
"Apa yang dua?" Kini Zahra yang bertanya dengan menatap kakak ipar nya itu dengan rasa penasaran nya yang tinggi.
Husna tidak menjawab dan memilih mengambil sesuatu di dalam tas nya. Apa yang dia lakukan tidak luput dari pandangan dan perhatian tiga orang dewasa di sana kecuali Azzam tentu saja yang sudah tahu apa yang ala di lakukan istri nya itu.
Husna segera mengeluarkan foto USG nya tadi lalu memberikan nya kepada adik ipar nya itu.
Zahra yang menerima nya pun tersenyum dan langsung paham gambar apa yang di berikan kakak ipar nya, "Aku tahu ini adalah USG kak. Hanya saja ini tidak menjawab pertanyaanku." Ucap Zahra.
Azzam yang mendengar itu tersenyum dan segera menatap sang istri yang juga tersenyum.
"Sini abang jelaskan." Pinta Azzam.
"Emang abang mengerti?" Tanya Zahra seolah meremehkan abang nya itu.
__ADS_1
"Abang adalah ayah nya. Kenapa abang tidak paham. Lagi pula abang sendiri yang mendengar penjelasan dari dokter tadi. Kau itu jangan meremehkan abang ya." Ucap Azzam.
Zahra yang mendengar perkataan abang nya pun segera menyerahkan USG itu kepada Azzam.
Sementara Husna hanya tersenyum saja lalu menatap sang umi dan abi nya yang seperti nya juga menunggu penjelasan dari sang suami.
"Di gambar ini ada dua kantong kehamilan. Jadi dari sini apa sudah paham dengan maksud perkataan kakak iparmu mengenai dua?" Tanya Azzam.
Umi Balqis pun tersenyum lalu segera menatap sang putri, "Apa kau mengandung kembar?" Tanya umi Balqis.
"Nak! Abi sangat bahagia mendengar ini. Abi senang akan memiliki cucu darimu secepat ini. Kau adalah putri kami yang sangat penurut. Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan sebesar ini di usia kami saat ini nak. Kami menyayangimu." Ucap abi Syarif.
Husna yang mendengar perkataan sang abi pun segera berdiri mendekati abi nya itu dan langsung berhambur ke pelukan cinta pertama nya itu. Abi nya yang selalu menjaga nya selama ini dengan semua larangan nya dan kasih sayang nya.
__ADS_1
"Abi aku menyayangi." Balas Husna.
"Apa hanya abi saja?" Tanya umi Balqis dengan cemburu nya. Terkadang memang timbul rasa cemburu saat putri nya itu lebih dekat dengan sang suami.
"Umi perkataan macam apa itu. Aku menyayangi umi juga. Apa itu umi ragukan?" Tanya Husna lalu segera memeluk kedua orang tua nya itu.
"Azzam, kemari lah nak." Ajak abi Syarif memanggil menantu nya itu.
Azzam pun menurut dan segera mendekati sang ayah mertua, "Terima kasih sudah menjaga putri abi dan umi dengan penuh cinta nak. Abi beruntung memiliki menantu sepertimu." Ucap abi Syarif lalu segera memeluk menantu nya itu.
Zahra yang melihat suasana haru di hadapan nya itu pun meneteskan air mata nya, "Ah Zahra juga ingin di peluk." Ujar nya.
"Ayo sini, nak!" Ajak umi Balqis.
__ADS_1
Zahra pun segera bergabung dengan Husna yang masih memeluk umi nya. Mereka berpelukan layak nya Teletubbies.