
Kini Husna baru saja bangun dari tidur nya karena suara alarm subuh yang membangunkan nya. Dia melihat sisi ranjang dan tidak menemukan suami nya. Tapi kemudian dia tersenyum karena mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi yang sudah dia pastikan bahwa itu adalah suami nya.
Husna segera turun dari ranjang hanya dengan memakai kemeja milik suami nya. Seketika Husna sadar akan apa yang terjadi semalam. Semua dia ingat dengan jelas.
Setelah mereka melihat sunset bersama. Mereka segera sholat lalu makan malam dan kembali sholat. Lalu setelah itu berjalan sebentar menikmati suasana dan angin malam pantai. Setelah itu kembali ke Villa dan terjadi lah ritual suci di antara pasangan suami istri yang sah itu. Tidak ada yang menjadi penghalang kedua nya untuk menyatuhkan raga satu sama lain.
Husna yang masih malu mengingat kejadian semalam walaupun sudah beberapa kali mereka melakukan nya. Tiba-tiba saja Azzam keluar dari kamar mandi dengan rambut basah nya dan hanya dengan handuk yang menutup bagian bawah tubuh sehingga Husna bisa melihat tetesan air di tubuh suami nya itu. Walaupun cahaya lampu hanya remang-remang.
“Sudah puas melihat nya sayang?” goda Azzam mendekati Husna.
__ADS_1
Husna yang mendengar ucapan suami nya itu pun seketika tersadar dari lamunan nya lalu dia segera berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya sekaligus mandi wajib pasti nya sebelum waktu subuh habis.
Azzam yang melihat itu pun hanya bisa terkekeh saja dan memilih untuk segera memakai pakaian nya. Lalu dia juga segera memilihkan pakaian untuk istri nya itu. Tidak lupa dia juga merapikan tempat tidur dan juga merapikan pakaian mereka yang berantakan di sana sini.
Azzam juga menyiapkan alat sholat untuk diri nya dan juga istri nya itu. Memang bagi Azzam dan Husna kedua nya memiliki peran dan tugas yang sama. Tidak ada bagi mereka bahwa hanya seorang istri yang bertugas menyiapkan pakaian suami nya sementara sang suami tidak. Mereka selalu bergantian dalam peran mereka itu dan juga selalu membantu satu sama lain.
Pernikahan kedua nya di jalani seperti persahabatan yang sudah terjalin sebelum nya. Bukan kah hubungan paling baik dalam sebuah pernikahan itu adalah persahabatan. Suami atau istri adalah partner sekaligus sahabat terbaik.
Azzam pun mengangguk lalu dia segera menuju kamar mandi untuk berwudhu karena waktu sholat akan habis. Setelah itu kedua nya pun segera melaksanakan sholat bersama.
__ADS_1
Setelah sholat kedua nya segera menuju mobil Van mereka untuk menikmati sunrise yang sebentar lagi akan terbit. Azzam menyuapi Husna dengan bubur kacang hijau yang di jual di sana. Memang pagi-pagi sudah ada kedai yang buka yang menjual berbagai makanan.
“Mas, aku senang bisa menikmati ini bersamamu. Kau sudah memenuhi semua impianku.” Ucap Husna.
“Belum sayang. Kita belum ke Haqia Shopia bareng.” Ucap Azzam.
“Kau itu juga sedang dalam rencana.” Balas Husna. Azzam pun hanya tersenyum lalu dia memberi kecupan di kening istri nya itu.
“Mas, setelah ini kita kemana lagi?” tanya Husna.
__ADS_1
“Terserah kamu mau kemana sayang. Mas ikut saja.” balas Azzam.
“Kita di sini dulu ya mas. Kita nikmati waktu nya sampai sunset lagi. Aku ingin kembali melihat sunset. Lalu malam nya baru kita pulang.” Ucap Husna yang di setujui oleh suami nya itu.