
“Pewaris?”
Para tamu undangan segera saling memandang satu sama lain dan bertanya-tanya siapa yang akan jadi pewaris perusahaan yang besar milik keluarga Husna itu. Mereka memang tahu bahwa Abi Syarif dan umi Balqis memiliki seorang anak. Namun hingga saat ini mereka tidak tahu seperti apa wajah anak itu karena memang di rahasiakan sejak kecil. Tidak di publikasikan sama sekali. Lalu alasan lain juga mereka ingat anak itu pasti masih sangat muda saat ini karena mereka tahu bahwa abi Syarif dan umi Balqis memiliki anak di usia mereka yang sudah hampir masuk usia senja. Jadi jika di pikir pasti dia masih sangat muda saat ini belum pantas untuk menjadi pewaris.
Abi Syarif pun segera berdehem melihat para tamu undangan yang mulai kacau dan mencari tahu apa maksud dari perkataan nya, “Saya mohon tenang. Saya tahu kalian pasti bertanya-tanya siapa pewaris yang saya maksud. Pewaris saya sudah pasti adalah anak saya.” ucap abi Syarif.
__ADS_1
“ASH Industries akan jadi milik nya karena memang perusahaan itu sudah atas nama nya dan sudah dalam masa kepemimpinan nya selama lima tahun terakhir ini.” sambung abi Syarif yang kini semakin membuat para tamu undangan dan juga media yang sempat hadir di sana semakin penasaran. Pasal nya dalam lima tahun terakhir ini perusahaan itu semakin berkembang dan tidak pernah menunjukkan penurunan yang berarti. Apa itu arti nya mereka terlalu gampang menilai.
“Baiklah, saya tahu kalian pasti sudah sangat penasaran dan bertanya-tanya siapa pewaris itu.” ucap abi Syarif lagi lalu menatap ke arah sang putri yang terlihat tegang.
“Mas, apa ini sudah yang terbaik?” tanya Husna berbisik.
__ADS_1
Husna menggeleng, “Bukan itu yang aku khawatirkan mas. Tapi--” Husna tidak mampu melanjutkan perkataan nya karena sejujur nya apa yang dia khawatirkan itu adalah penilaian dari teman-teman nya yang mungkin saja akan menganggap nya sebagai yang lain. Akan tunduk hormat pada nya hanya karena kedudukan nya. Dia tidak menyukai hal seperti itu. Dia tetap ingin menjadi Husna yang mereka kenal yang biasa mereka katai sebagai apa pun itu. Si culun dan misterius.
Dia sama sekali tidak mengkhawatirkan pendapat para staf kantor maupun para relasi bisnis yang akan meragukan kemampuan nya nanti.
Abi Syarif dan umi Balqis segera mendekati Husna dan Azzam dengan microphone di tangan mereka, “Hari ini adalah ulang tahun dari mempelai wanita kita. Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun. Selamat ulang tahun putri kesayangan abi.” Ucap abi Syarif menatap Husna lekat.
__ADS_1
Husna pun tersenyum lalu dia menatap para tamu undangan yang kaget dengan hal itu. Terlebih saat mata nya beradu dengan tatapan Kirana dan Kania yang terlihat sangat syok dengan hal itu.
Abi Syarif segera menggenggam tangan Husna, “Perkenalkan ini putri kami, anak yang selama ini kami tidak publikasikan ke public karena tidak ingin dia di ganggu oleh media yang tidak bertanggung jawab. Dia adalah putri tunggal kami yang akan jadi pewaris ASH Industries, Azarine Salsabila Husna.”