My Secret Love

My Secret Love
109


__ADS_3

Sementara di sisi lain, kini Azzam, Husna dan Zahra baru saja tiba di kediaman milik Husna. Kediaman kedua nya. Entah apa tujuan mereka datang ke sini tapi satu hal yang pasti mereka datang ke sini hanya ingin memastikan satu hal yaitu di mana mereka akan tinggal nanti.


Mereka tidak mungkin akan tinggal terus di kediaman utama bersama abi Syarif dan umi Balqis. Walaupun kedua orang tua Husna tidak keberatan sama sekali dengan hal itu. Mereka justru senang karena Husna adalah anak satu-satu nya yang mereka miliki. Tapi mereka juga sebagai orang tua tidak ingin bersikap egois dan menyerahkan semua keputusan terkait kehidupan rumah tangga Husna kepada Husna sendiri.


“Mas … apa kita akan tinggal di sini?” tanya Husna begitu masuk ke dalam kediaman kedua nya itu. Kediaman yang sama yang dia kunjungi saat baru sehari dia menikah dengan Azzam. Saat dia menenangkan diri nya karena mendengar berita tidak mengenakan di kampus. Kediaman ini memang kediaman yang dia bangun untuk jadi tempat pelarian nya saat sedang sedih.


“Menurutmu bagaimana? Apa kau ingin tinggal di sini?” tanya Azzam balik.

__ADS_1


“Aku ikut apa maumu saja mas. Aku tidak ingin kau merasa tidak nyaman nanti jika tinggal di sini.” Ucap Husna.


Azzam yang mendengar itu pun tersenyum, “Sayang .. seharus nya itu kalimatku. Aku tidak masalah mau tinggal di mana pun yang kamu mau sayang. Asal bersamamu semua nya tidak masalah.” Ucap Azzam.


Husna pun terharu mendengar ucapan suami nya itu, “Kamu tidak akan merasa tersinggung atau apapun kan? Jika nanti ada yang berkata masa iya seorang suami justru tinggal di kediaman yang di bangun oleh istri nya. Aku tidak ingin kau kepikiran hal itu nanti.” Ucap Husna menyuarakan keresahan nya.


“Ck … aku kesal. Kalian melupakan aku lagi. Aku menyesal telah ikut bersama kalian ke sini. Lihat lah aku hanya jadi penonton yang tak di anggap oleh kalian di sini.” Protes Zahra yang memang dari tadi memilih untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu dan makan camilan yang di sana yang sudah di antarkan oleh asisten rumah tangga yang ada di kediaman itu.

__ADS_1


Zahra sudah menduga dia memang akan menjadi anti nyamuk jika ikut bersama abang dan kakak ipar nya itu. Tapi dia tidak menduga sama sekali mereka memang akan benar-benar mengabaikan nya dan mengangap nya tidak ada.


“Maaf dek. Abang pikir kamu gak ikut tadi. Ke bawa suasana. Salah sendiri ikut abang dan kakak iparmu. Kenapa coba tidak ikut saja bareng Gilang dan Gentala tadi ke restoran.” Ucap Azzam santai lalu melepas pelukan nya dari istri nya itu. Sementara Husna hanya tersenyum saja.


“Zahra itu bukan tidak ingin ikut bersama mereka tapi karena memang ingin ikut bareng abang dan kakak ipar.” Timpal Zahra


“Jika memang begitu terima saja resiko nya.” balas Azzam.

__ADS_1


“Ck … menyebalkan. Kakak ipar! Lihat lah abang.” Lapor Zahra pada Husna yang hanya di tanggapi senyum oleh Husna.


__ADS_2