My Secret Love

My Secret Love
128


__ADS_3

Kini Betty dan Ratna sudah tiba di restoran. Mereka segera masuk dan duduk di tempat yang masih tersisa.


"Bet, kau memesan lah lebih dulu. Aku mau ke kamar kecil dulu. Kebelet." Ucap Ratna.


"Apa perlu aku ikut?" Tanya Betty.


Ratna menggeleng, "Tidak perlu. Kau bantu aku memesan saja. Aku ini tidak penakut. Apalagi ini siang hari mana mungkin ada hantu." balas Ratna.


"Siapa tahu saja kan hantu tampan yang akan menculikmu." ucap Betty.


Ratna pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya. Dia segera berlalu menuju toilet dan meninggalkan Betty yang sedang memesan makanan.


Sekitar sepuluh menit kemudian setelah Betty memesan, tiba-tiba ada yang datang ke restoran itu.


"Eehh .. Itu bukan kah nona Betty?" Tunjuk Abrar.


Jalal pun segera menoleh dan melihat ke arah yang di tunjuk oleh Abrar, "Seperti nya iya. Itu memang dia." balas Jalal.


"Seperti nya dia hanya datang sendiri. Kita bergabung saja dengan nya." ucap Abrar.


Jalal pun mengangguk dan segera mendekati meja di mana Betty berada.


"Selamat siang, nona Betty!" sapa Jalal.

__ADS_1


Betty yang serius dengan ponsel nya pun segera menatap orang yang menyapa nya dan dia pun terkejut melihat siapa yang ada di hadapan nya. Apa ini adalah takdir?


"Ahh siang tuan Jalal, tuan Abrar." balas Betty.


"Apa kami bisa ikut bergabung duduk di sini?" tanya Jalal lagi.


Betty pun mengangguk, "Ah silahkan." ucap Betty.


Jalal dan Abrar pun segera duduk, "Apa anda ke sini bersama orang lain, nona Betty?" tanya Abrar saat melihat ada tas wanita di kursi di samping Betty.


Betty pun mengangguk, "Benar, tuan Abrar. Saya kesini bareng--" ucapan Betty terhenti saat melihat Ratna.


"Itu dia." tunjuk Betty ke arah Ratna yang berjalan ke arah meja dengan ekspresi bertanya-tanya.


"Nona Ratna!" sapa Jalal.


Ratna pun tersenyum dan mengangguk, "Apa tidak masalah kami ikut bergabung dengan kalian begini?" sambung Jalal menatap Ratna.


Ratna pun diam dan hanya menatap Betty, "Jika nona Ratna keberatan. Kami bisa pindah ke tempat lain." ucap Abrar.


"Saya tidak keberatan kok." ucap nya lalu segera duduk di kursi nya yang bertepatan dengan dengan kursi Abrar.


"Baiklah jika begitu. Terima kasih nona Betty juga nona Ratna sudah mengizinkan kami bergabung." ucap Jalal.

__ADS_1


"Tidak masalah." ucap Ratna.


"Kita adalah kenalan." sambung Betty.


"Ohiya, kenapa nona Betty dan Nona Ratna bisa ada di sini? Bukan kah nyonya muda hari wisuda dan akan mengadakan makan siang bersama?" tanya Abrar.


"Di tunda karena yang lain punya acara mereka sendiri. Sudah punya janji." jawab Ratna datar.


Abrar pun mengangguk, "Ohiya saya dengar nona Betty juga ujian hari ini. Selamat!" ucap Abrar beralih pada Betty.


Betty pun tersenyum, "Terima kasih." ucap nya.


"Mau hadiah apa?" Tanya Jalal.


"Hah?"


"Itu bukan kah tadi anda mengatakan kita adalah kenalan? Jadi bukan sesama kenalan bisa saling memberi hadiah. Jadi katakan kau ingin hadiah apa sebagai hadiah ujianmu?" tanya Jalal menatap Betty.


Betty pun diam karena tidak tahu mau menjawab apa. Pasal nya dia tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu. Percaya lah baru kali ini dia menjadi orang yang kalem.


"He'ehh kau ini bagaimana sih Lal. Mana ada mau memberi hadiah dengan bertanya langsung seperti itu. Nama nya juga hadiah harus surprise. Kau ini tidak romantis." ucap Abrar.


"Seperti diri sendiri romantis saja."

__ADS_1


__ADS_2