My Secret Love

My Secret Love
Malah Bertemu part 2


__ADS_3

“Apa? Kamu bekerja di sini sebagai pelayan? Kamu serius?” Uni mengangguk perlahan. “Tapi bagaimana bisa?”


“Ceritanya panjang, kamu sudah di tunggu oleh keluarga kamu di meja makan. Saya permisi dulu.” Saat Uni mau pergi, tangannya dipegang oleh Aro. Uni kembali mendelik melihat hal itu.


Uni mencoba melepaskan tangannya dari Aro. Namun, pegangan tangan Aro lebih kuat.


“Sejak kapan kamu bicara dengan menyebut diri kamu dengan saya?”


“Tuan Muda Aro, sekarang saya adalah--.”


“Pelayan di rumahku? Jadi panggilannya sudah berbeda? Dengar ya, Uni, telingaku terasa aneh mendengar panggilan seperti itu. Kamu panggil saja aku Aro dan tidak perlu mengatakan saya dan saya.” Aro melepaskan tangannya pada Uni.” Uni hanya terdiam di tempatnya. “Aku mau mandi dulu dan bersihkan kamarku,” ucapnya dan kemudian  Aro masuk ke dalam kamarnya.


Uni tampak benar-benar shock melihat pria yang dia sengaja ingin hindari, tapi kenapa mereka sekarang malah dekat begini? Mereka juga akan bertemu setiap hari kalau begini. Uni kembali ke ruang makan dan memberitahu jika Tuan Muda Aro sudah bangun dan bersiap-siap.


“Tuan Muda Aro? Apa dia yang menyuruh kamu untuk memanggilnya begitu?” tanya Ara.


“Em ... sebenarnya bukan saudara kamu yang menyuruh, hanya saja aku yang memanggilnya begitu.”


"Hati-hati saja, bisa-bisa kamu terkena marah sama dia, dia tidak akan mau di panggil selain namanya saja, kamu panggil saja dia dengan nama saja, Uni.” Uni mengangguk.


Tidak lama Aro datang dengan baju kasualnya dan ikut bergabung makan bersama keluarganya. Uni berdiri di samping Nala da Aro meliriknya sekilas. “Aro, kamu sudah berkenalan dengan Uni, Kan? Dia bekerja di sini mulai kemarin.”


“Iya, Bu. Aku kenal dia,” jawabnya santai.


“Kenal? Bagaimana bisa kenal?” tanya Ara penasaran.


“Dia pernah meminta tolong saat akan di rampok oleh seorang pria pada saat pulang dari tempat kerjanya yang dulu dan kami tidak sengaja bertemu, aku juga menawarinya naik ke mobilku karena waktu itu sudah tengah malam.”


“Wow! Ternyata kamu bisa peduli juga dengan seseorang?" Ara menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Ara, sudah. Sekarang kita makan dulu bersama dan setelah itu kita akan pergi ke tempat yang sudah ayah katakan tadi. Kamu mau ikut kan, Aro? Hari ini kamu tidak ada urusan di kampus kamu?”


“Memangnya kita mau ke mana?”


“Ke Taman Dream Land, kalau kamu tidak mau ikut juga tidak apa-apa karena aku sudah ada temannya, yaitu, Uni.”


“Aku mau ikut, lagian aku bosan berada di rumah apalagi di kampus karena kemarin seharian aku sudah di kampus.”


“Ya sudah, kalau begitu kita pergi bersama-sama. Uni, nanti kita siapkan apa saja yang kita bawa untuk bekal di sana.”


“Sayang, tidak perlu membawa apa-apa, nanti kita makan di sana saja, jadi tidak perlu bingung masalah bekal.”


Nala hanya bisa mengangguk dengan ucapan suaminya. “Kalau begitu saya mau membereskan kamar Tuan Muda Aro sebentar sebelum kita berangkat.”


“Uni, apa kamu tidak mendengar apa yang aku katakan tadi? Panggil saja aku dengan namaku Aro.” Aro melihat tegas pada Uni.


“Maaf.”


“Apa kamu menyukai aromaku?”


Tiba-tiba terdengar suara dari belakang Uni dan hal itu sontak saja membuat Uni kaget sampai tubuhnya yang membelakangi Aro menabrak tubuh Aro saat menoleh.


“Aduh!” Uni memegangi jidatnya yang menabrak dagu Aro.


“Kamu itu kenapa suka terkejut seperti itu saat dekat denganku? Apa aku sangat seram sehingga kamu selalu kaget begitu”


“Bukannya kamu menyeramkan, tapi sikap tiba-tiba kamu itu yang membuat aku terkejut. Apa kamu tidak bisa bersikap biasa saja tanpa harus tiba-tiba membuat orang terkejut.”


“Kamu saja yang sukanya melamun, bahkan menggerutu sendiri, membuat orang penasaran saja yang mendengarnya. Oh ya apa benar tentang hal yang di ceritakan ibuku tentang pertemuannya dengan kamu?”

__ADS_1


“Iya, itu benar, Tapi aku tidak menyalahkan ibu kamu sama sekali, mungkin memang aku sudah waktunya pergi dari sana karena bosku sepertinya sudah tidak menginginkan aku bekerja di sana, jadi dia kemarin memiliki alasan untuk memecatku.”


“Lebih baik kamu bekerja di sini saja. Kamu tidak akan mendapat perlakukan buruk lagi di sini karena keluargaku orang-orang yang baik.


“Iya, keluarga kamu orang-orang yang baik, bahkan aku merasa seperti memiliki keluarga di sini.” Uni yang merasa sudah menyelesaikan pekerjaannya izin untuk pergi dari kamar Aro.


“Uni, kenapa aku merasa kamu menghindariku?” celetuknya cepat dan berhasil membuat Uni berhenti melangkah.


“A-aku tidak menghindari kamu,” ucapnya terbata tanpa menoleh pada Aro.


“Kalau sedang diajak berbicara itu kamu harus melihat orangnya.” Aro membalikkan tubuh Uni. Uni melihat Aro dengan agak takut. Uni sebenarnya masih malu bertemu dengan Aro karena ciuman waktu itu.


“Aku mau pergi karena pekerjaan aku sudah selesai di sini.”


“Katakan? Apa kamu sengaja


menghindari ku karena ciuman kita yang waktu itu?”


“Ci-ciuman apa? Aku sudah melupakannya. Aku tidak menghindari kamu karena hal itu, tapi memang aku harus melakukan pekerjaan lainnya.”  Uni segera pergi dari sana dengan buru-buru, dia benar-benar merasakan hal yang aneh saat dirinya di tatap seperti itu oleh Aro.


Aro tersenyum miring mendengar ucapan Uni barusan. “Dia sudah melupakan ciuman itu? Dan kenapa aku begitu bodoh masih teringat dengan ciuman itu?” Aro berkacak pinggang tidak percaya dengan hal yang dipikirkan.


Uni disuruh sarapan dulu oleh nenek Anjani karena dari tadi Uni sibuk sekali dengan pekerjaannya. Setelah selesai sarapan di dapur, Uni membantu nenek Anjani membersihkan peralatan dapur sebentar lalu mereka bersiap-siap pergi ke tempat rekreasi yang di janjikan


oleh Akira. Uni duduk di tengah dengan Ara dan bibi Anjani. Sedangkan Aro duduk di bagian belakang sendiri sambil memainkan ponselnya. Aro bisa melihat Uni dari belakang yang sedang bersenda gurau dengan Ara.


Tidak lama ponsel Aro berdering dan Aro melihat nama teman kampusnya pada layar ponselnya. “Halo, ada apa, San?”


“Aro, kamu ada acara tidak hari ini? Aku mau mengajak kamu jalan-jalan kamu ke mall.”

__ADS_1


“Sandra, apa kamu lupa aku paling tidak suka masuk mall kalau tidak terpaksa. Maaf juga aku sedang pergi dengan keluargaku sekarang jadi aku tidak bisa pergi dengan kamu.”


“Oh! Ya sudah kalau begitu. Have a nice day. Bye Aro.” Aro menutup panggilannya dan Uni mendengar hal itu.


__ADS_2