My Secret Love

My Secret Love
130


__ADS_3

"Apa yang kalian bicarakan hingga harus berbisik-bisik begitu?"


Betty kembali bertanya dengan senyum menggoda menghiasi wajah nya.


Ratna pun mendengus kesal dan menatap tajam ke arah Betty yang tersenyum menggoda nya.


"Tumben kalian akrab?" Ucap Jalal meraih minuman nya yang baru di sajikan oleh pelayan restoran itu.


Betty pun ikut mengangguk menyetujui apa yang di katakan oleh Jalal.


"Akrab? Apa tuan Jalal tidak salah lihat? Kami itu tidak pernah akrab sama sekali. Mana mungkin saya akrab dengan nya." ucap Ratna sinis.


Sementara Abrar hanya mengangkat alis nya santai dan lebih memilih minum kopi nya.


"He'ehh jangan begitu Ra. Siapa tahu saja berjodoh. Kan kita gak tahu siapa jodoh kita." Ucap Betty bermaksud menggoda Ratna.


"Jangan mengatakan hal seperti itu Bet." balas Ratna.


"Jangan terlalu benci ya Ra. Bukan kah pintu cinta paling besar itu dari benci. Lagi pula benci itu kata lain dari cinta. Benci juga sendiri kepanjangan dari benar-benar cinta." ucap Betty lagi.

__ADS_1


Jalal yang mendengar apa yang di katakan Betty pun tersenyum, "Abrar, tidak kah kau harus mengatakan sesuatu? Kenapa hanya diam saja sejak tadi?" ujar Jalal menatap Abrar yang sedang menikmati kopi nya dengan santai seolah bukan seperti diri nya yang di jadikan topik pembicaraan.


"Apa yang harus aku katakan?" tanya Abrar balik.


"Apa saja yang bisa membela anda atau apapun yang kini ada di pikiran anda." jawab Betty.


"Aku tidak punya pendapat apapun. Aku tidak punya sesuatu yang harus di katakan." ucap Abrar kembali menyesap kopi nya.


Ratna berdiri dari duduk nya, "Mau kemana Ra?" tanya Betty.


"Pulang." jawab Ratna singkat.


"Tapi kenapa? Ayo makan dulu." ucap Betty.


"Tetap saja bukan hal baik menyia-nyiakan makanan yang sudah ada di hadapan kita. Makan lah walaupun sedikit. Bukan kah kita harus menghargai makanan." ucap Abrar melirik sekilas ke arah Ratna.


Ratna yang mendengar itu pun terdiam dan kembali duduk, "Gitu dong. Ayo kita makan sebelum jam makan siang tuan Abrar dan tuan Jalal berakhir." ucap Betty.


"Itu tidak berlaku untuk saya nona Betty. Saya tidak memiliki jam kerja seperti Jalal." ucap Abrar.

__ADS_1


Jalal pun tersenyum jengah mendengar ucapan Abrar, "Hum, apa saya bisa bertanya?" ucap Betty.


"Silahkan." jawab Jalal.


"Kalian adalah asisten pak Azzam tapi kenapa tuan Abrar hanya bekerja dari jauh?" tanya Betty.


"Itu karena dia tidak suka terlihat dengan peraturan kantor. Dia lebih suka bekerja di tempat nya mengawasi perkembangan perusahaan dari jauh." ucap Jalal.


"Lal ... Kau terlalu menjelekkan aku. Aku jadi terdengar seperti pria pemalas saja." Ucap Abrar.


"Bukan kah memang seperti itu kenyataan nya." ucap Jalal kembali.


"Aku tahu. Tapi walaupun memang kenyataan nya seperti itu. Setidak nya jangan katakan dengan jelas seperti itu. Kau sebagai teman yang baik harus bisa menutupi aib temanmu." ucap Abrar.


Jalal pun terkekeh sementara Betty ikut tersenyum karena dia pikir bahwa Jalal dan Abrar bertengkar karena pertanyaan yang dia ajukan. Tidak tahu nya mereka hanya sedang bercanda satu sama lain.


"Apa saya bisa menyela?" Ucap Ratna. Ketiga orang di sana pun segera menatap nya.


"Kapan kita akan memulai makan siang nya?" Lanjut Ratna.

__ADS_1


"Ah iya silahkan. Mari kita nikmati makanan ini sebelum menjadi dingin." Ucap Jalal.


Pada akhirnya mereka pun segera memulai acara makan mereka yang sudah tertunda. Makan siang itu berjalan cukup santai dan nikmat.


__ADS_2