My Secret Love

My Secret Love
69


__ADS_3

Keesokkan hari nya, Husna dan Azzam pergi ke kampus bersama-sama. Husna hari ini mulai memutuskan untuk segera menyelesaikan skripsi nya itu yang tertunda dengan segala macam aktivitas nya.


Semalam dia sudah bertanya kepada kedua orang tua nya tentang semua nya. Dia pun sudah mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan nya. Kini dia sudah tidak bertanya-tanya lagi dengan semua nya. Dia sudah tenang menjalani rumah tangga dan kehidupan nya. Kini dia akan menjalani semua nya dengan baik dan penuh kebahagiaan. Karena ternyata pria yang dalam foto masa kecil nya yang hati nya selalu tunggu kini sudah ada di samping nya bersama nya sebagai suami nya. Sungguh scenario yang sangat indah.


Husna dan Azzam pun sudah tiba di kampus mereka. Azzam segera turun dan membukakan pintu untuk istri nya itu. Kedua nya pun segera bergandengan tangan masuk ke dalam gedung fakultas yang bisa di lihat oleh para mahasiswa yang ada di sana. Tapi Azzam dan Husna sudah tidak mempermasalahkan nya lagi. Mereka tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh orang-orang. Terserah mau mengatakan apa yang terpenting mereka tidak melakukan seperti yang sudah di tuduhkan sama sekali. Mereka tidak melakukan suatu kejahatan. Mereka hanya lah sepasang suami istri yang saling mencintai satu sama lain.


Azzam dan Husna begitu tiba di ruangan mereka. Kedua nya sibuk dengan urusan masing-masing. Husna kembali mengolah data penelitian nya dengan sesekali bertanya kepada sang suami atas sesuatu yang tidak dia mengerti. Azzam pun menjelaskan nya dengan lembut. Bisa di pastikan bahwa skripsi nya itu tidak akan mendapat coretan karena langsung di bimbing oleh pembimbing nya langsung. Sisi positif jadi istri dari dosen. Wkwkwk.


“Mas, kau nanti pukul berapa ada kelas mengajar?” tanya Husna di sela-sela dia mengerjakan skripsi nya.


“Hum, sebentar lagi. Satu jam lagi mas akan masuk mengajar.” Jawab Azzam melihat jam dinding di ruangan nya itu.


Husna pun mengangguk, “Aku mau meminta Dita ke sini ya mas. Aku kesepian nanti jika kau mengajar.” Ucap Husna menatap suami nya itu.


Azzam pun mengangguk dan mengizinkan istri nya itu untuk memanggil teman nya. Selama itu bukan laki-laki maka tidak masalah sedikit pun. Husna yang sudah mengantongi izin sang suami pun segera mengirim pesan di grup nya bersama Andita dan Betty di mana di sana ada juga Azzam.


[Assalamu’alaikum guys. Ada gak yang gak sibuk? Temani aku dong!]


Begitu lah isi pesan Husna dalam grup pesan itu. Azzam yang mendapat notifikasi pun hanya tersenyum saja membaca pesan istri nya itu. Lalu dia menatap Husna.


“Boleh kan? Aku mengirim pesan di grup itu kan mas? Lagi pula Betty juga sudah tahu kita sudah menikah. Aku malas jika aku harus mengirim pesan secara pribadi kepada kedua nya.” Ucap Husna menjelaskan kepada suami nya itu begitu Azzam menatap nya.

__ADS_1


“Kirim saja sayang. Tidak ada yang akan memarahimu untuk itu. Mas tidak akan marah sama sekali hanya karena masalah itu.” ujar Azzam.


Husna pun tersenyum mendengar balasan suami nya itu dan menunggu balasan dari Betty dan Andita yang menurut nya terasa lama. Bukan kah memang menunggu itu sesuatu yang membosankan.


“Ish, kok lama sih mas mereka membalas pesanku?” ucap Husna mengeluh dengan ekspresi cemberut nya juga.


Azzam pun terkekeh mendengar gerutuan dan melihat ekspresi istri nya itu, “Lihat, Betty sedang mengetik sayang. Sabar lah. Mungkin mereka sedang ada urusan. Lagi pula kamu baru saja mengirim pesan bukan. Jadi tunggu saja.” Ucap Azzam.


Husna pun menunggu sampai beberapa lama tapi Betty masih juga mengetik, “Ck, sudah berapa panjang yang Betty ketik sih mas hingga belum di kirim-kirim juga. Menyebalkan! Aku tidak bisa menunggu. Kesabaranku sudah setipis tisu di bela dua setelah menikah denganmu mas.” Ucap Husna.


Azzam yang mendengar itu pun tertawa dan harus dia akui bahwa apa yang di ucapkan oleh istri nya itu benar. Dia sudah tahu semua sifat istri nya itu. Dia melihat dan mengakui semua nya bahwa apa yang di ucapkan oleh istri nya itu adalah kebenaran. Bahwa kesabaran istri nya itu sudah menurun.


[Wa’alaikum salam ibu bimbingan. Bukan aku tak mau menemanimu tapi bagaimana jika pak bimbingan marah dan cemburu nanti karena aku mengambil perhatian istri nya.] itu adalah balasan pesan dari Betty yang di akhiri dengan emot tertawa di akhir kalimat nya.


[Aku sudah minta izin kok. Sudah di izinkan. Tidak perlu khawatir. Ayolah datang lah ke kampus. Aku ingin jalan bareng kalian.]


[Ouh. Ternyata kamu di kampus. Ya sudah aku otw deh ke sana. Kamu di mana?] tanya Betty.


[Aku ada di ruangan pak Azzam.] jawab Husna.


[Ouh. Ternyata ada di ruangan pak suami ternyata. Baiklah. Aku akan kesana dan akan mengirim pesan balik jika sudah tiba.] balasan Betty.

__ADS_1


Husna pun tersenyum membaca balasan pesan dari Betty itu. Azzam yang melihat itu jadi penasaran dan akhirnya dia membuka ponsel nya dan ikut tersenyum membaca pesan istri nya dan Betty itu.


Azzam pun mulai mengetikkan sesuatu di sana. Husna yang melihat status suami nya sedang mengetik di aplikasi pesan itu pun segera menoleh kepada sang suami, “Mas, ngetik apa?” tanya Husna.


[Wah, seperti nya pak bimbingan sedang mengetik mengawasi istri nya.] itu adalah Betty karena sampai sekarang Andita belum nimbrung di grup itu.


[Saya titip istri saya ya. Tolong jaga dia. Jangan sampai lecet sedikit pun. Tolong jaga dia daru sesuatu yang buruk. Jangan biarkan dia kesepian. Ohiya, setelah itu kalian akan mendapatkan bimbingan dari saya secara langsung untuk pengolahan data yang sudah kalian dapatkan sebagai ucapan terima kasih dari saya. Jadi jaga istri saya dengan baik. Saya pastikan tidak akan meminta kalian merevisi nya jika sudah mendapatkan bimbingan secara langsung.] itu isi pesan dari Azzam.


“Panjang banget mas. Aku bisa menjaga diriku sendiri kok.” ucap Husna menatap suami nya itu setelah membaca pesan Azzam. Azzam hanya tersenyum menanggapi istri nya.


[Wah, kesempatan yang tidak bisa di lewatkan ini. Baiklah pak. Saya pastikan akan menjaga Husna dengan baik. Tidak akan lecet sedikit pun.] balas Betty.


[Maaf baru nimbrung. Wah, terima kasih pak. Saya akan menjaga Husna dengan baik. Saya sedang dalam perjalanan ke kampus.] balas Andita.


Husna yang mendapat balasan pesan antusias dari kedua teman nya itu pun tersenyum.


[Hum, aku cemburu!] balas Husna iseng menggoda kedua teman nya itu.


[Ahh, ayo lah bu bimbingan kami tidak akan mengambil suamimu itu. Kami hanya sedang berterima kasih.] balas Betty di setujui oleh Andita.


Husna yang mendapat balasan pesan itu pun tertawa. Azzam hanya menggelengkan kepala nya saja.

__ADS_1


“Iseng banget sih!”


__ADS_2