My Secret Love

My Secret Love
Kemarahan Akira


__ADS_3

Akira mengambil ponsel Nala yang Seno temukan dan dia terlihat mengeraskan kedua rahangnya.


"Ini ponsel Nala dan kamu masih mau membela teman brengsek kamu itu? Dia yang menculik Nala. Aku akan temukan teman kamu itu dan akan aku beri pelajaran pada teman brengsek kamu itu."


Akira berjalan pergi dari sana. Seno hanya bisa terdiam di tempatnya. "Kalau memang Radit yang menculik Nala, bibi Anjani tidak tau harus berbuat apa untuk mencegah kemarahan Akira, Seno."


"Aku juga tidak menyangka jika Radit yang tega melakukan ini pada Nala. Seno, kamu coba hubungi di mana Radit sekarang, tapi kamu jangan langsung tanya di mana dia menyembunyikan Nala yang ada malah dia tidak akan mengatakan di mana Nala."


"Iya, Bu." Seno menghubungi ponsel Radit, tapi tidak diangkat oleh Radit.


"Bagaimana Seno?"


Seno menggelengkan kepalanya. "Radit tidak mengangkat ponselnya, Bu."


"Ya Tuhan! Apa yang akan di lakukan Radit pada Nala?" tanya Bibi Anjani cemas.


"Aku yakin Radit tidak akan membuat Nala terluka karena dia sangat menyayangi Nala, Anjani."


"Lalu dia kenapa mau menculik Nala?"


"Ini yang aku sendiri tidak tau kenapa Radit tega menculik Nala. Apa dia mau membawa Nala pergi dengannya atau apa?" Seno menggaruk-garuk kepalanya bingung.


Akira sedang mengkerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Nala di perkampungan itu. Dia akan menemukan Nala malam ini juga.


Radit melepaskan ikatan tangan Nala dan dia akan membawa Nala pergi jauh dari perkampungan itu menuju tempat yang sudah dia siapkan untuk Nala dan dirinya.


"Mas Radit, tolong lepaskan aku. Mas Radit mau membawa aku ke mana?"

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan pada kamu jika aku akan membawa kamu ke tempat di mana kamu dan aku akan hidup bersama selamanya serta anak kamu itu. Nanti aku akan berusaha untuk menerima anak si brengsek Akira itu."


"Kamu benar-benar sudah gila Mas Radit. Akira pasti akan bisa menemukan aku, dan hal itu akan membuat Mas Radit dalam bahaya."


"Aku sama sekali tidak takut sama Akira. Akan aku buat dia menderita nantinya. Aku sangat mencintai kamu, Nala. Aku jamin kamu akan hidup bahagia denganku."


Radit membawa Nala keluar dari rumah itu dan akan membawa Nala masuk ke dalam mobil.


"Nala, aku akan merindukan kamu, kamu tenang saja, aku akan menjaga suami kamu baik-baik di sini dan aku akan membuat dia melupakan jika dia memiliki istri seperti kamu."


"Mas Radit, aku tidak mau. Lepaskan aku!" Nala berusaha berontak. Nala dengan cepat mendorong Radit dan dia berlari.


Nala berlari tanpa melihat ada batu di depannya hingga dia hampir terjatuh, tapi tubuhnya berhasil di peluk dari depan oleh seseorang.


"Akira." Nala melihat siapa pria yang menolongnya.


"Iya, aku baik-baik saja." Nala memeluk Akira erat sambil menangis.


"Kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini?" Radit sangat terkejut melihat siapa yang ada di depannya sekarang.


"Ternyata kamu tidak terlalu pintar dalam hal ini. Aku mengetahui ponsel Nala di rumah kamu dan aku melacak ponsel kamu. Apa yang akan kamu lakukan pada Nala istriku?"


"Aku akan menyelamatkan Nala dari pria brengsek yang sudah menyakiti dirinya. Aku akan pergi bersama Nala dan aku akan membuat hidup Nala bahagia."


"Kamu benar-benar sakit jiwa."


Akira dengan cepat melayangkan tinjunya tepat pada wajah Radit, dan terjadi baku hantam di sana. Akira seolah-olah lepas kendali menghajar Radit.

__ADS_1


"Tolong hentikan mereka!" Nala berusaha menghentikan perkelahian Radit dan Akira dengan meminta tolong pada beberapa pengawal Akira. Namun, mereka tampak membiarkan seperti apa yang Akira perintahkan.


"Arrgh!"


Tidak lama terdengar suara kesakitan dari seseorang. Saat Nala melihat ternyata Akira jatuh tersungkur setelah di pukul kepalanya dengan balok kayu oleh Silvia.


"Akira!" teriak Nala.


Dan beberapa orang-orang di sana mulai turun tangan. Akira yang tidak sampai pingsan menatap dengan mata menyala marah pada Silvia.


"Bawa mereka berdua, dan aku akan pastikan mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal."


Nala menolong Akira, dan membawanya pulang ke rumah Seno. Bibi Anjani tampak kaget melihat Nala dan Akira yang terluka pada kepalanya.


"Nala, Akira, kalian baik- baik saja, Kan?"


"Bi, aku baik- baik saja, tapi Akira kepalanya terluka, kita harus mengobatinya.


"Aku akan mencoba meminta tolong pada Ayu, siapa tau dia bisa memeriksa Akira walaupun dia bukan dokter karena ini sudah tengah malam."


"Iya, Seno. Tolong kamu susul Ayu dan minta tolong untuk memeriksa Akira. Besok pagi baru akan kita bawa ke kota.


Perjalanan ke kota jika masih gelap seperti ini akan sangat sulit karena pencahayaan yang kurang.


Maaf, ya satu bab dulu. Author lagi gak enak badan, anak author juga 🙏


yz,lm?

__ADS_1


__ADS_2