba di sana Husna segera memarkirkan mobil dan mereka turun dari sana.


“Seperti nya kita sedikit salah outpit deh.” Ujar Betty.


“Sudah, gak apa-apa. Ayo ... aku pengen melihat laut.” Ucap Husna lalu dengan ceria nya dia berjalan menuju pantai.

__ADS_1


Betty dan Andita yang melihat itu pun tersenyum dan mengikuti Husna dari belakang. Ketiga wanita itu pun menikmati waktu mereka bermain di pantai itu hingga kedua nya lelah dan kini berteduh sambil menikmati minuman mereka.


“Dita, apa Gilang sudah baik-baik saja?” tanya Husna kepada Andita.


“Hum, dia baik-baik saja kok.” jawab Andita.


“Ee’ehh tunggu. Kenapa kau menanyakan kesehatan Gilang kepada Dita, Na? Emang ada hubungan apa Dita dan Gilang?” tanya Betty penasaran.


“Dasar memang ratu gosip yaa tingkat intelijen itu itu sudah level dewa.” Ucap Husna.


“Ouh ayo lah. Katakan saja. Jangan main rahasia-rahasia an dariku.” Ucap Betty.


“Dita … jawab saja pertanyaan Betty.” Ucap Husna.


“Emang aku harus menjawab apa Na?” tanya Andita.


“Tentu saja menjawab nya dengan jawaban yang sesuai dari memuaskan.” Timpal Husna.


“Tunggu … apa kau menyukai Gilang, Dita?” tanya Betty menatap Andita lekat.


Andita yang mendapat pertanyaan itu pun diam, “Apa aku salah menyukai nya Bet?” tanya Andita balik.


Betty menggeleng, “Gak salah sama sekali. Suka itu normal bukan. Tapi kau tahu bukan banyak yang mengidolakan nya di kampus termasuk Kirana dan Ratna, temanmu itu.” ucap Betty.


“Aku tahu Bet. Untuk itu aku hanya berteman saja kok dengan Gilang.” Ujar Andita.


Betty pun mengangguk, “Jika lebih dari teman pun gak masalah. Iya kan Na?” goda Betty.

__ADS_1


Husna pun tersenyum lalu mengangguk, “Ck, kenapa kalian jadi menggodaku. Tidak aku tidak seperti itu. Kami tidak seperti itu. Memang murni sebagai teman saja.” ujar Andita.


“Yah, Murni!” ucap Betty dengan nada menggoda. Andita yang mendengar itu pun tersenyum. Akhirnya ketiga wanita itu pun menghabiskan waktu mereka di pantai sampai Husna mendapat telepon dari sang suami baru lah mereka pulang.


__ADS_2