My Secret Love

My Secret Love
162


__ADS_3

Singkat cerita, kini Azzam sudah siap dengan pakaian menuju kampus. Walaupun dia terlambat setengah jam di jam biasa dia berangkat ke kampus, itu tidak akan jadi masalah selama bisa menyenangkan istri nya dan tentu saja menyenangkan untuk nya juga.


Aktivitas yang bisa di katakan lumayan singkat karena terjadi kurang lebih setengah jam. Kini bahkan istri nya itu masih sedang tertidur.


Azzam pun tidak bermaksud untuk membangunkan istri nya itu karena memang waktu ujian masih tersisa sejam lagi. Dia juga bisa meminta untuk menunda waktu ujian istri nya walaupun itu kurang profesional. Tapi melihat kondisi Husna yang kurang fit dia bisa melakukan nya. Tidak harus menghancurkan jadwal ujian hari ini. Semua bisa di sesuaikan.


Azzam sebelum dia turun dengan membawa tas nya dia menyempatkan mengecup kening istri nya itu sebagai tanpa pamitan. Itu memang sudah menjadi ritual yang dia lakukan sebelum pamit pergi.


Sebelum pergi Azzam memastikan selimut istri nya terpanjang rapi dan dia juga memastikan semua dokumen yang akan di bawa istri nya itu sudah tertata rapi di satu tempat agar Husna tidak akan pusing ketika membawa nya.


Selain itu, Azzam juga sudah meminta kepada asisten sang istri agar menyiapkan semua yang di butuhkan terkait ujian Husna.

__ADS_1


***


"Kak, ayo sarapan dulu. Mana Husna?" tanya umi Balqis saat melihat menantu nya itu turun sendiri dan sudah rapi dengan pakaian nya.


"Dia masih tidur umi. Sedikit kelelahan. Azzam tidak tega membangunkan nya." jawab Azzam lembut.


Umi Balqis sempat terdiam mendengar jawaban menantu nya itu tapi kemudian dia langsung tersenyum mengerti, "Terus bagaimana dengan ujian nya hati ini, nak? Apa akan di tunda?" tanya umi Balqis lagi.


"Hanya di undur beberapa waktu saja, umi. Azzam akan mengatur nya." jawab Azzam.


Azzam yang mendengar itu pun tersenyum lalu mengangguk dan segera menuju meja makan untuk sarapan secukup nya karena waktu yang mepet. Dia masih harus mempersiapkan ujian sang istri dan dia juga memiliki waktu mengajar di semester tiga hari dalam waktu setengah jam lagi.

__ADS_1


Sementara umi Balqis yang tadi nya ingin mengambilkan kopi untuk abi Syarif berpindah haluan menuju kamar sang putri. Dia ingin memastikan sesuatu di sana.


Umi Balqis mengetuk pintu kamar putri dan menantu nya itu tapi tak ada jawaban. Akhirnya umi Balqis pun masuk berhubung pintu kamar juga tak terkunci. Begitu dia masuk dia bisa mengenali apa yang baru saja terjadi di kamar itu hanya dengan mengamati nya.


Umi Balqis tersenyum dan bergumam, "Seperti nya mereka mengadakan acara sarapan lain." ucap umi Balqis tersenyum.


"Eh tapi di mana putriku itu? Kenapa tidak terlihat padahal--" ucapan umi Balqis terhenti begitu mendengar suara air dari arah kamar mandi.


Umi Balqis pun memutuskan untuk kembali keluar kamar tanpa menyentuh barang satu pun yang ada di sana. Dia tidak ingin di ketahui bahwa sudah datang ke kamar putri nya itu.


Begitu tiba di lantai bawah, dia melihat sang menantu sedang pamit kepada sang suami.

__ADS_1


Umi Balqis tersenyum melihat hal itu, "Pantas saja dia tersenyum ceria seperti itu ternyata dia baru saja mendapatkan asupan." ucap umi Balqis mendekati sang suami yang duduk sendiri di sofa karena Azzam sudah pergi.


"Umi bicara apa?"


__ADS_2