My Secret Love

My Secret Love
165


__ADS_3

Azzam terus memperhatikan sang istri dan dia mulai menyadari bahwa Husna sedang menahan sesuatu. Dia hendaklah berdiri mendekati sang istri namun Husna menyadari gerakan nya hingga Azzam pun berhenti begitu melihat kode yang di berikan sang istri yang meminta nya untuk tetap diam. Azzam pun hanya bisa menghela nafas nya.


Sesi tanya jawab segera di mulai dan Husna pun akhirnya walau dengan menahan rasa pusing nya bisa menjawab dengan baik pertanyaan yang di ajukan oleh ketiga dosen penguji nya. Skripsi nya bahkan minum revisi karena sebenar nya tidak ada hal lagi yang perlu di pertanyakan. Mereka hanya menguji pemikiran Husna saja. Pertanyaan yang mereka ajukan bahkan sudah naik level sudah seperti pertanyaan untuk yang ujian S2 dan Husna tetap menjawab nya dengan santai hingga dosen penguji pun tersenyum mendengar jawaban yang di berikan Husna.


Setelah sesi tanya jawab selesai, segera di umumkan nilai yang di taoh oleh Husna dengan semua predikat nya yang tentu saja sudah bisa di prediksi. Husna mendapatkan nilai penuh nya dengan predikat cumlaude karena IPK nya mencapai sempurna.


Jika biasa nya dosen penguji yang memakaikan selempang untuk mahasiswa yang ujian maka lain hal nya dengan Husna. Azzam yang di berikan kepercayaan itu oleh ketiga dosen penguji memakaikan selempang untuk Husna. Selain sebagai dosen pembimbing yang sangat berhasil membimbing mahasiswa bimbingan nya, Azzam juga sebagai suami dari Husna.

__ADS_1


Azzam pun mengambil selempang bertuliskan nama lengkap Husna dengan gelar di belakang nama nya. Azzarine Salsabila Husna, SM. tercetak dengan jelas dan cantik nya.


"Selamat sayang." ucap Azzam memeluk istri nya itu.


Husna pun tersenyum "Terima kasih mas. Aku menyayangimu." balas Husna.


Setelah semua sesi di ruangan selesai. Husna segera keluar dari ruangan sidang karena memang sebentar lagi akan berganti lagi orang yang akan ujian dan tentu saja dengan dosen pembimbing dan dosen penguji yang juga berbeda.

__ADS_1


Begitu keluar dari ruangan, Husna segera mendapatkan ucapan selamat dari ketiga teman nya dan juga adik ipar tercinta nya yang juga hadir di sana. Gentala dan Gilang juga tentu saja tidak ketinggalan ada di sana dan memberikan ucapan selama kepada Husna.


Setelah sesi pemberian selamat tentu saja sesi selanjut nya adalah pengambil momen yang tidak mungkin di lewatkan karena itu adalah hal paling penting untuk mengabadikan momen berharga.


Saat pengambilan foto bersama, Husna mulai merasa pandangan nya kabur hingga dia pun menggenggam lengan sang suami agar bisa tetap berdiri tegak. Dia berusaha untuk tetap kuat agar semua momen yang dia tunggu-tunggu ini akan tetap terabadikan dengan baik. Dia tidak mungkin mengecewakan semua teman-teman nya yang sudah hadir menemani nya ujian hari ini di tengah kesibukan mereka yang merevisi dokumen proposal dan skripsi.


Tidak masalah jika dia harus menahan rasa pusing nya yang penting tidak merusak momen apapun. Tapi ternyata tubuh nya tidak sekuat itu.

__ADS_1


"Sayang!!"


__ADS_2