
Jika di sisi pasangan halal Azzam dan Husna, mereka larut dengan dokumen skripsi. Maka lain hal nya di sisi Gilang dan Andita yang kini justru sedang diam-diaman di mobil padahal sebelum nya kedua nya sedang bahagia.
Tangan Andita tiba-tiba dingin. Dia tegang.
Bagaimana tidak tegang jika saat ini mereka sedang menuju kediaman utama Gilang di mana di sana ada orang tua Gilang berada.
Memang, Beberapa saat lalu Gilang mendapatkan telepon dari mami nya dan meminta nya pulang ke kediaman utama. Andita yang memang saat itu sedang bersama dengan Gilang pun hanya bisa mengangguk saat Gilang mengatakan akan mengajak nya ikut ke kediaman utama.
__ADS_1
Gilang sendiri saat ini menyadari ketegangan di wajah Andita.
"Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu. Aku berjanji." ucap Gilang.
Andita yang mendengar ucapan Gilang pun mencoba tersenyum, "Tapi aku tidak ingin kau bertengkar dengan mereka hanya karena aku. Bagaimana pun kau adalah putra mereka. Putra satu-satu nya yang mereka miliki. Ingat saat kau nanti di hadapkan pada pilihan antara memilih aku dan orang tuamu maka kau harus memilih mereka. Aku sudah bersiap dengan semua ini karena aku sadar kita berasal dari dunia berbeda. Aku tidak ingin memaksa kedua orang tuamu menerima hubungan kita. Mungkin bagimu aku cepat menyerah tapi aku tidak ingin mendengar cacian lagi. Aku harap kau mengerti. Aku mungkin mencintai nya tapi aku ingin menyayangi diriku sendiri." ucap Andita.
Yah memang Gilang sudah tidak tinggal di kediaman orang tua nya itu semenjak punya apartemen sendiri dua tahun lalu. Hadiah ulang tahun yang di berikan oleh Gentala untuk nya. Sepupu paling mengerti diri nya. Dia justru merasa bahwa Gentala dan kedua orang tua nya adalah keluarga sesungguh nya untuk nya karena hanya mereka yang mengerti keadaan nya.
__ADS_1
"Ingat jangan bertengkar dengan mereka." tekan Andita.
"Iya sayang tidak akan jika aku tidak akan terpancing nanti." Balas Gilang dengan senyum di bibir nya.
Memang di katakan dengan bercanda tapi siapa yang tahu bahwa itu akan benar dia lakukan jika nanti kedua orang tua nya itu merendahkan Andita. Mungkin akan terkesan durhaka tapi untuk nya yang tidak pernah mendapatkan perhatian dari kedua orang tua nya dan justru hanya mendapatkan aturan sana sini maka semua itu sepadan.
Suasana kembali hening. Gilang dan Andita larut dalam pikiran mereka masing-masing. Jika Gilang memikirkan rencana hidup nya ketika nanti bermasalah dengan kedua orang tua nya. Maka lain dengan pemikiran Andita yang justru mengkhawatirkan Gilang yang akan mendapat masalah karena diri nya. Apalagi jika bermasalah dengan kedua orang tua nya. Percaya lah dia tidak akan pernah mau menjadi perusak hubungan anak dan orang tua nya.
__ADS_1
Dia akan mundur nanti walaupun mungkin akan butuh waktu untuk melupakan Gilang. Tapi setidak nya semua akan normal seperti biasa nya. Sungguh pemikiran yang simple dan polos.