My Secret Love

My Secret Love
118


__ADS_3

Singkat cerita, kini di dalam ruangan ujian, Husna sedang ujian dan mempresentasikan hasil penelitian nya itu di hadapan dosen penguji dan dosen pembimbing yang tidak lain adalah suami nya sendiri.


Seperti apa yang sudah Husna katakan kepada Betty dan Andita sebelum masuk ujian tadi, di mana semua kegugupan dan ketegangan itu akan berakhir begitu memulai presentasi maka hal itu juga terjadi pada nya. Dia tidak lagi merasa gugup sama sekali begitu memulai presentasi dan kini tengah menjawab pertanyaan yang di ajukan dosen yang sebenar nya hanya berupa saran saja.


Hanya memakan waktu sepuluh menit saja sesi tanya jawab itu sudah berakhir karena hasil penelitian Husna sudah sesuai dan tidak banyak yang perlu di revisi. Husna hanya ujian kurang dari 30 menit saja. Lebih cepat saat dia ujian proposal yang memakan waktu 30 menitan lebih.


Husna segera mengucapkan terima kasih kepada para dosen penguji nya itu dan tidak lupa dia menutup presentasi nya. Azzam sendiri tersenyum menatap sang istri yang sudah menyelesaikan ujian nya. Husna juga hanya bisa melirik suami nya itu. Ingin rasa nya mereka memeluk satu sama lain tapi tidak mereka lakukan atas nama sikap professional.


Para dosen penguji memutuskan Husna akan maju ujian sidang lusa, "Azarine Salsabila Husna, Apa kamu siap maju sidang lusa? Kami yakin kau bisa merevisi apa yang kami sarankan hari ini hanya dalam hitungan jam. Jadi apa bisa?" tanya ketua penguji.

__ADS_1


Husna pun melirik suami nya sekilas atas pertanyaan itu, lalu perlahan dia mengangguk, "Tentu saja saya akan menyanggupi hal itu. Terima kasih." ucap Husna.


Dua dosen penguji itu pun segera mengangguk tersenyum dan segera meninggalkan ruangan ujian karena mereka memang tidak ada jadwal menguji lagi. Selain itu juga mereka memberikan kesempatan kepada Husna dan Azzam untuk bicara berdua.


"Azarine, apa kau yakin akan melakukan itu sayang? Kau tidak lelah?" tanya Azzam.


Husna yang sedang merapikan barang-barang yang dia pakai saat ujian itu pun tersenyum dan segera memandangi suami nya, "Aku tidak lelah sama sekali. Aku senang bisa segera lulus dan menyelesaikan pendidikanku. Lagi pula ada mas yang akan membantuku. Jadi untuk apa aku khawatir." ujar Husna dengan senyum di bibir nya.


"Baiklah jika memang itu yang kau inginkan sayang. Ingat jangan sampai lelah saat merevisi nya. Kau harus istirahat. Ohiya selamat sayang." ucap Azzam.

__ADS_1


"Terima kasih. Itu adalah perkataan yang aku tunggu sejak tadi keluar dari bibirmu mas." balas Husna.


"Maaf! Mas hanya khawatir saja kau akan drop nanti jika terlalu memforsir dirimu." ucap Azzam.


"Tenang saja aku Azarine-mu akan melakukan yang terbaik agar tubuh nya tetap sehat sampai ujian sidang lusa nanti." balas Husna dengan senyum di bibir nya.


Azzam pun mengangguk lalu kedua nya segera keluar dari ruangan ujian.


"Selamat Na!" ucap Betty, Andita dan Ratna yang menyambut nya.

__ADS_1


Husna pun mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah datang. Husna memang sudah melarang kedua orang tua nya untuk datang hari ini. Dia meminta mereka datang nanti setelah dia selesai ujian sidang.


Setelah mendapatkan ucapan dari semua orang di sana yang menunggu nya. Kini Husna mencari seseorang, "Siapa yang kau cari sayang?" tanya Azzam saat menyadari istri nya itu yang mencari seseorang.


__ADS_2