
"Seperti diri sendiri romantis saja."
Ratna mengatakan kalimat sindiran nya itu dengan nada sinis nya serta jangan lupakan wajah datar yang menghiasi wajah nya seolah-olah apa yang dia katakan itu bukan suatu kesalahan.
"Kenapa kau menatapku begitu, Bet?" tanya Ratna saat menyadari tatapan Betty.
Betty pun hanya tersenyum jengah dan melihat dua pria yang ada bersama mereka. Ratna pun ikut arah pandangan Betty lalu dia pun hanya bisa tersenyum saja saat menyadari bahwa dia telah salah bicara.
"Lupakan saja apa yang barusan aku katakan. Jangan anggap serius. Itu hanya candaan belaka." ucap Ratna masih dengan wajah datar nya seperti bukan mengatakan kalimat salah sebelum nya.
"Ahh iya aku baru ingat bahwa aku sangat menginginkan salah satu parfum favoritku yang baru saja di rilis. Apa bisa tuan Jalal memberikan hadiah itu untukku? Itu pun jika tawaran tadi masih berlaku." ucap Betty mencoba mengalihkan topik dan mencairkan suasana yang sempat kaku.
Jalal yang mendengar itu pun tersenyum dan mengangguk, "Baiklah tentu saja. Tawaran nya masih berlaku. Nanti nona Betty kirimkan saja merek parfum seperti apa yang anda inginkan." ucap Jalal.
__ADS_1
Betty pun mengangguk, "Baik akan segera saya kirimkan gambar nya." ujar Betty lalu meraih ponsel nya.
Sementara Abrar tiba-tiba membisikkan sesuatu di telinga Ratna, "Apa nona Ratna juga butuh hadiah dariku?" tanya Abrar lalu kembali menenggakkan tubuh nya kembali.
Ratna yang mendengar bisikkan itu pun segera menatap Abrar tajam, "He'eeh ... Tidak perlu menatapku tajam seperti itu. Aku hanya menuruti apa yang kau katakan tadi nona. Menjadi pria yang romantis. Bukan kah aku bisa belajar hal itu juga. Lagi pula aku dengar besok adalah jadwal ujian proposal anda. Jadi tidak masalah bukan aku sebagai kenalan memberikan hadiah. Katakan saja anda mau hadiah apa?" ucap Abrar.
Ratna yang mendengar itu pun bukan nya menjawab pertanyaan Abrar justru mendengus kesal.
Abrar pun mengangguk, "Saya tidak mencari tahu nona. Saya hanya tidak sengaja mendengar nya. Saya juga banyak urusan hingga tidak mungkin sempat mencari tahu kegiatan orang lain." Ucap Abrar santai.
Ratna yang mendengar itu pun semakin kesal saja.
"Jangan bicara dengan saya. Menyebalkan sekali." ujar Ratna kesal.
__ADS_1
Abrar hanya menyunggingkan senyum nya mendengar ucapan kekesalan Ratna.
"Tenang saja nona Ratna. Saya ini adalah tipe pria romantis. Anda saja belum tahu dan belum begitu mengenal saya." bisik Abrar di telinga Ratna.
"Siapa juga yang ingin mengenal anda lebih lan--" ucapan Ratna terhenti karena kini jarang wajah kedua nya sangat dekat. Ratna tidak tahu bahwa wajah Abrar ada di dekat nya hingga saat dia menoleh ke arah Abrar wajah mereka hampir saja bertabrakan.
"Hee'ehh apa yang kalian lakukan?" Tanya Betty saat melihat apa yang kini terjadi pada Ratna dan Abrar.
Ratna pun segera menarik wajah nya dan mencoba bersikap normal walaupun saat ini jantung nya sedang berdetak kencang. Sementara Luke hanya bersikap biasa saja seperti tidak ada yang terjadi.
"Seperti nya aku harus memeriksakan jantungku. Detak nya sudah tidak normal." batin Ratna mengelus dada nya.
"Apa yang kalian bicarakan hingga harus berbisik-bisik begitu?"
__ADS_1