
Kini Husna sedang bercengkrama dengan Andita dan juga Zahra di ruang santai yang berada di lantai dua.
“Kakak ipar, aku ingin menulis novel juga sepertimu. Bisa gak?” tanya Zahra tiba-tiba di saat mereka sudah tidak memiliki topic pembicaraan lagi.
Husna yang mendengar ucapan adik ipar nya itu pun tersenyum lalu mengangguk, “Kau bisa saja melakukan itu dek. Kakak akan mendukungmu. Bila butuh bimbingan juga kakak akan bersedia membantumu. Tapi bisakah kakak tahu alasanmu ingin membuat novel. Khayalan seperti apa yang ingin kau curahkan ke dalam novel?” tanya Husna dengan tatapan menyelidik ke arah adik ipar nya itu.
Zahra pun tersenyum lalu menyembunyikan wajah nya di balik kedua tangan nya itu, “Ayo ngaku. Khayalan bersama siapa?” tanya Husna lagi.
“Ahh kakak ipar. Aku lupa aku masih punya tugas kuliah yang belum aku selesaikan. Aku mau ke kamar dulu ya. Muachh.” Ucap Zahra segera berdiri dan mengecup pipi Husna itu sekilas lalu kemudian dia segera beranjak dan berlari turun tangga.
__ADS_1
“Hati-hati dek. Jangan lari-lari.” Ucap Husna sedikit berteriak yang hanya di balas anggukan oleh adik ipar nya itu.
“Dia sangat lucu.” Ucap Andita kepada Husna yang memandangi adik ipar nya itu sampai tidak terlihat lagi.
Husna pun segera kembali menoleh menatap Andita, “Kau benar dia lucu. Aku menjadi memiliki pengalaman yang indah saat bersama nya. Aku yang biasa nya kaku dan dingin terhadap sekitarku dengan ada nya dia sedikit mulai merasa ada kehangatan.” Ucap Husna membenarkan ucapan Andita itu.
Husna pun tertawa, “Kau terlalu berlebihan menggambarkan aku Dita. Aku tidak seperti itu kok.” jawab Husna.
Andita pun mengangguk, “Yah aku tahu. Kau itu adalah orang kaya yang paling sederhana ku lihat dan ku kenal. Aku tidak menyangka bisa ada seorang putri kaya yang seperti dirimu. Kau bahkan tidak marah di panggil culun padahal gaya pakaianmu tidak ada yang salah bahkan sangat sopan. Tapi tetap saja orang yang iri ya tetap saja iri.” Ucap Andita.
__ADS_1
“Sudah lah. Aku sudah melupakan hal itu. Walaupun aku tahu berita hubunganku dengan mas Azzam masih tetap di bicarakan oleh orang-orang di luaran sana. Tapi aku percaya semua pasti akan menghilang seiring berjalan nya waktu. Ohiya, aku sudah beberapa hari ini tidak ke kampus. Apa ada berita yang tidak ku ketahui tersebar di kampus?” tanya Husna menatap Andita lekat.
Andita menggeleng, “Gak ada kok. Semua orang sudah melupakan berita hubungan kalian. Aku bahkan tidak mendengar hal itu sama sekali seolah-olah mereka takut jika mereka membicarakan hal itu maka akan ada kekuasaan yang marah pada mereka. Mereka seperti di bungkam saja. Tapi ada satu berita yang membuatku bingung apa harus memberitahumu atau tidak.” Ucap Andita.
Husna yang mendengar perkataan Andita pun mengangkat alis nya penasaran, “Katakan saja. Jangan ragu. Aku akan mendengar nya. Jangan mebuatku penasaran.” Ujar Husna menatap Andita lekat.
“Aku takut hal ini akan membuatmu memiliki masalah nanti.” Ucap Andita.
“Memang nya ada apa sebenar nya?”
__ADS_1