
Kini di restoran yang sudah di pilih oleh para wanita, ada dua buat mobil yang baru saja masuk ke parkiran dan kedua nya segera memarkirkan mobil berdekatan. Setelah itu kedua nya turun dari mobil dengan style kantor mereka tidak lupa juga kaca mata hitam yang di pakai oleh kedua nya, “Kau menggunakan pakaian ini?” tanya Jalal terkekeh melihat Abrar dengan pakaian formal nya.
Abrar pun mengangkat bahu nya dan memilih meninggalkan Jalal dan segara masuk ke dalam restoran, “Hey tunggu bro. Aku ini sedang bicara padamu. Kenapa kau main tinggal aja seperti itu.” ucap Jalal.
“Aku malas menanggapimu soal pakaian. Aku sudah bertanya padamu pakaian apa yang akan aku pakai tapi kau justru menjawab terserah. Jadi jangan mengomentari kaya pakaianku hari ini.” ucap Abrar datar.
“Ck … aku pikir kau akan menggunakan style santaimu karena ini hanya makan siang biasa saja. Tapi tidak tahu nya kau justru memakai pakaian formal seperti ini.” ucap Jalal menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
“Aku awal nya juga sudah memutuskan untuk memakai pakaian santai tapi aku berubah pikiran dan memilih pakaian ini setelah aku ingat kau pun pasti memakai pakaian formal.” Jawab Abrar.
“Aku menggunakan pakaian formalku karena aku memang dari perusahaan langsung ke sini.” Balas Jalal.
“Ya sudah anggap saja aku juga seperti itu.” ucap Abrar.
Jalal pun yang mendengar itu menghela nafas panjang dan diam saja karena mereka sudah jadi pusat perhatian di restoran itu dengan gaya mereka seperti seorang CEO yang mau ikut rapat saja atau menemui klien mereka.
“Selamat siang!” sapa Abrar begitu dia masuk ke dalam ruangan yang sudah di kirimkan oleh Betty lewat pesan.
__ADS_1
“Siang!” balas mereka yang berada di sana.
“Assalamu’alaikum!” kali ini Jalal yang mengucapkan nya.
“Wa’alaikumsalam.” Jawab mereka lagi.
“Ehm .. kenapa kalian menatap saya seperti itu? Apa penampilan saya aneh?” tanya Abrar saat tatapan kelima orang yang ada di sana tertuju pada nya padahal bukan hanya dia yang memakai pakaian formal di sana.
“Ahh itu bukan seperti yang ada pikirkan tuan. Silahkan duduk.” Ucap Andita.
“Apa anda tidak salah kostum tuan?” tanya Ratna sinis.
“Ini hanya makan siang biasa tapi--” balas Ratna.
“Apa kau tidak lihat bukan hanya aku yang memakai pakaian seperti ini. Jadi apa salah nya.” ucap Abrar.
“Ah anda benar.” ucap Ratna.
__ADS_1
“Ra .. sudah jangan bertengkar. Tuan Jalal … tuan Abrar silahkan duduk.” Ucap Betty.
Jalal pun hanya mengangguk dan segera duduk di tengah-tengah Gentala dan Abrar, “Tuan dan nona muda apa akan datang ke sini juga?” tanya Jalal.
“Kami di sini.” Ucap Zahra begitu masuk. Azzam dan Husna pun hanya tersenyum.
“Apa kalian sudah menunggu lama?” tanya Azzam.
“Kami baru saja tiba tuan.” Jawab Abrar.
“Kak Abrar kau juga di sini? Bisakah aku duduk denganmu?” tanya Zahra menatap Abrar.
“Tentu bisa nona.” Jawab Abrar tersenyum.
Husna dan Azzam pun diam saja dan hanya memandangi raut wajah Gentala yang mendadak berubah.
“Kak Abrar kenapa kau tidak mengabari akan ikut makan siang bersama kami juga?” tanya Zahra antusias yang setelah kedua nya duduk.
__ADS_1
“Zahra!”