My Secret Love

My Secret Love
92


__ADS_3

Setelah sesi foto yang kedua itu selesai dan telah memastikan bahwa semua tamu undangan sudah mengambil foto. MC pun segera berganti dengan orang lain nya yang akan memandu acara berikut nya dengan tema semi formal karena ini memang bukan acara seperti tadi pesta resepsi pernikahan yang kental dengan protocol pesta pernikahan pada umum nya.


MC pun segera memulai acara nya, Husna dan Azzam pun saling menatap satu sama lain.


“Ini adalah hari yang special karena selain sebagai pesta resepsi pernikahan dari kedua mempelai kita. Tapi juga hari ini ternyata mempelai wanita kita ini sedang merayakan ulang tahun nya yang ke 22 tahun tepat hari ini. Jadi mari kita ucapkan selamat ulang tahun kepada mempelai wanita dan jangan lupa juga berikan doa anda sekalian.” Ucap MC memandu para tamu undangan yang langsung mengucapkan selamat ulang tahun untuk Husna.


“Mas, aku tidak menyangka akan ada hari ini. Tidak pernah terlintas dalam bayanganku bahwa akan membuat pesta semewah ini untuk sebuah perayaan ulang tahun. Yah, walaupun ini sudah di gabungkan dengan pesta pernikahan kita. Tetap saja bagiku ini sangat mewah untuk sebuah ulang tahun. Terima kasih sudah membuatkan pesta semewah dan semegah ini untukku.” bisik Husna panjang lebar kepada suami nya itu.

__ADS_1


Azzam pun tersenyum mendengar ucapan sang istri, “Kamu terlalu memuji mas sayang. Ini bukan apa-apa nya. Kamu kan tahu ini semua di rangkai oleh kedua orang tuamu. Mereka lah yang hebat karena sudah membuat pesta semewah ini untuk kita.” Balas Azzam.


Husna pun ikut tersenyum mendengar balasan suami nya lalu dia beralih menatap sang abi dan umi di tempat mereka yang juga tersenyum menatap ke arah nya.


“Baiklah, hentikan dulu untuk ucapan selamat ulang tahun nya kepada mempelai wanita kita karena sebelum acara ini di lanjutkan nanti akan ada pemberitahuan penting dari tuan Abdul Syarif dan nyonya Balqis Ufaira. Kepada tuan dan nyonya di silahkan.” Ucap MC itu mempersilahkan kedua orang tua Husna untuk naik ke atas panggung yang sudah di sediakan.


Azzam pun hanya tersenyum lalu dia menatap sang istri, “Kau akan tahu nanti. Ingat saja apapun yang terjadi nanti mas selalu bersamamu sayang. Kita akan melewati semua nya bersama. Lagi pula ini yang terbaik.” Balas Azzam.

__ADS_1


“Mas, kau membuatku takut. Aku paling tidak suka menebak.” Balas Husna lalu segera fokus menatap abi dan umi nya karena suara sang abi sudah terdengar.


“Ehem, Assalamu’alaikum semua. Selamat pagi menjelang siang.” Ujar abi Syarif lalu melihat jam tangan di tangan nya yang tentu saja jam tangan mahal itu.


“Ohiya sebelum saya masuk ke tujuan saya sebenar nya berdiri di sini. Saya ingin memperkenalkan diri saya dulu. Saya Abdul Syarif dan ini istri saya Balqis Ufaira. Kami di sini hanya ingin mengatakan satu hal yaitu terkait pewaris keluarga kami.”


Semua tamu undangan pun terkejut mendengar nya sementara Husna tegang yang langsung di genggam oleh Azzam.

__ADS_1


“Pewaris?”


__ADS_2