My Secret Love

My Secret Love
Keadaan Nala


__ADS_3

Akira sampai di depan rumah sakit yang dituju dan dia segera memanggil petugas medis untuk menolong istrinya, Nala masuk ke ruang UGD karena hari sudah malam, dan seorang dokter bertanya tentang apa yang terjadi pada


Nala. Akira menjelaskan dan berkata jika Nala salah satu pasien dokter spesialis kandungan di sini.


“Akira, sakit sekali,” rintih Nala memegangi tangan suaminya.


“Iya, Nala. Dokter akan segera menangani kamu, kamu jangan khawatir.” Akira sebenarnya mukanya sudah pucat saja melihat istirnya kesakitan seperti itu. “Dok, tolong istri saya, dia kesakitan sekali dari tadi.”


“Iya, Pak, silakan Bapak keluar dulu karena kami akan segera menangani istri Anda.”


Dokter memasng alat infus dan mengambil sample darah Nala untuk mengetahui apa yang terjadi pada Nala. Dokter juga melakukan tindakan pemeriksaan apa ada pembukaan pada kehamilan Nala. Setelah mendapat suntikan melalui infus, Nala terlihat mulai bisa tenang.


“Akira, apa yang terjadi dengan Nala?” tanya Kei yang datang ke sana.


Akira langsung memeluk mommynya. “Aku masih belum tau, Ma. Dia di dalam masih di tangani oleh dokter. Aku takut terjadi apa-apa sama dia, Mom.”


“Kamu jangan panik seperti ini, coba tenang dulu dan yakin para dokter itu akan bisa menangani istri kamu.”


“Mommy kenapa bisa tau kalau aku berada di sini?”


“Daddy kamu yang tadi bercerita sama mommy dan daddy kamu mengatakan semuanya tentang wanita yang meneror Nala.”


“Iya, dia adalaha teman kerja Nala di cafe dulu, Nala juga tidak tau kenapa temannya itu bisa benci dan dendam sama Nala, tapi aku juga


bingung kenapa daddy bisa ada di sana tadi?”


“Daddy kamu ingin membeli kue lumpur kesukaan mommy dan ternyata kamu juga berada di sana. Sekarang kita fokus saja dulu dengan kesehatan dan keselamatana istri serta bayi kembar kamu.”


Tidak lama dokter datang dan memeberitahu keadaan Nala sudah lebih baik, tapi Nala harus di rawat beberapa hari di rumah sakit karena dokter beberapa hari akan memantau kesehatan Nala.


“Syukurlah!” jawab Akira lega.


“Sebaiknya Pak Akira mengurus dulu semua administrasinya supaya Bu Nala bisa segera di pindah ruangannya.”

__ADS_1


“Baik, Dok.” Akira pergi dari sana menuju ruang administrasi yang tidak jauh dari sana.”


“Apa menantu saya akan melahirkan, Dok?” tanya Kei.


“Belum waktunya, Bu, mengingat usia kandungan Bu Nala masih belum cukup untuk melahirkan dan tadi kami periksa jika belum ada tanda-tanda pembukaan. Dari cerita Pak Akira, kemungkinan bu Nala mengalami kaget yang teramat sehingga menyebabkan perutnya kencang-kencang dan terjadi sakit yang begitu hebat.”


“Oh Tuhan!” Kei sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Tidak lama Akira kembali dan menemui dokter dengan mommynya yang sedag mengobrol. Akira mengatakan jika dia sudah menyelesaiakan semuanya.


“Dok, maaf saya bertanya lagi, tapi semua baik-baik saja, Kan Dok? Bayi kembar saya dan Nala?”


“Semua baik-baik saja, tadi kami juga sudah memeriksa detak jantung kedua bayi Pak Akira dan mereka sehat semua. Bu Nala juga sudah kami berikan obat supaya tidak merasakan kencang-kencang lagi. Pak Akira bisa menemui bu Nala, kami akan menyiapkan kamar untuk rawat inap dulu.”


“Terima kasih, Dok.”


Akira segera masuk di temani oleh mommynya dan mereka melihat Nala berbaring dengan selang infus di tangannya. “Akira,” ucap Nala lirih.


“Sayang, kamu baik-baik saja?” Akira mengecup pucuk kepala Nala. Nala mengangguk perlahan. “Ada Mommy juga di sini, aku belum memberitahu bibi Anjani, nanti saja sekalian aku pulang untuk mengambil beberapa baju-baju kamu karena kata dokter kamu akan menjalani rawat inap dalam beberapa hari di sini.”


“Aku sudah lebih baik, Mom. Akira, apa keadaan bayi kita baik-baik saja?”


“Mereka baik dan sehat, kamu tidak perlu Khawatir, Sayang.”


Tidak lama perawat memberitahu jika ruangan untuk Nala sudah siap dan akan membawa Nala ke ruangan rawatnya agar dapat beristirahat dengan lebih nyaman.


“Mom, aku akan pulang sebentar dan mengambil beberapa baju untuk Nala. Mommy bisa kan aku mintai tolong untuk menjaga Nala sebentar di sini?”


“Kamu saja yang menjaga Nala dan biar mommy yang ke rumah kamu meminta tolong bibi Anjani menyiapkan semuanya.” Kei pergi dari sana dan dia diantar supir pergi dari san menuju rumah Akira untuk memberitahu bibi


Anjani sekaligus menyiapkan baju-baju, Nala.


Di rumah, bibi Anjani yang sedang menutup semua jendela dan hendak mematikan lampu di kejutkan oleh bunyi bel pintu. Bibi Anjani membuka pintu dan agak terkejut melihat ada nyonya Kei di depan pintu.

__ADS_1


“Anjani, aku ingin memberitahu sesuatu sama kamu.”


“Ada apa Nyonya Kei?”


“Aku ke sini karena ingin mengambil beberapa baju ganti untuk Nala. Nala sekarang di rawat di rumah sakit dan Akira menjaganya di sana.”


“Apa? Memangnya Nala kenapa, Nyonya Kei?” Seketika wajah bibi Anjani tampak tegang.


“Tadi Nala bertemu dengan orang yang menerornya dan dia tidak apa-apa hanya saja dia sempat terkejut dan akhirnya membuat kandungannya kencang sehingga mengalami sakit yang sangat hebat.”


“Apa? Nala bertemu dengan orang yang menerornya? Lalu bagaimana keadaan Nala sekarang?”


“Dia tidak apa-apa, hanya saja harus melakukan perawatan beberapa hari di sana agar dapat di pantau terus keadaan Nala serta bayi kembarnya. Aku ke sini mau mengambil beberapa baju untuk Nala gunakan di rumah sakit.”


“Aku akan menyiapkan bajunya. Nyonya Kei, aku juga mau ikut ke sana, apa aku boleh ikut?”


“Tentu saja boleh, kalau begitu kita ke sana bersama-sama.”


Kedua wanita itu akhirnya mengambil beberapa baju Nala dan kebutuhan Nala lainnya, kemudian mereka berdua berangkat ke rumah sakit. Di rumah Sakit Akira tak hentinya memegang tangan istrinya yang masih terbaring lemas.


“Apa sakit lagi perutnya?”


Nala menggeleng pelan. “Akira, bagaimana keadaan Tata sekarang? Apa dia di bawa ke pihak yang berwajib?”


“Aku tidak tau, aku belum menghubungi Daddyku, aku sekarang mau fokus dulu sama kamu dan anak kita, Nala.”


“Akira, aku harap kamu nanti jangan bertindak kasar dengan Tata, kamu lihat kan keadaannya? Dia juga sedang hamil besar dan aku tidak mau dia dan bayi dalam kandungannya kenapa-napa.”


“Oh mya God! Kenapa kamu masih memikirkan tentang keadaan orang lain, dia saja bahkan tidak memikirkan keadaan kamu dan bayi kamu dengan main teror seperti itu.”


“Aku sendiri tidak tau kenapa dia melakukan hal itu terhadapku, Akira. Namun, aku tidak mau kamu menyakitinya dan bayinya.”


“Aku tidak tau karena dia bersama dengan daddyku. Kamu tau daddyku kan?”

__ADS_1


“Kamu hubungi daddy kamu saja dan bilang jangan melakukan apa-apa pada Tata. Aku juga penasaran kenapa Tata bisa melakukan itu?”


“Sudah! Kita tidak perlu membahas hal ini lagi, sebaiknya kamu beristirahat dan aku akan menjaga kamu di sini.”


__ADS_2