
"Apa orang tua Gilang adalah tipe calon mertua yang melihat calon menantu nya berdasarkan status sosial?" tanya Jalal.
Betty pun mengangguk ragu, "Seperti nya seperti itu. Bukan kah setiap keluarga kaya seperti itu. Menginginkan menantu yang setara dengan mereka." jawab Betty santai hingga tidak menyadari bahwa perkataan nya itu membuat Jalal diam.
Begitu dia tersadar dia langsung menutup mulut nya dan menatap Jalal dengan tatapan bersalah, "Kak, bukan itu maksudku." ucap Betty kemudian tapi hanya mendapat tanggapan senyum dari Jalal.
"Orang tuaku tidak sekaya orang tua Gilang apalagi orang tua Husna. Jadi kau--" ucap Betty hati-hati.
Jalal menggeleng lalu tersenyum, "Aku tahu. Tenang saja. Aku tidak mempermasalahkan hal itu karena aku sadar posisiku sebelum memutuskan mendekatimu." ucap Jalal tersenyum.
"Aku tahu tidak semua orang tua akan berpikiran seperti itu. Orang tua Gilang saja yang mungkin saja akan memilih calon menantu dari status sosial nya tapi lihat lah mereka bisa menerima Andita. Bisa di lihat dari foto nya mereka sudah mendapatkan restu bukan?" tanya Jalal.
__ADS_1
Betty pun mengangguk setuju karena memang itu lah yang bisa dia lihat dari foto yang di upload oleh Andita dan Gilang.
"Aku harap aku pun akan mendapatkan restu yang sama dari orang tuamu seperti yang di dapatkan oleh Andita." lanjut Jalal.
Betty yang mendengar itu pun tersenyum malu.
"Ah aku lapar kak." ucap Betty mengalihkan pembicaraan. Untung saja makanan mereka pun tiba di saat yang tepat hingga dia tidak harus menahan tersipu malu untuk waktu yang lama.
Kedua nya segera menikmati makanan dengan hikmat dengan Jalal membantu memotong makanan untuk Betty.
Betty sendiri merasa di sayangi dan di cintai di perlakukan oleh Jalal seperti itu. Jujur saja dia bersyukur karena baru bisa menikmati hubungan seperti ini bersama Jalal. Tidak ada penyesalan sedikit pun di hati nya kenapa dia tidak melakukan nya dari dulu hubungan seperti jika rasa nya menyenangkan. Karena dia yakin laki-laki yang akan dia temui bukan lah laki-laki seperti Jalal. Semoga saja cinta pertama nya itu tidak akan gagal dan berakhir seperti Husna. Itu adalah aamiin nya paling serius.
__ADS_1
"Kita akan bicarakan apa yang ingin kau ketahui mengenai traumaku." ucap Jalal saat mereka begitu menyudahi makan.
Betty pun mengangguk setuju. Kedua nya segera meninggalkan dalam mall dan menuju parkiran.
"Aku mengalami trauma menonton film horor saat kecil. Saat itu aku di ajak oleh seseorang menonton film tapi mereka meninggalkanku di sana sendirian saat tepat di tengah film yang ternyata adalah film nya adalah film horor. Aku pingsan di sana dan bangun hanya di temani oleh petugas bioskop. Orang yang mengajakku meninggalkanku di mall. Saat itu yang perlu aku syukuri adalah mereka sudah membayar tiket nonton nya. Karena jika tidak maka aku tak tahu uang dari mana yang ku dapatkan untuk membayar nya. Untuk itu lah aku " jelas Jalal begitu mereka sudah berada dalam mobil.
Betty yang mendengar hal itu tidak dapat menahan tangis nya karena tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi Jalal saat itu.
"Hey tidak perlu menangis. Aku baik-baik saja selama tidak menonton film bergenre horor." ucap Jalal menenangkan Betty.
"Hiks .. Hiks .. Lalu kenapa tetap memaksa menemaniku menonton? Padahal sudah tahu film yang akan ku tonton film horor. "
__ADS_1