My Secret Love

My Secret Love
177


__ADS_3

Kurang dari setengah jam saja, tiba-tiba ada yang membunyikan bel apartement milik Gilang.


"Sayang, tolong bukain." Pinta Gilang dari arah dapur.


Andita pun mengangguk dan segera menuju arah pintu. Begitu pintu di buka terlihat lah mami Ajeng dan papi Basuki di sana.


Mami Ajeng segera masuk ke dalam tanpa basa basi dan segera mencari keberadaan sang putra. Setelah memastikan putra nya itu benar sedang memasak baru lah dia melihat Andita dan memeluk kekasih putra nya itu.


"Mami kenapa sih?" Tanya Gilang saat mami nya itu kembali menatap ke arah nya setelah melepas pelukan nya dari Andita.


"Mamamu itu khawatir kau--"


"Stop pih. Jangan di lanjutkan. Aku hanya parno saja." Potong mami Ajeng.


Gilang dan Andita yang sudah memahami ke arah maksud nya pun tersenyum.


"Mami, aku anak baik. Mami tidak percaya padaku ya." Ucap Gilang.

__ADS_1


"Bukan tidak percaya, nak. Mami hanya khawatir saja. Maaf jika apa yang mami lakukan ini membuat kalian merasa bahwa mami tidak percaya pada kalian. Percaya lah mami lebih suka melihat kalian menikah saja agar mami tidak perlu khawatir lagi jika kalian akan berbuat ini itu." Tutur mami Ajeng segera duduk di sofa yang ada di ruang tamu apartement putra nya itu.


"Mih, jangan bahas itu. Biarkan mereka memutuskan nya sendiri. Mereka yang akan menikah jadi mereka yang seharus nya memutuskan. Jangan sampai ada unsur paksaan dari kita." Ucap papi Basuki.


"Iya pih. Ya sudah apa kalian sudah makan?" Tanya mami Ajeng mengalihkan topik.


Gilang menggeleng, "Tuh, aku lagi masak mih." Jawab Gilang.


"Kamu memasak apa untuk calon menantu mami? Eh tunggu emang kamu bisa memasak?" Tanya mami Ajeng.


"Bisa lah mih. Gilang gitu loh." Balas Gilang yang mengundang tawa semua orang di sana.


Gilang pun segera mengikuti mami nya itu, "Mana mungkin aku meracuni kekasihku, mih." Bela Gilang.


Mami Ajeng segera mencicipi hasil masakan putra nya itu yang mendapatkan rate dari nya 8/10.


"Tidak buruk." Puji mami Ajeng.

__ADS_1


Dia bangga pada putra nya itu. Putra yang dia abaikan dan menganggap bahwa dengan memenuhi materi saja cukup untuk putra nya.


Putra nya itu tumbuh menjadi pria hebat, mandiri dan membanggakan. Sungguh dia menyesal tidak melihat tumbuh kembang putra nya.


"Mami jika mau memuji itu jangan setengah-setengah dong. Aku tahu hasil masakanku itu lezat hanya saja mami gengsi." Ucap Gilang yang langsung mendapat geplakan dari sang mami.


Andita yang melihat itu tersenyum, "Terima kasih nak. Kau jadi perantara kami agar bisa dekat dengan putra kami itu." Ucap papi Basuki hingga membuat Andita menoleh.


"Kau harus siap hidup bersama kami nak. Ibumu juga ajaklah tinggal bersama kita jika kalian menikah nanti." Lanjut papi Basuki.


"Iya itu benar nak. Kami akan datang ke rumah tuan Syarif dan nyonya Balqis agar melamarmu ke sana langsung pada ibumu. Kami harus silahturahmi dengan ibumu sebelum kami pergi ke luar kota." Timpal mami Ajeng.


"Luar kota?" Tanya Gilang.


"Hanya sehari saja, nak. Kami akan berusaha balik." Jawab papi Basuki.


Gilang yang mendengar ucapan sang papi pun tersenyum.

__ADS_1


"Apa aku bisa ikut?"


__ADS_2