My Secret Love

My Secret Love
120


__ADS_3

"Ayo kita kencan istriku." ucap Azzam kemudian.


Husna pun tersenyum malu mendengar ucapan suami nya itu, "Mas, apa yang kau katakan?" Ucap Husna menyembunyikan wajah nya di balik kedua telapak tangan nya.


Azzam pun terkekeh melihat tingkah istri nya itu yang selalu saja lucu dan menggemaskan di mata nya, "Bagaimana mereka tidak mau di ajak makan siang bersama. Itu menandakan bahwa hari ini kita memang di takdir kan untuk berkencan. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang ada, bukan?" ucap Azzam.


Husna pun mengangguk dan menatap suami nya itu, "Tapi apa gak ada jadwal mengajar?" tanya Husna.


Azzam menggeleng, "Aku sudah mengantisipasi hal itu sayang. Hari ini aku memang sudah menyiapkan untuk menemanimu dan menguji saja." ucap Azzam.


Husna terharu mendengar ucapan suami nya. Azzam selalu saja seperti itu dia selalu jadi prioritas utama. Suami nya itu ter the best.


"Jika begitu ayo kita kencan." ucap Husna segera menggandeng lengan suami nya.


Azzam pun mengangguk lalu segera menggenggam tangan istri nya dan segera menuju mobil. Lalu tak lama mobil itu pun segera melaju meninggalkan lingkungan kampus.

__ADS_1


Sementara di sisi lain, Gentala kini berada di lingkungan ruangan kelas menunggu kelas Zahra hari ini akan selesai. Dia tidak bisa menunggu lagi. Dia harus mendapatkan penjelasan atas semua sikap Zahra pada nya. Dia tidak ingin gagal seperti Gilang bahkan kalah sebelum berperang


Sekitar lima belas menit dia menunggu akhirnya dosen dari kelas Zahra keluar. Gentala pun menunduk menghormati dosen yang lewat di hadapan nya.


Setelah itu Gentala segera masuk ke ruangan kelas. Mata nya segera tertuju pada seorang gadis yang baru saja selesai menyalin tulisan di papan tulis dan sedang merapikan buku nya ke dalam tas nya.


Gentala segera berjalan mendekati kursi Zahra hingga membuat beberapa teman kelas Zahra itu memandangi apa yang di lakukan oleh Gentala.


Zahra sendiri segera menengadah menatap Gentala yang kini sudah ada di hadapan nya. Setelah itu Zahra segera menatap sekeliling nya yang kini tatapan mereka tertuju pada nya dengan Gentala.


"Ra!" panggil Gentala.


Zahra segera berdiri dari tempat duduk nya, "Kita bicara di luar kak. Jangan di sini." ucap Zahra segera berlalu dari kelas.


Gentala pun menurut dan segera mengikuti Zahra keluar. Dia mengabaikan semua tatapan adik kelas nya itu. Tujuan nya hanya satu yaitu mendapatkan jawaban yang jelas dari Zahra.

__ADS_1


Zahra segera duduk di salah satu bangku yang ada di sana.


"Ada apa kak? Kenapa mencari ku sampai ke kelas seperti itu?" tanya Zahra menatap Gentala.


"Aku ingin tahu alasan kau menghindari ku selama ini Zahra. Berikan aku alasan yang tepat yang bisa aku terima." ucap Gentala.


Zahra yang mendengar itu pun menghela nafas nya, "Baiklah. Apa yang ingin kakak ketahui?" tanya Zahra.


"Kita cari tempat lain untuk bicara. Bukan kah kau tidak ingin kita jadi pusat perhatian." Ucap Gentala melihat sekeliling.


Zahra pun ikut melihat sekeliling lalu dia mengangguk, "Kamu ikut saya. Kita pakai mobil." ucap Gentala.


Zahra kembali mengangguk lalu segera mengikuti Gentala menuju mobil nya.


"Kita akan bicara di mana kak? Jangan jauh dari kampus tempat nya. Aku masih punya Mata Kuliah lain hari ini." ucap Zahra begitu mobil Gentala berlalu meninggalkan lingkungan kampus.

__ADS_1


__ADS_2