
“Kau tidak ingin memelukku? Kenapa hanya diam saja?”
Andita menatap Ratna yang menunduk lalu dia segera merentangkan tangan nya seolah meminta Ratna untuk memeluk nya, “Apa kau jijik memelukku? Kenapa tetap di--” ucap Andita terputus karena Ratna langsung memeluk nya.
“Maaf!” ucap Ratna saat memeluk Andita.
Andita pun tersenyum lalu dia mengelus kepala Ratna. Majikan sekaligus teman untuk nya. Dia tidak pernah bisa membenci Ratna sampai harus sedalam-dalam nya. Dia tidak mungkin melakukan hal itu kepada orang yang sudah pernah membantu nya walaupun di sisi lain dia hanya di manfaatkan oleh Ratna. Tapi tentu saja hal itu tidak akan membuat nya membenci Ratna selama nya. Apalagi jika Ratna sudah menyesali perbuatan nya itu dan tidak akan mengulangi nya lagi.
“Aku sudah memaafkanmu Ra. Kau itu bukan hanya sekedar majikan untukku tapi juga temanku.” Ucap Andita melepas pelukan nya itu dan menatap Ratna lekat.
Ratna yang mendengar ucapan Andita hanya bisa menangis. Dia tidak menyangka bahwa akan mendapatkan maaf semudah itu untuk semua kesalahan yang sudah dia lakukan. Dia merasa sangat malu kepada Andita dan Husna yang sudah dia benci dan dia sakiti tapi dengan semudah ini memaafkan nya. Dia berjanji tidak akan mengulagi kesalahan nya lagi. Dia akan berubah menjadi lebih baik lagi dan menebus semua kesalahan nya itu.
“Maafkan aku sekali lagi Dita, Husna!” ucap Ratna menatap Husna dan Andita bersamaan.
Husna dan Andita yang mendengar itu hanya tersenyum lalu memeluk Ratna bersamaan, “Kita adalah teman. Aku tahu kau memilih hati yang baik juga. Kau tidak sejahat itu.” ucap Husna.
“Terima kasih atas kebaikan kalian karena sudah memaafkanku. Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian.” ucap Ratna sungguh-sungguh.
Husna dan Andita kembali tersenyum, “Kami tahu dan kami percaya akan hal itu. Ohiya, kamu ikut saja dengan kami makan siang bersama. Ketua tingkat apa Ratna bisa ikut bergabung dengan kita?” tanya Husna melirik Gilang.
Gilang pun tersenyum lalu mengangguk, “Ahh tentu saja.” jawab Gilang.
“Ya sudah. Jika begitu. Dita dan Ratna ikut denganku.” ucap Betty.
Setelah itu pun mereka segera masuk ke mobil masing-masing menuju tempat yang sudah di pilih oleh Gilang untuk jadi tempat makan siang mereka hari ini.
__ADS_1
***
“Kakak ipar, apa kau yakin kak Ratna itu sudah berubah?” tanya Zahra saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Husna pun menoleh ke arah adik ipar nya itu, “Tidak ada salah nya bukan kita memberi kesempatan kepada orang yang ingin berubah jadi lebih baik. Kakak yakin dia pasti akan berubah. Dia hanya iri saja pada kakak karena Andita terlihat lebih dekat dengan kakak sehingga hal itu membuat nya marah kepada kakak dek.” ucap Husna.
Zahra pun mengangguk mengerti dan dia pun tidak bertanya lagi sementara Azzam tersenyum mendengar ucapan istri nya itu. Dia menggenggam tangan sang istri yang tentu saja di balas senyum oleh Husna, “Mas … gak apa-apa kan kita hari ini makan bareng Gilang? Mas gak masalah?” tanya Husna memastikan suami nya itu.
Azzam pun tersenyum lalu menggeleng, “Mas gak apa-apa sayang. Lagi pula mas tidak mungkin melarang istri mas untuk tidak menepati janji yang sudah dia buat. Lagi pula seperti nya Gilang sudah menerima kenyataan bahwa dia sudah kalah dari mas.” Ucap Azzam.
Husna yang mendengar ucapan suami nya itu pun hanya bisa mendesis, “Dek, sejak kapan abangmu itu jadi narsis begitu?” ucap Husna menatap adik ipar nya.
“Abang memang narsis kak pada dasar nya. Hanya saja sebelum dia menikahimu dia menunjukkan sikap yang baik di hadapanmu itu. Kini karena sudah jadi suamimu dia tidak sungkan lagi menunjukkan sikap narsis nya itu.” ucap Zahra.
“Ouh ayolah dek. Jangan membongkar aib abang.” Ucap Azzam.
Azzam pun tersenyum lalu mengusap pipi sang istri gemas, “Ouh ayolah abang, kakak ipar. Bisa tidak jangan bermesraan di hadapanku. Aku jadi iri kan. Aku juga pengen.” Ucap Zahra dramatis.
Husna yang mendengar ucapan adik ipar nya itu pun menjadi iseng, “Wah ternyata aku berada di tengah dua orang yang memiliki sifat mereka masing-masing. Satu narsis dan yang lain nya dramatis” ujar Husna.
Seketika Azzam dan Zahra pun tertawa. Di mobil itu pun suasana nya penuh canda tawa.
***
Kini mereka sudah tiba di salah satu restoran bintang lima. Gilang segera masuk lebih dulu untuk memesan tempat untuk mereka makan nanti. Tidak lama setelah itu mereka pun segera masuk menuju ruangan VIP yang sudah di pesan oleh Gilang.
__ADS_1
Mereka segera duduk di sana. Husna sudah tentu duduk di dekat suami nya itu. Mereka segera memesan makanan untuk mereka masing-masing. Tidak lama pesanan mereka datang dan mereka pun menikmati makan siang itu dengan penuh suka cita. Semua nya berbahagia.
“Zahra, ini nikmat. Kamu mau coba.” Ucap Gentala menawarkan salah satu menu yang sudah dia coba.
Zahra pun tersenyum lalu mengangguk. Zahra segera mencoba nya, “Bagaimana? Enak kan?” tanya Gentala menunggu komentar dari Zahra.
“Emm ini nikmat.” Ucap Zahra. Gentala pun tersenyum.
Husna dan Azzam yang melihat itu pun saling memandang satu sama lain lalu tersenyum, “Mas, kenapa aku merasa ada sesuatu di antara mereka.” bisik Husna kepada sang suami.
“Bukan hanya di antara mereka sayang. Tapi lihat itu.” balas Azzam menunjuk Andita dan Gilang yang saling menawarkan makanan juga.
Husna pun melihat arah yang di tunjuk sang suami lalu dia tersenyum, “Mas benar.” ucap Husna.
“Ee’ehh tunggu dulu. Apa aku dan Ratna di sini sebagai penjaga nyamuk saja?” tanya Betty memandang tiga pasangan itu. Ratna hanya tersenyum saja. Dia yang sebenar nya cemburu saat Gilang dengan gadis lain tapi entah kenapa perasaan nya itu kini menghilang bergantikan dengan kebahagiaan melihat Andita yang tersenyum.
“Kenapa kamu bicara begitu Betty?” tanya Andita.
“Lihat lah pemandangan saat ini.” ucap Betty.
Andita, Gilang, Gentala dan Zahra pun saling melihat satu sama lain lalu mereka memandang Husna dan Azzam yang seperti nya tidak terganggu sama sekali, “Kenapa kalian memandang kami seperti itu?” tanya Husna menerima suapan dari suami nya.
“Wah, parah ini. Mentang-mentang udah halal ya.” Ucap Betty.
Husna dan Azzam pun terkekeh, “Ohiya, karena berhubung ini makan siang bersama dan kalian ada di sini. Saya mau mengumumkan sesuatu. Mungkin bagi Andita dan Betty ini bukan berita yang mengagetkan lagi karena mereka memang sudah tahu.” Ucap Azzam.
__ADS_1
Husna yang mendengar ucapan suami nya itu pun memandang suami nya lekat seolah bertanya suami nya itu akan mengumumkan apa, “Mas!”