
Jika di sisi Gentala dan Zahra, kedua nya sepakat untuk berpisah sementara waktu sambil memantaskan diri satu sama lain. Lalu di sisi Husna dan Azzam yang justru lebih memilih kencan di mobil Van dengan hasil masakan kedua nya sambil membahas kehamilan yang entah ada atau belum.
Maka lain juga yang terjadi pada Andita dan Gilang yang kini tengah meluncur menuju area pantai.
Andita yang berada di dalam mobil pun melihat pemandangan yang ada di luar lalu dia segera menoleh menatap Gilang.
"Apa kita akan ke pantai?" tanya Andita yang sebenar nya tidak membutuhkan jawaban karena memang lokasi mereka saat ini adalah area pantai.
Gilang pun menoleh sekilas menatap Andita lalu dia tersenyum, "Seperti yang terlihat." jawab Gilang.
Andita yang mendengar jawaban Gilang pun menarik nafas nya, "Kenapa?" tanya Gilang yang mendengar helaan nafas Andita.
__ADS_1
"Apa kau tidak menyukai pantai?" lanjut Gilang.
Andita menggeleng, "Aku suka. Tapi kenapa harus ke sini? Bukan kah kau masih harus belajar untuk ujianmu besok?" ucap Andita.
Gilang yang mendengar itu pun tersenyum. Dia sudah menduga bahwa Andita akan mengatakan hal itu maka dia pun sudah membuat persiapan sebelum nya. Persiapan untuk mengantisipasi semua nya agar rencana yang sudah dia susun dengan baik tetap berjalan lancar. Tidak berantakan sama sekali.
"Lihat lah ke belakang!" ucap Gilang.
Andita pun segera mengalihkan pandangan nya ke bangku belakang mobil. Di sana dia bisa melihat dokumen proposal Gilang. Dia juga bisa melihat ada laptop di sana. Seperti nya laki-laki di samping nya itu sudah mempersiapkan semua nya dengan baik.
"Apa masih khawatir aku tidak bisa belajar?" tanya Gilang dengan tersenyum menggoda.
__ADS_1
Andita pun tersenyum jengah, "Siapa coba yang khawatir." timpal Andita.
Gilang yang mendengar itu pun terkekeh, "Yah ... Kau tidak khawatir hanya takut aku tidak bisa belajar dan akhir nya aku tidak bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan dosen hingga aku tidak lulus nanti." ucap Gilang.
"Ck ... Tidak ada yang khawatir. Apalagi takut. Kenapa coba aku harus merasakan itu? Bukan kah itu masalahmu sendiri jika tidak bisa menjawab pertanyaan dosen. Itu adalah resikomu sendiri. Kenapa aku yang pusing. Jadi jangan mengatakan hal aneh seperti itu lagi. Aku tidak seperti itu." ucap Andita di akhiri desisan.
Gilang yang mendengar itu bukan nya marah justru tersenyum. Dia tahu dan paham bahwa kalimat wanita itu selalu bertolak belakang dengan apa yang sebenar nya dia rasakan.
Gilang sudah belajar dari kesalahan hingga kini pemahaman nya terkait wanita meningkat mungkin yang dulu nya hanya 20℅ kini sudah meningkat jadi 80℅. Bukan kah itu peningkatan yang drastis?
Gilang yakin saat ini Andita mengkhawatirkan nya karena semakin gadis itu menyangkal justru semua nya semakin jelas. Tapi dia juga tak akan memaksa gadis itu untuk menjelaskan nya lebih lanjut lagi. Sudah cukup menggoda gadis itu.
__ADS_1
Kini saat nya untuk melakukan perayaan atas keberhasilan ujian proposal gadis itu agar bisa bersemangat melakukan revisi. Sebenar nya selain perayaan ujian proposal Andita, Gilang memiliki maksud lain yaitu kencan perdana dalam hidup nya bersama seorang gadis yang dia cintai.