
Kita tinggalkan Andita dan Gilang yang sedang berada di fase bahagia mereka karena sudah mendapatkan restu. Terlebih Gilang yang sudah berdamai dengan kedua orang tua nya.
Kita beralih pada pasangan lain yang juga sedang menikmati makan siang di salah satu restoran. Pasangan itu adalah pasangan yang sudah memutuskan untuk saling menjauh satu sama lain tapi kini mereka makan siang bersama.
Gentala dan Zahra kini mereka sedang duduk berhadapan di sebuah meja di salah satu restoran yang terkenal di lapangan para muda mudi.
"Ra!" panggil Gentala lembut saat Zahra hanya menunduk saja dan tidak bicara sekali pun.
Zahra pun mengangkat dagu nya dan tersenyum menatap pria yang dia cintai di hadapan nya itu.
"Ada apa kak?" tanya Zahra.
__ADS_1
Gentala menggeleng, "Kenapa hanya diam saja? Apa kau merasa di paksa ikut denganku? Jika kau merasa di paksa ayo lebih baik kita pulang saja." ucap Gentala.
Zahra yang mendengar ucapan Gentala pun menghela nafas nya, "Kak, untuk apa menanyakan pertanyaan seperti itu di saat kamu sudah mendapatkan izin dari abang. Bahkan abang dan kakak ipar sendiri yang sudah meninggalkanku untuk menemanimu hari ini. Aku senang bisa menemanimu hari ini kak. Aku menyayangimu walaupun kita sudah menjauh." ucap Zahra dengan tatapan sendiri nya.
Sungguh, dia tidak menyukai melihat Gentala yang sedih karena keputusan yang sudah mereka sepakati bersama. Dia merasa menjadi orang yang egois walaupun memang seperti itu pada kenyataan nya. Dia sadar dia menyiksa diri nya sendiri dengan keputusan yang sudah mereka ambil. Tapi apalah daya jika dia juga ingin merasakan bagaimana di perjuangkan.
"Kamu ikhlas?" tanya Gentala.
Gentala yang mendengar ucapan Zahra pun tersenyum dan mengangguk. Kini dia merasa tidak terbebani lagi dengan menyerah gadis itu menemani nya di sini. Sungguh, dia juga ingin makan bersama Zahra di hari penting nya ini.
Gentala segera membantu Zahra memotong makanan nya, "Terima kasih!" ucap Zahra.
__ADS_1
Gentala hanya tersenyum saja karena itu sudah menjadi kebiasaan nya saat makan bersama Zahra. Dia merasa senang saja melakukan itu untuk wanita yang dia cintai. Dia akan memperjuangkan Zahra. Zahra sudah dia tandai sebagai milik nya dan akan dia perjuangkan agar bisa bersanding dengan nya nanti.
Setelah itu mereka pun menikmati makan siang itu dengan suasana hati yang bahagia. Baik Zahra dan Gentala memutuskan untuk sejenak melupakan kesepakatan yang sudah mereka buat bersama. Mereka ingin menikmati hari ini dengan bahagia. Ini adalah hati penting jadi harus din lewati dengan kegembiraan.
Sementara di sisi lain juga terjadi hal yang sama. Pasangan Betty dan Jalal, kini kedua nya menikmati waktu mereka dengan jalan-jalan di mall.
Jalal sendiri yang memutuskan mengajak Betty ke mall, "Kita ngapain di sini kak?" tanya Betty setelah lama berjalan berkeliling.
"Kau ingin nya kita kemana?" Jalal bukan nya menjawab justru bertanya balik. Jujur saja dia juga tidak berpengalaman dalam hal mengajak seorang gadis keluar. Dia hanya menduga bahwa setiap gadis itu suka di ajak ke mall tapi yang dia lihat Betty justru terlihat biasa begitu mereka tiba di mall.
"Kak, jangan katakan kita datang ke sini tanpa tujuan yang jelas?"
__ADS_1